Suddely Became A Child

Suddely Became A Child
Eps 18


Praanngg...


Rein menjatuhkan gelas susu yang di pegang olehnya. Dia terkejut dengan informasi yang baru saja diberitahu oleh Croft.


Awalnya dia berpikir emas yang di maksud oleh Croft ialah emas pada umumnya atau emas milik musuh, namun ternyata itu adalah tambang emas.


"Rein, apa kau baik-baik saja?"


Valerie bertanya dengan nada khawatir, karena wajah Rein terlihat syok seperti baru saja mendengar berita buruk.


"Apa kau yakin?"


Rein menghiraukan pertanyaan dari Valerie, dan bertanya pada Croft kebenaran dari informasi yang dia dapat.


[ Tentu saja, saya sangat yakin. ]


"Tuan muda Rein, apa sesuatu telah terjadi?"


Mark melangkah mendekati Rein dan bertanya padanya. Dia mengetahui bahwa Rein bisa mendengar suara pohon, jadi dia menduga bahwa kabar yang di peroleh oleh Rein adalah kabar buruk mengenai Curran.


Namun sekali Rein menghiraukan pertanyaan yang diajukan padanya, dia menendang tanah yang membuat tubuhnya melayang di udara.


"Bawa aku kesana."


[ Siap Master. ]


Rein melayang dan melesat masuk ke dalam hutan meninggalkan orang-orang yang bingung dan khawatir di belakangnya.


"Rein!"


Valerie terkejut melihat Rein yang langsung masuk ke dalam hutan secara tiba-tiba.


Mark memiliki ekspresi serius di wajahnya, begitu juga dengan Kendrick karena dia di perintahkan untuk menjaga Rein. Namun Rein masuk ke dalam hutan tanpa sepengetahuan dirinya.


"Kita ikuti."


Mark mengatakan dua hal, lalu berlari cepat masuk ke dalam hutan diikuti oleh Kendrick di belakangnya.


"Apa, apa yang terjadi? Mengapa mereka masuk ke dalam hutan?"


Salah satu bangsawan mengajukan sebuah pertanyaan yang tidak tahu kepada siapa dia bertanya. Yang pasti, dia membutuhkan jawabannya.


"Tenang, tenang semuanya."


William mengucapkan sepatah kata untuk menenangkan para bangsawan yang terlihat bingung, waspada, serta panik akibat kejadian tadi.


"Sir Alex, ikuti mereka."


William memerintahkan salah satu kesatria kerajaan untuk mengikuti seorang bangsawan yang masuk ke dalam hutan secara tiba-tiba.


"Sesuai perintah anda Yang mulia."


Seorang pria membungkuk hormat sebentar, lalu berlari masuk ke dalam hutan Volker.


"Kalian semua bisa duduk dengan tenang."


William melambaikan tangannya, menyuruh agar mereka kembali bersikap seperti biasa seolah-olah tidak terjadi apa-apa.


Semuanya berusaha bersikap tenang, dan kembali mengobrol dengan yang lainnya. Meskipun pikiran mereka masih memikirkan kejadian tadi.


"Andrew."


"Saya di sini Yang mulia."


"Siapa anak itu?"


"Setahu saya, dia adalah anak angkat dari tuan muda Curran keluarga Duke Crimson wilayah barat."


"Hmm."


William memikirkan setiap ekspresi yang di tunjukkan pada wajah Rein, lalu merenungkan dalam benaknya.


Di dalam hutan, Rein telah sampai di lokasi tambang emas yang di maksud dengan teleportasi yang di lakukan oleh Croft.


Ternyata tempat tersebut terdapat banyak monster yang berjaga, sekitar ada sepuluh monster dengan tingkat B yang mengelilingi wilayah tersebut.


[ Master, apa yang harus kita lakukan sekarang? ]


Croft yang sedang duduk di pundak kanan Rein bertanya padanya.


"Apalagi, tentu saja kau yang harus mengambilnya."


Rein menjawab dengan santai.


[ Hm? Mengapa saya? Bukankah anda bisa menjinakkan mereka semua dengan skill hacker. ]


Rein terkekeh kecil, lalu menjawab ucapan Croft.


"Croft, kalau kau bisa melakukannya, mengapa harus aku?"


[ Saya mengerti, saya mengerti. ]


Croft melayang di udara, lalu menghilang dan masuk ke dalam tanah untuk mengambil semua emas yang terdapat di dalamnya.


Beberapa menit kemudian Croft muncul kembali dengan senyum puas yang terdapat di wajahnya.


"Sepertinya berhasil."


[ Tentu saja. ]


Croft berseru dengan bangga.


"Kerja bagus."


Wajah Croft berseri-seri saat di puji oleh Rein.


"Croft, apa di sistem ada tempat yang bisa menampung makhluk hidup?"


"Aku ingin memelihara mereka."


Rein berkata dengan senyum yang menghiasi wajahnya, saat matanya memandang ke arah monster di hadapan mereka berdua.


Setelah di perhatikan dengan baik, ternyata monster-monster yang ada di hutan Volker mirip dengan hewan. Meskipun bentuknya berbeda, namun Rein berniat untuk memeliharanya.


Croft memiliki ekspresi yang aneh di wajahnya, saat melihat mata berbinar Rein begitu melihat monster. Namun dia tetap memberitahunya.


[ Ada, nama fiturnya Ruang Dimensi. Fitur ini memiliki- ]


"Langsung beli saja, aku akan menjinakkan mereka."


Rein memotong ucapan Croft yang ingin memberinya informasi tentang fitur Ruang Dimensi.


Rein keluar dari tempat persembunyian yang membuat keberadaan dirinya di ketahui oleh para monster.


Kyaakk..


Ggrrrmmm..


Rein mengarahkan telapak tangannya ke depan para monster yang sedang menuju ke arahnya.


"Hack."


Rein menghentikan pergerakan para monster, lalu dia mencari sihir dari penyihir penjinak. Setelah ketemu, dia pun menghancurkan sihir tersebut yang membuat para monster merintih kesakitan.


"Aku majikan kalian sekarang."


Setelah menghancurkan sihir milik penyihir penjinak, Rein menanam sebuah kata di dalam benak para monster bahwa dialah majikan mereka.


Orang yang tidak boleh mereka lawan atau inti magis yang terdapat di jantung mereka akan meledak, dan hal itu dapat membuat mereka mati.


Ini seperti merusak sistem pertahanan, lalu memasukkan virus ke dalamnya. Dimana, saat mereka mencoba melacak keberadaannya maka virus tersebut akan menghancurkannya.


Rein menyeringai kecil saat pekerjaannya selesai.


Uhukk.


"Ck, efek samping sialan."


Rein mengusap darah dari mulutnya, lalu mengelus kepala monster yang sudah dia jinakkan.


[ Master, saya sudah membelinya. Haruskah saya masukkan mereka ke dalam? ]


"Ya."


Rein mengangguk setuju.


Croft melambaikan tangan ke arah para monster, tak lama mereka pun menghilang dari pandangan mereka.


[ Saya sudah melakukannya. Apa kita akan kembali? ]


"Kembali? Mengapa kita harus kembali? Mari kita lihat pertarungan Curran dan yang lain."


Rein tidak memiliki niat mendengarkan omong kosong para bangsawan, jadi dia memilih untuk menonton pertarungan Curran dan yang lainnya melawan penyihir penjinak.


[ Baiklah, mari kita lihat. ]


Croft melakukan teleportasi yang membuat mereka berdua langsung menghilang dari lokasi tersebut.


* * *


Duuaarrr..


~ "Ya ampun manusia, berhati-hatilah saat bertarung. Kau hampir saja terkena ledakan.


Joy mengangkat tubuh Farenzo menggunakan anginnya ke tempat yang lebih aman. Lalu matanya memperhatikan Curran dan Jasvier yang masih bertarung melawan penyihir bintang 10, Denzel.


Farenzo terengah-engah. Nafasnya terasa sesak, dia tidak mendengar suara Joy yang mengkhawatirkan dirinya.


Terlalu banyak suara yang terdengar oleh telinganya, pupil matanya bergetar saat udara dingin mulai menyelimuti seluruh tubuhnya.


~ Mengapa kau tidak mati saja?


~ Kau lemah, jadi lebih baik mati.


~ Gunakan pedangmu untuk bunuh diri.


~ Kau tidak berguna, untuk apa hidup?


~ Cepat bunuh diri!!


~ Dasar sampah! Mati sana!


~ Dunia ini tidak adil, jadi mati saja!


~ Ayo bunuh diri!!


'Tuan muda Rexxon.'


Farenzo terkejut mendengar suara anak kecil yang masuk ke dalam pikirannya.


'Siapa?'


'Ini aku Rein Crimson.'


'Adik kecil?'


'Aku bukan adikmu!'


Seulas senyum tipis terukir di wajah Farenzo mendengar nada penolakan Rein saat dia memanggilnya adik.


'Apa yang kau lakukan? Bukankah kau ingin membunuh penyihir itu. Jadi, apa yang kau lakukan?'