
Saat ini, Rein sedang makan bersama dengan Curran di kamarnya.
Tiba-tiba saja Gilbert dan Rosaly mendapatkan pekerjaan yang perlu di bahas, hingga tidak bisa makan malam bersama.
"Tuan Morgan, meminta kepada Ayah untuk membiarkan putra keduanya tinggal bersama dengan kita."
Curran menjatuhkan obrolan di sela-sela waktu makan.
Dia memperhatikan reaksi ke empat makhluk di depannya yang terlihat cuek dengan topik obrolan, mereka tetap melanjutkan aksi makannya.
"Lalu menjadi kesatria pribadi Rein-"
Uhukk uhukk.
Trang.
Bruk.
Plup.
Rein tersedak makanan. Croft menjatuhkan emas hasil buruannya. Joy menjatuhkan permen dari tangannya. Dan, Moku menjatuhkan daging dari mulutnya.
Sudut mulut Curran berkedut, melihat perubahan reaksi mereka berempat bila menyangkut putranya.
Mark memberikan air minum untuk Rein agar tidak tersedak lagi.
~ "Manusia merah, kau harus menolaknya!"
Joy terbang mendekati Curran, dan melayang di hadapannya.
Dia memprotes sebuah ide yang ingin menjadikan putra dari pria yang menyakiti Rein untuk menjadi kesatria pribadinya.
Curran menghela nafas.
"Itu hanya untuk sementara."
~ "Sementara atau lama pun, tetap tidak boleh."
~ "Bagaimana bila putra dari manusia itu berniat untuk menyakiti Cutie pie?!"
"Itu tidak akan terjadi -"
~ "Bagaimana kau bisa tahu kalau hal itu tidak akan terjadi?"
~ "Lagipula, Cutie pie sudah punya Joy, Croft, bahkan Moku sebagai pelindungnya"
"Dengarkan aku-"
~ "Cutie pie, sama sekali tidak membutuhkan anak dari pria itu!"
Rein mengedipkan matanya beberapa kali melihat keributan yang terjadi di hadapannya.
Croft langsung membeli popcorn dari fitur market, dan asik menonton drama makan malam.
Topik drama malam ini, membahas mengenai anak tetangga.
Moku memiringkan kepalanya. Dia tidak mengerti tentang pembahasan yang dilakukan oleh dua makhluk di depannya.
"Cukup!"
Joy terdiam mendengar suara rendah Curran yang terdengar tidak senang.
"Aku bertanya pada putraku, bukan padamu."
Curran mengalihkan pandangannya dari wajah kecil Joy.
"Bagaimana menurutmu Rein?"
Rein mengedipkan matanya beberapa kali. Lalu menjawab pertanyaan dari Curran dengan santai.
"Tidak masalah, aku tidak keberatan sama sekali."
Dengan begitu dia memiliki babu baru, dan memiliki alasan untuk memeras kekayaan Morgan lewat putranya.
"Lihat, Rein sama sekali tidak keberatan."
Joy memberengut kesal. Dia terbang kembali ke tempatnya dengan raut wajah tertekuk.
[ Aku mencium bau emas. ]
Croft menyimpan popcorn ke dalam inventori, lalu menyimpan emas yang sedang di hitungnya ke dalam inventori juga.
Curran menghela nafas, merasakan magis yang familiar untuknya.
"Mark, bawakan makanan baru kemari."
"Baik Tuan muda."
Mark membungkuk sedikit, lalu meninggalkan ruangan tersebut.
Seberkas cahaya muncul, dan mulai menampakkan sesosok pria dengan pakaian hitam elegan.
"Oh, apa aku mengganggu?"
Jasvier merasa tidak enak mengganggu makan malam yang sedang dilakukan Curran dengan temannya.
Namun, dia tidak bisa menahan diri untuk mengetahui informasi tentang kedatangan keluarga Lester dari Curran.
"Tidak, anda bisa duduk Yang mulia. Mark sedang menyiapkan makanan untuk anda."
Curran mengarahkan tangannya menuju kursi yang berada tak jauh darinya.
"Tentu."
Jasvier berjalan menuju kursi tersebut.
"Halo Yang mulia."
"Halo Rein."
~ Myuu.
"Hai Moku."
Jasvier mengusap kepala Rein, lalu menyapa Moku sebelum akhirnya duduk di kursi. Dia merasa terkesan melihat cara makan Moku yang terlihat elegan, meskipun dia seekor monster imut.
Curran mengerutkan keningnya, melihat tangan Jasvier yang menyentuh kepala Rein. Namun, dia tidak mengatakan sepatah kata pun.
Tak lama, Mark datang dengan troli yang berisi makanan. Lalu menyajikan makanan tersebut untuk Jasvier. Setelah itu, kembali berdiri di belakang Curran.
"Jadi, apa tujuan dari kedatangan Tuan Lester kemari?"
Jasvier mengajukan pertanyaan yang menjadi alasan kedatangan dirinya ke kamar Curran.
"Dia memberikan informasi terkait penyihir penjinak yang kita kalahkan di hutan Volker."
Uhukk uhukk.
Jasvier tersedak makanan, dia pun mengambil air lalu meminumnya.
Rein mengerutkan keningnya.
"Apa penyihir itu berasal dari wilayahnya?"
"Lebih tepatnya Benua Timur."
Curran memberikan sebuah berkas salinan informasi yang Morgan berikan saat pagi hari, kepada Jasvier.
"Bloody Moon."
"Sebuah organisasi yang menyabotase tambang emas, permata, ataupun berlian. Mereka sudah berhasil menguasai tiga daerah tambang emas yang berada di Benua timur."
"Itulah alasannya penyihir penjinak ingin berperang dengan kerajaan Xinlaire, karena di wilayah Volker terdapat tambang emas."
Rein membeku di tempat. Itu karena dia yang menyuruh Croft untuk mengambil emas yang terkandung di dalam hutan Volker.
'Croft.'
[ Tidak ada yang tersisa Master. ]
Croft menjawab panggilan, dengan kebenaran. Dia sudah mengambil habis emas disana.
Tanpa tersisa sedikit pun.
Rein menggigit bibirnya. Dia berpikir dengan cepat.
Jasvier membaca rincian informasi yang terdapat di dalam berkas. Kemudian dia menghela nafas, lalu memijit pelipisnya.
"Aku akan mengirimkan ordo kesatria kerajaan tambahan untuk wilayah Volker."
"Itu tidak perlu Yang mulia."
"Ran-"
"Yang mulia."
Curran menatap wajah Jasvier yang terlihat gelisah.
"Yang mulia, saya belum memastikan tentang adanya tambang emas di wilayah Volker."
"Bila anda mengirim ordo kesatria tambahan kesana, bukankah itu akan terlihat semakin meyakinkan bahwa ada tambang emas di sana."
Jasvier menyisir rambutnya ke belakang.
"Kau benar."
"Hubungi aku bila kau butuh bantuan."
"Saya mengerti."
Jasvier merasa lega mendengar jawaban dari temannya. Karena dia merasa tidak enak selalu meminta bantuan dari Curran, sedangkan dia sendiri belum pernah meminta bantuan darinya.
"Lalu, kapan kau akan kembali kesana?"
"Besok."
"Hm?"
Jasvier mengerutkan keningnya.
"Mulai besok kita sudah bisa menempati rumah baru."
Curran mengatakan dengan tatapan lembut yang dia arahkan pada Rein.
"Benarkah?"
"Tentu saja."
Rein tersenyum senang. Dia sudah tidak sabar untuk menyelusuri wilayah Volker, karena saat itu dia tidak sempat melihat-lihat.
"Aku sudah tidak sabar untuk besok."
~ Myuu Myuu.
Moku mengibaskan ekornya, karena akan kembali ke rumah barunya yang lebih nyaman bersama dengan Rein.
~ "Yeyeyeye, Joy punya rumah baru."
Joy berputar-putar di sekitar Croft.
[ Baiklah baiklah, berhenti berputar, kepalaku pusing. ]
Croft menarik tangan Joy agar dia berhenti berputar mengelilingi dirinya.
~ "Baik!"
Joy berseru dengan riang. Dia sangat senang bahwa sekarang dia memiliki rumah dan tinggal bersama temannya.
Jasvier memiliki senyum tipis di wajahnya, melihat kebahagiaan keluarga kecil Curran.
Mulai besok Curran akan tinggal di wilayah Volker, itu artinya dia sudah tiba lagi datang ke kamarnya untuk berdiskusi, bahkan curhat masalah kerajaan.
Jasvier makan lebih lambat dari sebelumnya, dia akan menikmati momen ini dengan sebaik-baiknya.
* * *
Di pagi harinya, Rein melakukan perpisahan dengan keluarga Crimson sebelum pergi menuju wilayah Volker.
"Jaga dirimu baik-baik."
"Tentu Ayah."
Gilbert memandang wajah Curran dengan berat hati. Dia tidak pernah menduga bahwa putranya semakin dewasa.
Lalu tatapannya jatuh pada seorang anak laki-laki yang berdiri di samping Curran.
Gilbert mengusap kepala Rein dengan lembut.
"Berhati-hatilah saat bermain di sana."
"Aku mengerti Kakek."
Gilbert tersenyum, dia menepuk-nepuk kepala Rein.
"Kakak, hubungi kediaman Crimson bila kau butuh bantuan."
Rosaly menatap Curran dengan tenang. Namun hatinya merasa sedih, bahwa dia akan semakin jauh dari Curran.
"Aku akan melakukannya."
"Itu harus."
Curran terkekeh.
"Baiklah, aku mengerti."
Rosaly tersenyum. Lalu, dia menatap Rein.
"Rein, bila disana ada yang berniat jahat padamu. Kau bisa menusukkan dengan belati."
"Baik."
Curran menggelengkan kepalanya melihat interaksi antara Rosaly dengan putranya.
"Sepertinya saya datang tepat waktu."