
"Jadi, untuk apa anda datang ke kamar saya Yang mulia?"
[ Mungkin merampok. ]
Croft menjawab pertanyaan Curran tanpa pikir panjang.
Rein menahan diri untuk tidak mengumpat, dan menyahuti ucapan Croft.
'Dia tidak seperti dirimu Croft.'
Croft memiringkan kepalanya, dan membalas pikiran Rein.
[ Tentu saja, saya sistem sedangkan dia manusia. Jelas berbeda. ]
'....'
Rein menghiraukan ocehan Croft, dia mengambil kue kering lalu memakannya.
"Lagi-lagi tim investigasi tidak menemukan apapun tentang hutan Volker."
Jasvier menjawab pertanyaan dari Curran dengan lambat.
Rein mengerutkan keningnya.
'Hutan Volker?'
[ Hutan Volker berada di wilayah Timur laut kerajaan Xinlaire, tempat itu adalah lokasi para monster. ]
'Mengapa dia mengirim tim investigasi kesana?'
[ Hm, ada sebuah festival perburuan yang akan berlangsung disana dalam sepekan. ]
Croft melayang dan berhadapan dengan wajah Rein.
[ Master, festival itu seperti sebuah kompetisi. Siapapun yang menaklukkan monster terbanyak maka wilayah itu akan menjadi miliknya. ]
Croft menjelaskan dengan antusias.
[ Master, bagaimana- ]
'Tidak.'
[ Tapi Master- ]
'Tidak.'
[ Master- ]
'Hentikan!'
Croft mengembungkan pipinya, lalu terbang ke pundak Rein dan duduk disana dengan wajah tertekuk.
Mengurus suatu wilayah?
Tidak pernah terlintas sedikitpun tentang pemikiran itu dibenak Rein, dan tidak akan pernah.
Rein lebih menyukai sebuah kebebasan yang membuat dirinya melakukan apapun yang dia inginkan, daripada terkurung dalam ruangan dengan tumpukan kertas.
Membayangkannya saja sudah membuat Rein merinding.
"Aku tidak tahu harus berbuat apa, belum lagi adikku mengancam akan bunuh diri."
Jasvier berkata dengan nada lelah. Seperti orang yang tidak makan selama setahun.
'Mengapa anggota kerajaan mengancam akan bunuh diri?'
[ Saya tidak tahu. Tapi Master, bukankah ini sebuah peluang? ]
Rein merenungkan perkataan terakhir Croft. Dia memiliki atribut alam skill suara, yang membuat dirinya bisa berkomunikasi dengan pohon. Dan dia juga memiliki Croft.
'Hm, hutan ya? Sepertinya menarik.'
Rein melirik ke arah Curran yang terdiam seperti merenungkan sesuatu.
"Ayah, bolehkah aku membantu?"
Rein mengajukan sebuah pertanyaan yang membuat ketiga pria yang berada di dalam ruangan menoleh menatapnya.
"Nak, kau ingin membantu?"
Jasvier menanggapi pertanyaan Rein dengan sebuah pertanyaan balik.
"Ya, tapi tidak gratis."
Rein tersenyum simpul setelah menjawab pertanyaan dari Jasvier.
Tidak ada yang gratis di dunia ini.
Jasvier mengerti maksud dari perkataan Rein. Meskipun dia tidak tahu batuan apa yang dimaksud oleh Rein, namun selagi itu bisa membuatnya memiliki jalan keluar dari masalah ini maka dia akan membayar berapa pun.
Asalkan dia memperoleh informasi tentang hutan Volker, dan menenangkan adiknya yang gelisah.
"Bagaimana menurutmu Ran?"
Jasvier bertanya dengan antisipasi, karena merasa melihat jalan keluar dari masalah yang dia hadapi saat ini.
Alasan dia bertanya pada Curran, karena Rein anak dari Curran. Dan lokasi yang akan mereka datangi cukup berbahaya untuk seorang anak kecil seperti Rein.
Curran terdiam cukup lama, dia merasa tidak senang saat Jasvier menganggu waktu tidur putranya.
Belum lagi Jasvier meminta dirinya untuk menempatkan Rein dalam bahaya hanya untuk mendapatkan informasi.
Tapi, Curran juga merasa bersimpati pada temannya akan masalah yang dihadapi oleh Jasvier.
Curran telah mengambil sebuah keputusan. Dia pun berkata;
"5.000 koin emas."
[ Wow. ]
Mata Croft berbinar mendengar jumlah uang yang disebutkan oleh Curran.
Rein menahan diri untuk tersenyum mendengar suara Curran. Sedangkan Jasvier menunggu lanjutan dari perkataannya.
"Ayah akan membayar mu 5.000 koin emas, bila memang kau gagal memperoleh informasi."
[ Wuuooohhhh. ]
Curran mengelus kepala Rein lembut, dengan senyum tipis di wajahnya. Namun dalam 2 detik kemudian Curran memasang wajah datar dan menatap dengan tajam ke arah Jasvier.
"Dan kau harus membayarnya dengan harga 10x lipat, bila putraku mendapatkan sebuah informasi dari hutan tersebut."
[ Huh? 10x lipat? ]
Croft menatap sepuluh jari mungil miliknya.
[ Wow, Master. Kita akan punya banyak koin emas!! Hahaha. ]
Jasvier tersenyum lega, seolah semua beban yang ada di pundaknya menghilang.
"Terimakasih Ran, aku akan membayar seperti yang kau minta."
[ Hahaha- uhuk uhukk. ]
Rein hanya memasang wajah datar melihat Croft yang tersedak saat tertawa.
"Mark."
Curran memanggil.
"Saya disini Tuan muda."
Mark menanggapi panggilan dari Curran.
"Panggil Kendrick kemari."
"Baik Tuan muda."
Curran bangkit dari posisinya setelah mendengar tanggapan dari Mark. Dia mengangkat Rein, lalu menggendongnya.
Rein mulai membiasakan diri saat dirinya di perlakukan seperti seorang anak kecil. Sedangkan Jasvier mencoba untuk membiasakan dirinya saat melihat Curran melakukan kontak fisik dengan putranya.
"Saya menyapa matahari kerajaan Xinlaire."
Kendrick melakukan etiket seorang kesatria saat berhadapan dengan keluarga kerajaan.
"Berdirilah, aku datang sebagai temannya Curran."
Curran mengalihkan pandangannya dari mereka berdua, dan menatap ke arah Mark. Lalu memanggilnya.
"Mark."
"Ya Tuan muda."
"Pergilah istirahat, kami akan kembali saat pagi tiba."
"Saya mengerti, pelayan ini mengharapkan keselamatan anda semua."
"Hm."
Mark tersenyum tenang, kemudian meninggalkan ruangan tersebut.
"Kendrick, hutan Volker."
"Dipahami."
Kendrick merobek gulungan kertas teleportasi, lalu mereka berempat menghilang dari ruangan tersebut.
* * *
Rein membuka matanya saat merasakan udara dingin yang menusuk kulitnya.
Hutan gelap nan luas terlihat di hadapan mereka, pohon yang menjulang tinggi, besar dengan daun hijau gelap yang rimbun, udara dingin yang menusuk, serta aura mencekam yang mereka rasakan saat tiba.
[ M-master, ini ... Ini. ]
Rein merasa bingung dengan Croft yang tergagap saat memanggil dirinya.
'Ada apa?'
Croft menoleh menatap wajah Rein, dia tidak segera menjawab pertanyaan dari Rein melainkan melayang di atas kepalanya dan mendarat disana.
[ Master, hidup itu memang sulit. Bagaimana kalau kita merampok putra mahkota? Lalu pergi meninggalkan kerajaan ini. ]
Rein terdiam mendengar tanggapan Croft yang menyuruhnya untuk meninggalkan kerajaan ini.
'Apa itu kabar buruk?'
[ .... ]
'Jadi begitu.'
Rein menahan diri untuk menghela nafas panjang.
"Ayah, aku ingin turun."
Curran dengan perlahan menurunkan Rein ke bawah.
Rein menatap ke arah Jasvier.
"Yang mulia, 10x lipat."
Jasvier terkekeh kecil.
"Aku mengerti, Nak."
Rein tersenyum tipis, kemudian melangkah mendekati pohon besar yang tak jauh darinya.
'Croft, beritahu aku bagaimana cara berkomunikasi dengan pohon?'
[ Master- ]
'Croft, aku bukan seorang pengecut.'
Croft terdiam sejenak, sebelum akhirnya menanggapi pertanyaan Rein.
[ Anda hanya perlu menyentuh pohon tersebut, dan mulai bicara. Nanti pohon itu akan menanggapi ucapan Anda. ]
Rein melakukan seperti yang diucapkan oleh Croft, dan mulai berbicara dengan pohon.
"Wahai pohon, bisakah kita bicara. Aku memiliki pertanyaan untukmu."
Daun pohon yang Rein sentuh bergoyang sebentar seperti menanggapi ucapan Rein. Tak lama terdengar suara yang dalam namun tenang di pikiran Rein.
~ "Sungguh luar biasa, ini pertama kalinya aku bertemu dengan manusia yang ingin bicara denganku. Nak, apa kau mendengar suaraku?"
"Ya."
~ "Begitu ya. Jadi, pertanyaan apa yang ingin kau tanyakan padaku?"
"Apa kau tahu sesuatu tentang hutan ini?"
~ "Hm ... Ada seorang manusia, dia bisa mengendalikan banyak monster yang ada di dalam hutan ini."
"Berapa?"
~ "Ada sekitar seribu monster yang tinggal di hutan ini dengan tingkatan yang berbeda."
"Kapan?"
~ "Manusia itu pernah berkata, bahwa dia akan memulai perang di tempat ini dalam 7 hari ke depan."
"****!!!"