
~ "Hihihi, permainan tadi sangat seru. Menyembunyikan benda bulat ke dalam tanah, ternyata rasanya menyenangkan hihihi."
Rein menatap malas ke arah roh angin yang cekikikan tidak jelas.
Mereka baru saja selesai menyembunyikan sebuah bom yang Rein beli di fitur market, di hutan Volker.
Roh angin melayang ke hadapan Rein.
~ "Hihihi, aku sangat senang bermain denganmu. Apa kau mau menjadi kontraktor ku? Hihihi."
Sudut mulut Rein berkedut, sedangkan Croft menyeringai di atas kepala Rein.
'Aku sudah menunggu kalimat itu sejak tadi.'
Croft mengangguk, lalu menyahuti pikiran Rein.
[ Master, saat anda menjadi kontraktor roh angin, maka dia akan bisa melihat saya. Tapi anda tenang saja, masalah yang berhubungan dengan sistem akan tetap menjadi rahasia. Kemungkinan, dia akan mengira saya sebagai roh pelindung anda. ]
'Itu terdengar bagus.'
Rein tersenyum tipis, lalu menjawabnya.
"Baiklah, lagipula aku juga senang bermain denganmu."
~ "Hihihi, kalau begitu beri aku nama."
Wajah Rein kaku saat mendengar suara roh angin. Jujur saja, dia tidak berbakat dalam memikirkan sebuah nama. Saat Rein menamai sistem pun, dia menggunakan nama belakangnya.
Croft yang menyadari bahwa Rein dalam kesusahan, dia pun mengajukan pendapatnya.
[ Bagaimana dengan nama Joy? Nama itu memiliki arti kebahagiaan, sesuai dengan kepribadian roh angin yang senang bermain dan tertawa tidak jelas. ]
'Kau yang terbaik.'
Croft memasang wajah bangga mendengar pujian dari Rein.
"Joy, namamu Joy."
Roh angin menutup matanya, tak lama cahaya menyelimuti roh angin, lalu berubah menjadi bola cahaya keabu-abuan. Kemudian bola cahaya tersebut masuk ke dalam tubuh Rein.
"Ugh."
Rein mengerang pelan, tangannya menyentuh bagian dada saat dia mulai merasakan sesak nafas.
[ Tenang saja Master, kekuatan Joy sedang menyatu dengan tubuh anda. ]
'Berapa lama!'
[ Sebentar lagi. ]
Di detik berikutnya, rasa sesak yang dirasakan Rein secara bertahap mulai menghilang. Dia bisa merasakan kekuatan roh angin yang menyatu dengan tubuhnya.
Dan Rein merasa bahwa tubuhnya sangat ringan seolah-olah semua beban telah menghilang dari pundaknya.
Bola cahaya keabu-abuan keluar dari tubuh Rein, kemudian secara perlahan membentuk seorang pria muda yang seukuran dengan Croft, namun memiliki tanda angin di tengah-tengah keningnya.
~ "Hihihi, namaku Joy si roh angin. Hm?"
Joy yang baru saja memperkenalkan dirinya terhenti, lalu memiringkan kepalanya saat melihat makhluk yang sama dengannya sedang duduk di atas kepala Rein.
~ "Siapa kau?"
[ Namaku Croft, roh pelindung milik Master. ]
Joy menatap dengan polos.
~ "Master?"
Croft mengangguk.
[ Benar, itu nama panggilan yang aku buat untuknya. ]
Croft menepuk kepala Rein saat mengatakan kalimat tersebut.
Mata bulat Joy berbinar-binar, lalu menatap wajah Rein.
~ "Apa Joy juga boleh membuat nama panggilan untuk Rein?"
Wajah Rein sedikit bermasalah melihat tatapan berbinar dari Joy, namun dia menyetujui permintaan dari Joy. Karena bagaimanapun juga Joy sudah membantunya.
"Baiklah, kau boleh memanggil ku sesukamu."
Joy terbang berputar-putar saat dirinya dibolehkan membuat nama panggilan untuk Rein.
~ "Hihihi, terimakasih Cutie pie."
"Huh?"
~ "Benar, itu nama panggilan yang Joy buat."
"Mengapa ... Cutie pie?"
Rein tidak merasa keberatan dengan nama panggilan apapun, tapi nama panggilan yang dibuat Joy bukankah terlalu aneh? Dia kan manusia, bukan makanan.
~ "Karena Cutie pie terlihat manis saat tersenyum."
Joy berseru heboh dengan menyentuh kedua pipinya, dan membayangkan saat Rein tersenyum untuknya.
Rein menatap Joy dengan aneh.
'Aku tersenyum untuk menipunya, apa itu terlihat manis?'
Croft cekikikan mendengar pertanyaan yang diajukan oleh pikiran Rein.
Rein mengabaikan dua makhluk aneh, lalu dia mencoba terbang menggunakan kekuatan Joy yang sudah menyatu dengan tubuhnya.
Rein mengumpulkan angin di bagian kakinya, yang perlahan-lahan dirinya melayang di atas tanah.
Joy memekik heboh melihat Rein yang sudah menguasai kekuatan roh angin.
"Mari kita kembali."
~ "Baik."
[ Oke. ]
* * *
Rein sekali lagi menatap kosong melihat Mark yang memeriksa tubuhnya untuk memastikan tidak ada luka.
"Syukurlah anda baik-baik saja."
Rein hanya mengangguk sebagai balasan, karena tidak tahu harus berkata apa.
~ "Cutie pie, para tanaman bilang kalau manusia tua ini selalu berdiri disini saat kita pergi hingga kembali."
~ "Kaki manusia tua ini pasti sangat kuat."
Joy berputar mengelilingi kaki Mark saat suaranya terdengar oleh Rein.
[ Dia sangat patuh. ]
Rein setuju dengan komentar yang diberikan Croft. Padahal Mark bisa saja bersantai saat menunggunya kembali.
"Paman Mark, aku merasa lelah saat bermain dengan roh angin. Bisakah kita istirahat sebentar disini?"
Rein menatap dengan wajah lelah. Dia merasa lelah dengan semua yang terjadi padanya saat menjadi anak kecil.
Mark menyetujui permintaan Rein, lalu mencari tempat untuk berteduh dan membersihkan tempat tersebut agar Rein bisa duduk di sana.
Rein memandang dengan datar.
~ "Kalau gitu Joy akan mencari buah untuk kita makan."
Joy terbang melesat ke dalam hutan.
Rein menghela nafas, lalu duduk di tempat yang sudah di bersihkan dan bersandar pada pohon besar yang memiliki daun hijau gelap.
Pohon tersebut menggerakkan dahannya agar sinar matahari tidak menganggu waktu Rein istirahat.
Croft duduk di atas kepala Rein, dan memberikan informasi yang belum sempat dia sampaikan karena ada Joy bersama mereka.
[ Master, ayah anda telah membakar panti asuhan tersebut bersama orang-orang yang telah menyakiti anak ini. Dan dia sedang dalam perjalanan pulang. ]
Rein menutup matanya.
'Apa ada yang selamat?'
[ Mereka yang berbuat baik terhadap anak ini, di pindahkan ke tempat yang lebih baik dari panti asuhan tersebut. ]
'Itu bagus. Kalau begitu, aku akan tidur.'
[ Saya mengerti. ]
Mendengar suara nafas Rein yang teratur, Mark mengangkat Rein lalu menggendongnya dengan hati-hati agar tidak terbangun.
Saat dia akan pergi dari hutan hijau, Mark melihat berbagai jenis buah melayang menuju ke arahnya.
"Oh roh angin yang agung, tuan muda Rein sangat kelelahan hingga membuatnya tertidur. Saya akan membawanya kembali, permisi."
Mark perlahan berjalan keluar dari hutan hijau.
~ "Yah, terus buahnya bagaimana?"
[ Aku akan menyimpannya. ]
Croft melambangkan tangannya, dan semua buah yang melayang tersebut menghilang di udara.
~ "Wow Croft, kamu sangat keren."
[ Hm. ]
Croft merespon singkat, lalu terbang di samping Rein. Joy menghilangkan hawa keberadaannya, barulah dia terbang menyusul mereka.
Curran yang baru saja melewati gerbang, melihat Mark yang sedang membawa Rein.
"Mark."
Mark menghentikan langkahnya saat mendengar bahwa namanya di panggil. Dia berbalik, dan melihat Curran serta Kendrick yang sedang berjalan ke arahnya.
"Selamat datang kembali Tuan muda Ran."
Curran mengangguk.
"Biarkan aku yang menggendongnya."
Curran menyelimuti tubuh Rein dengan sihir, karena dia tidak bisa mengambil Rein dengan menyentuh Mark.
"Kau bisa istirahat."
"Saya mengerti Tuan muda."
Curran melewati Mark, dan berjalan menuju kamarnya dengan Kendrick yang berada di belakang.
Curran masuk ke dalam kamar, sedangkan Kendrick berjaga di depan pintunya.
Curran membaringkan Rein dengan perlahan, lalu mengusap kepalanya.
"Mengapa kau bersama dengan putraku?"
~ "Kau menyadarinya? Padahal aku sudah menghilangkan hawa keberadaan ku."