Suddely Became A Child

Suddely Became A Child
Eps 16


"Mengapa kau bersama dengan putraku?"


~ "Kau menyadarinya? Padahal aku sudah menghilangkan hawa keberadaan ku."


"Sepertinya ketawa jelek mu itu sudah menghilang."


Curran mengucapkan kata ejekan dengan sangat santai dan ringan. Tatapannya masih lembut saat memandang wajah Rein yang sedang tidur.


~ "Seperti biasa, kau sangat kasar manusia merah."


Joy membalas dengan tatapan tajam, meskipun dia tahu kalau Curran tidak bisa melihat dirinya.


Croft menatap perdebatan yang akan mereka mulai dari atas lampu tidur, dengan popcorn yang telah dia beli di fitur market.


"Jawab saja pertanyaan ku."


~ "Pertanyaan mana yang kau maksud?"


"Mengapa kau bersama dengan putraku?"


~ "Itu karena putramu manusia yang unik."


"Apa maksudmu?"


~ "Dia bisa melihat ku, wujud asliku."


Curran terdiam sejenak, sebelum menyahuti ucapan Joy.


"Pasti wujud mu sangat jelek."


~ "Sialan kau!!"


Curran menghela nafas panjang mendengar umpatan yang di lontarkan oleh Joy.


"Lindungi putraku."


Joy tertegun mendengar nada lemah dan kasih sayang dari Curran.


Saat pertama kali Joy melihat Curran, Curran terlihat menyedihkan dengan tatapan kosong dan senyum kecut yang tergambar dari wajahnya.


Setelah itu Joy menyadari bahwa Curran bisa mendengar suaranya, dia pun mulai mengajak Curran bicara meski jawaban yang dia terima adalah hinaan dan suara datar.


Namun, kini Joy melihat sisi yang berbeda dari Curran. Tatapannya yang lembut, senyuman yang terlukis di wajah, dan aura positif yang dia rasakan.


Itu berbeda dengan pertemuan pertama mereka. Dan Joy sangat menyukai perubahan positif yang dia lihat. Kini Joy yakin keputusan untuk melakukan kontrak dengan Rein tidak salah.


~ "Tentu saja, aku akan melindungi cutie pie dengan baik."


Joy membalas dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.


Curran mengerutkan keningnya.


"Cutie pie?"


~ "Benar, itu nama panggilan yang aku buat untuk putra mu."


"Itu terdengar menggelikan di telinga ku."


~ "Dasar berengsek! Sudahlah, aku akan tidur bersama Cutie pie."


Joy terbang ke sisi Rein, lalu tidur menghadap wajah Rein.


Curran hanya tersenyum tipis mendengar nada kesal Joy.


[ Sepertinya sudah selesai. ]


[ Hm? Aku mencium bau emas. ]


Croft menaruh popcorn ke dalam inventori, lalu melayang dan mendarat di atas kepala Curran.


Curran merasakan sihir yang mengarah ke arah kamarnya, dia berdiri dari kasur dan menunggu seseorang yang akan muncul.


Sebuah cahaya muncul lalu secara perlahan seorang pria rambut kuning yang memakai pakaian bangsawan terlihat saat cahaya tersebut kian memudar.


"Yang mulia."


"Ran, aku butuh bantuan mu."


* * *


Rein melihat pohon yang selalu berbeda saat kereta kuda bergerak maju. Kini dia berada di dalam kereta kuda keluarga Crimson yang akan menuju ke lokasi Festival perburuan di laksanakan, hutan Volker.


Rein duduk di pangkuan Curran. Gilbert tidak bisa menghadiri festival perburuan, karena dia perlu melindungi wilayah Duchy Crimson. Sedangkan Rosaly adalah penerus wilayah, jadi dia tidak diperkenankan untuk hadir di acara tersebut.


~ "Kalau kita menggunakan kekuatan ku, pasti kita sudah cepat sampai di lokasi."


Rein mengabaikan Joy yang selalu mengatakan omong kosong sejak mereka berangkat. Semenjak Joy melakukan kontrak dengan Rein, dia selalu berbicara dengan Curran meskipun itu hal sepele.


Rein tidak memperdulikan hal itu, lagipula dia sudah memiliki kekuatan roh angin. Yang sedang dia pikirkan saat ini adalah kejadian yang akan terjadi di hutan Volker.


"Apa kau takut?"


"Tidak."


Rein membalas dengan singkat dan matanya masih fokus melihat ke arah jalanan.


Curran tidak bertanya lebih lanjut, dia mengira Rein sedang melihat pemandangan yang sedang mereka lewati.


Tak ada percakapan yang terjadi diantara mereka, hingga waktu dengan cepat berlalu dan mereka telah sampai di lokasi hutan Volker.


Curran keluar dari kereta dengan Rein yang berada dalam gendongannya.


Banyak tenda yang sudah di bangun berada di depan hutan Volker, bahkan tenda sang Raja pun ada namun berada sedikit jauh dari hutan tersebut.


Curran berjalan melewati beberapa tenda yang sedang di huni oleh para bangsawan yang berpartisipasi dalam festival perburuan.


Banyak dari mereka yang terkejut melihat Curran mengendong seorang anak kecil. Ini menjadi sebuah tanda tanya di otak mereka, namun bagi sebagian orang yang sudah mengeti hanya berdiam diri.


Karena mereka tahu, Curran bukanlah seseorang yang bisa mereka nganggu.


[ Hm? Master ini aneh. ]


Suara Croft terdengar di pikiran Rein. Semenjak ada Joy, Croft lebih sering mengobrol dengannya lewat pikiran agar informasi tertentu tidak bocor.


'Katakan.'


[ Saya mencium bau emas di sekitar kedalaman hutan. ]


'Ho! Benarkah?'


[ Itu benar. Tapi ini aneh, mengapa saat kita kemari menyembunyikan sebuah bom saya tidak bisa menciumnya? ]


'Tidak peduli apapun itu, kita telah menemukan kebenarannya.'


[ Sepertinya begitu. Jadi, haruskah kita merampoknya? ]


'Mari kita lihat nanti.'


"Salam Tuan muda Crimson, Yang mulia putra mahkota dan tuan muda Rexxon sudah berada di dalam."


Curran mengangguk mendengar informasi yang di berikan oleh penjaga tenda, lalu dia masuk bersama dengan Rein dan Mark yang berada di belakang. Sedangkan Kendrick berjaga di luar tenda.


"Ran."


Jasvier langsung berseru senang saat melihat Curran datang bersama dengan Rein dan Mark di belakangnya.


"Saya memberi hormat kepada matahari kerajaan Xinlaire."


"Baiklah, kau boleh duduk."


Rein duduk di pangkuan Curran. Matanya melihat seorang pemuda laki-laki yang memiliki rambut hitam dan netra biru gelap, sedang duduk di sebelah Jasvier dengan seekor kucing hitam yang memiliki warna mata yang sama.


[ Mata pemuda ini terlihat sama dengan anda, Master. ]


Croft yang duduk di atas kepala Rein, menyampaikan pemikirannya.


'Tidak, warna matanya sedikit lebih gelap dariku.'


[ Hm? Tapi saya tidak membahas warna matanya. ]


Rein terdiam. Dia merilekskan tubuhnya yang sedikit menegang setelah menyadari maksud dari perkataan Croft.


~ "Hei, sepertinya manusia ini bisa mendengar suaraku."


Joy berputar mengelilingi kepala pemuda rambut hitam, lalu melayang kembali ke sisi Curran dan Rein.


Pemuda rambut hitam tersebut terkejut dalam beberapa detik saat mendengar suara asing di telinganya, padahal belum ada yang memulai percakapan di antara mereka.


"Ran, perkenalkan dia adalah Farenzo Rexxon. Putra ketiga dari Duke Rexxon wilayah Utara, dia akan ikut dalam kelompok kita."


Jasvier mulai memperkenalkan pemuda yang duduk di sebelahnya pada Curran.


Farenzo Rexxon, seorang pemuda berusia 15 tahun yang sudah melakukan kontrak dengan hewan magis Black Tiger, dan kini berubah menjadi seekor kucing.


"Senang bertemu denganmu, namaku Curran Crimson. Semoga kita bisa bekerja sama dengan baik."


"Saya juga senang bertemu dengan anda, saya harap kita bisa melakukannya dengan baik."


"Tentu, dan ini adalah putraku."


Senyum Farenzo langsung kaku mendengar pernyataan yang diucapkan oleh Curran.


"Putra?"


"Benar, dia putraku. Namanya Rein Crimson."


Curran memperkenalkan Rein dengan senyum tipis yang terlukis di wajahnya.


Namun, perkenalan tersebut membuat Farenzo langsung menatap wajah kecil Rein yang sedang menatap dirinya dengan polos.


'Ini aneh, anak ini tidak ada di kehidupan ku sebelumnya.'