
Saat ini Rein sedang dalam perjalanan menuju Green Forest dengan Mark yang memimpin jalan.
Dan Croft yang memberitahunya tentang kabar bahagia. Mungkin.
[ Master kita telah memperoleh 100 juta poin setelah menukarkan berlian putih saat malam itu. ]
Rein mendatarkan wajahnya mendengar pernyataan Croft.
'Bukankah aku sudah memberitahu mu untuk mengambil satu.'
Croft mendengus, lalu membalasnya.
[ Master, kalau bisa semua mengapa harus satu? Lagipula saya melakukannya demi kebaikan anda. ]
'Katakan!'
Rein meminta pada Croft untuk menjelaskan apa yang dimaksud dari ucapannya.
Croft melayang dan duduk di pundak Rein, lalu menyilangkan kakinya.
[ Saya sudah menaikkan level saya hingga batas tertentu. ]
'....'
Croft yang tidak menerima tanggapan pun melanjutkan ucapannya.
[ Saya juga menaikkan status level kemampuan atribut milik anda menjadi rank L, dan menaikkan status kesehatan serta kekuatan menjadi 50%.
Bagaimana bukankah itu keren? ]
Rein menutup matanya sebentar, sebelum membukanya kembali. Lalu menanggapi ucapan sombong Croft.
'Itu terdengar sangat mudah bagiku.'
Apa kalian pernah mendengar sebuah kecelakaan saat berada di jalan tol?
Terkadang jalan yang mulus belum tentu aman, hal itu bisa membuat kita terlena hingga tak menyadari bahwa ada bahaya di depan mata.
Seperti, saat kita nyaman dengan seseorang namun berakhir dengan sebuah pengkhianatan maupun perpisahan.
Kebahagiaan itu bukan hanya sebuah berkah, namun juga bisa menjadi sebuah ujian untuk kita.
[ Bukankah itu bagus? ]
'Air yang tenang belum tentu aman.'
Croft terdiam. Dia tidak mengerti maksud pernyataan Rein.
"Tuan muda Rein, kita sudah sampai."
Hamparan tanaman berwarna-warni terlihat jelas, dengan beberapa pohon besar yang berada di depan seolah-olah melindungi tanaman herbal yang berada di dalamnya.
Ekspresi Rein berubah menjadi aneh saat melihat hutan hijau, tidak, lebih tepatnya dengan banyak suara yang terdengar oleh telinganya.
~ Hm, apa sudah waktunya manusia berkunjung?
~ Setahuku masih ada waktu beberapa hari lagi untuk mereka datang.
~ Oh aku baru pertama kali melihat manusia itu, apa dia baru?
~ Hei manusia kecil itu bukankah terlihat imut.
~ Apa manusia kecil itu akan mengambil tanaman diantara kita?
~ Aku tidak tahu, tapi semoga saja aku di ambil olehnya.
'Apa-apaan ini!!! Mengapa banyak suara yang aku dengar?'
Rein merasa frustasi karena banyak suara yang dia dengar oleh telinga kecilnya.
Croft tersenyum tipis, lalu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pikiran Rein.
[ Itulah hal uniknya Master, tanaman disini memiliki magis sehingga suaranya langsung terdengar oleh anda bahkan tanpa harus menyentuhnya. ]
'Itu terdengar merepotkan bagiku.'
"Tuan muda Rein!!"
Rein tersentak mendengar suara keras Mark. Dia pun mendongak lalu melihat Mark yang menatap cemas kearahnya.
'Sial! Croft apa kau bisa menghentikan suara itu? Aku tidak bisa mendengar kalimat yang diucapkan oleh Mark.'
Croft mengangguk, lalu dia menjentikkan jarinya dan suara-suara yang terdengar mulai mengecil secara perlahan.
"Tuan muda Rein!!!"
"Ya Paman Mark."
Mark menghela nafas lega mendengar Rein yang menanggapi panggilannya. Dia merasa cemas dan bingung melihat Rein yang hanya terdiam setelah melihat hutan hijau.
"Tuan muda Rein, saya dari tadi memanggil anda, namun anda hanya berdiam saja. Apa sesuatu terjadi?"
"Paman Mark, bisakah kita masuk ke dalam hutan? Aku akan memberitahumu saat di dalam."
Mark terdiam selama beberapa menit, sebelum menyetujui ucapannya.
"Saya mengerti Tuan muda kecil."
Rein memasuki hutan hijau bersama dengan Mark yang berada di belakangnya.
Saat memasuki hutan, tanaman yang Rein lihat sedikit memiliki sinar, bahkan ada yang bergoyang ke kanan dan ke kiri, serta suara-suara yang terdengar sangat banyak.
"Ini luar biasa."
Rein berdecak kagum melihat sesuatu yang belum pernah dia lihat sebelumnya.
Meskipun terdengar sangat merepotkan saat mendengar banyak suara, tapi dilihat bagaimanapun juga ini tetap luar biasa.
Mark terkejut melihat banyak tanaman yang bersinar, seolah-olah menyambut kedatangan mereka.
"Paman Mark, aku bisa mendengar suara para tanaman disini tanpa harus menyentuhnya."
Rein menjeda ucapannya sejenak, sebelum melanjutkannya lagi.
"... Bisakah kita tinggal disini sedikit lebih lama?"
"Tentu, sesuai keinginan anda."
Rein mengangguk puas, lalu mengalihkan pandangannya ke depan.
"Namaku Rein Crimson, salam kenal."
Rein memperkenalkan dirinya pada para tanaman, karena merasa canggung saat di sebut manusia kecil oleh mereka.
Tanaman yang ada di sana bersinar lebih terang dari sebelumnya, bahkan ada salah satu tanaman yang mengeluarkan aroma segar yang membuat rileks.
Rein tersenyum kecil melihat respon mereka, namun pikirannya sedang bertanya pada Croft.
'Katakan padaku, hal menarik apa yang ada di hutan ini?'
Croft terkekeh kecil, lalu menjawab pertanyaan dari pikiran Rein.
[ Kita hanya perlu menunggunya. ]
'Menunggu?'
[ Benar, dan selama menunggu ada sesuatu yang ingin saya sampaikan kepada anda. ]
'Katakan.'
Croft melayang ke hadapan Rein.
[ Saya membeli 2 fitur dari sistem yang cocok untuk anda. ]
'Jelaskan.'
[ Fitur pertama, yaitu Market. Di fitur ini kita bisa membeli atau menjual sesuatu yang akan di beli oleh pemilik sistem antar dimensi.
Kita bisa menjual ramuan disini, lalu mendapatkan banyak koin emas. Haha- ]
'Lanjutkan.'
Croft memasang wajah cemberut karena Rein menghentikan tawanya, namun dia tetap melanjutkan perkataannya.
[ Fitur kedua adalah Magical Pouch. Anda bisa menyerap magis yang ada di alam sekitar, fitur ini akan menyimpan magis yang telah anda serap.
Dan anda bisa menggunakan magis yang telah anda simpan, lalu mengubahnya menjadi sihir.
Anda bisa menggunakan sihir kapan saja, tanpa harus membebani tubuh anda yang lemah ini. ]
Rein merapatkan bibinya, lalu melengkung ke atas membentuk senyuman.
'Itu cukup berguna.'
[ Memang! ]
Croft berseri dengan bahagia.
'Aku memiliki satu pertanyaan.'
Croft memiringkan kepalanya ke samping, lalu menunggu kalimat selanjutnya yang akan diucapkan oleh Rein.
'Disini tidak ada jaringan, bukankah itu artinya skill hacker yang aku miliki tidak berguna?'
Rein memikirkan hal ini sangat melihat tidak ada lampu atau hal yang terkait dengan energi listrik. Semua hal itu hanya terkait dengan sihir atau batu sihir.
Kening Croft berkerut, kemudian dia tersenyum.
[ Master, saat pertama kali kita bertemu, bukankah saya sudah mengatakannya. Ini adalah dunia dimana pedang, sihir, dan monster ada. ]
Butuh beberapa menit bagi Rein untuk mengerti apa yang dimaksud oleh ucapan Croft.
'Aku mengerti.'
Croft mengangguk puas, lalu berkata;
[ Tapi anda akan memiliki efek samping saat menggunakan skill hacker. ]
'Mengapa?'
Croft melayang dan duduk di atas kepala Rein, kemudian dia mengelus rambut merah muda milik Rein.
[ Di kehidupan sebelumnya, anda menggunakan skill itu sesuatu yang buruk. Itu sebabnya akan ada efek samping saat anda menggunakannya. ]
'....'
Rein kehilangan kata-kata, karena apa yang diucapkan oleh Croft memang benar. Dia memang melakukan hal buruk dengan skill itu.
[ Anda tenang saja, efek sampingnya sangat ringan sehingga tidak akan menyebabkan kematian untuk anda.
Anda hanya akan mengalami mimisan, batuk darah, dan terakhir pingsan. Bukankah itu ringan? ]
"Hm!"
Rein tanpa sadar mengeluarkan suara protesnya.
Beberapa detik kemudian Rein menyadari kesalahannya, dia lupa bahwa masih ada Mark dibelakangnya.
Rein mengambil langkah kecil, lalu berjongkok di hadapan beberapa tanaman mungil. Kemudian dia mengelus tanaman tersebut.
~ Kyaaaa, aku di elus sama Rein imut.
~ Ah aku juga mau!
~ Aku aku aku.
~ Oh tidak, aku mimisan melihat keimutan Rein.
~ Eh, sejak kapan tanaman mimisan?
~ ....
"...."
[ .... ]
~ "Hihihihi."
[ Oh dia akhirnya datang. ]