Suddely Became A Child

Suddely Became A Child
Eps 40


"Sepertinya saya datang tepat waktu."


Morgan yang telah turun dari kereta berjalan mendekati kelompok tersebut bersama dengan Yuda yang berjalan di belakangnya.


"Salam Tuan Duke."


Morgan memberikan sebuah penghormatan terhadap Gilbert, penguasa wilayah Duchy Crimson.


Gilbert hanya mengangguk sebagai balasan.


"Salam Lady."


Rosaly menutupi sebagian wajahnya dengan kipas, matanya terlihat seperti seorang gadis yang tersenyum. Namun, dia tidak tersenyum sama sekali.


"Salam untukmu Tuan Lester."


Morgan kembali berdiri tegak, dengan senyum formal yang menghiasi wajahnya.


"Saya datang kemari untuk mengantar putra keduanya saya, kemari."


Yuda melangkah maju, yang membuatnya dapat melihat dengan jelas wajah Rein.


Morgan telah memberitahunya bahwa anak yang memiliki warna rambut dan mata yang sama dengan mendiang ibunya, bukanlah adiknya.


Tapi, Yuda masih dapat melihat bayangan ibunya pada wajah Rein.


"Tuan muda Curran, dia putra kedua ku, namanya Yuda Lester. Saya harap dia dapat membantu anda."


Curran melirik Yuda yang terus menatap putranya. Dia pun mengusap kepala Rein, lalu menggendongnya.


Rein sempat terkejut karena di gendong secara tiba-tiba, namun dia segera rileks kembali.


Rein merasa Curran sebagai seorang ayah sangat pengertian, dia memang sudah merasa kakinya pegal sejak tadi berdiri terus.


"Mari kita segera berangkat."


Curran langsung berbalik dan masuk ke dalam kereta, diikuti Moku yang berjalan sejajar dengan kakinya.


Morgan menepuk pundak Yuda.


"Jaga dirimu baik-baik."


"Aku mengerti."


Yuda berjalan menuju tempat duduk depan, sebagai seorang kesatria dia di larang masuk ke dalam kereta bersama dengan tuannya.


Jadi, Yuda duduk bersama dengan Mark dan Mary yang akan menjalankan kuda.


Tuk tuk tuk.


Kereta kuda tersebut berjalan keluar dari kediaman Crimson.


"Apa anda memiliki hal lain Tuan Morgan?"


Rosaly bertanya dengan suara tenang. Di balik ketenangan suaranya, dia berniat untuk mengusir Morgan bila tidak perlu.


"Tidak Lady, saya akan kembali. Permisi."


Morgan memberikan senyum formal miliknya, lalu masuk kembali ke dalam kereta. Kemudian pergi meninggalkan kediaman Crimson.


* * *


Curran mengusap kepala Rein dengan lembut, dia menatap putranya yang sedang tiduran di pangkuannya dengan sayang.


Moku sedang tidur di kursi yang berhadapan dengan Curran, dan Joy tidur di atas kepala Moku.


Croft duduk bersandar pada tubuh Moku. Dan, Rein sedang menatap jendela kereta yang menampilkan pohon-pohon berbeda setiap kali kereta bergerak.


Tidak ada percakapan di antara mereka, masing-masing sibuk dengan kegiatannya sendiri.


Hingga akhirnya mereka sampai di wilayah Volker.


Puk puk.


"Rein bangunlah, kita sudah sampai di wilayah Volker."


Curran menepuk-nepuk pipi milik Rein yang kini terlihat lebih berisi di banding saat pertama kali mereka bertemu.


"Hm."


Rein mengerang kecil, sebelum akhirnya membuka matanya. Dia bangkit dari posisinya, lalu melihat Moku, dan Joy yang juga baru bangun dari tidurnya.


Joy mengucek-ngucek matanya, setelah bangun dari tidurnya.


Moku turun dari kursi tersebut, lalu naik ke kursi tempat duduk Rein dan Curran.


~ Myuu.


Croft terbang dekat dengan jendela, dan melihat bangunan yang masih setengah jadi.


Curran mengusap kepala Rein dengan lembut.


Kereta yang membawa mereka pun berhenti di sebuah bangunan mewah yang terlihat klasik namun elegan.


Curran keluar dari kereta dengan Rein yang berada dalam gendongannya.


Dia segera mengerutkan keningnya, melihat banyak kesatria yang berada di depan halaman rumahnya dengan pakaian lengkap.


Moku turun dari kereta dengan postur tubuh yang terlihat anggun. Croft dan Joy melayang di dekat Rein.


"Ada apa ini?"


Seorang pria muda yang memakai pakaian hitam, dengan kucing hitam yang berada di dekat kakinya. Menoleh, mendengar suara yang terdengar familiar.


"Tuan Curran."


Farenzo Rexxon, putra ketiga dari Duke Rexxon yang berada di wilayah Utara kerajaan Xinlaire.


Setelah festival perburuan selesai, dia mendatangi Curran, lalu mengajukan dirinya untuk menjadi sekertaris pribadi Curran.


Bila wilayah Timur ini aman, maka keluarga maupun kerajaan Xinlaire akan aman juga.


Farenzo berjalan cepat mendekati Curran yang baru saja turun dari kereta, diikuti Kendrick yang juga berjalan di belakangnya.


"Salam Tuan besar."


Kendrick memberikan penghormatan kepada Curran yang sudah menjadi penguasa wilayah.


"Saya merasa senang bahwa anda sudah kembali, Tuan Curran."


Farenzo memberikan sambutan pada Curran, yang saat ini telah menjadi pemimpinnya.


"Halo adik kecil."


Farenzo menyentuh pipi Rein yang terlihat berisi di banding sebelumnya.


"Aku bukan adikmu."


Rein menepis tangan Farenzo yang terus memainkan pipinya.


Farenzo terkekeh kecil, namun ekspresinya segera membeku saat tatapan jatuh pada seorang anak laki-laki berambut biru yang berdiri di belakang Curran.


Jantung Farenzo berdetak kencang melihat anak kecil yang dikenalinya.


Di kehidupan sebelumnya, anak laki-laki rambut biru tersebut dikenal sebagai pembunuh berdarah dingin yang berada di Benua timur.


Anak laki-laki rambut biru itu telah membunuh banyak orang dengan brutal dan tatapan dingin, menggunakan sabit kembar miliknya.


"Tuan, dia?"


Curran melirik Yuda sekilas.


"Dia putra kedua dari Tuan Lester, beliau menitipkan anaknya padaku untuk sementara."


Secara tidak sadar, Curran menekankan kata sementara dalam kalimatnya.


"Dan dia akan menjadi kesatria pribadi putraku."


Farenzo menelan ludah dengan susah payah. Lalu, dia menatap Rein dengan tatapan khawatir sekaligus menyemangati dirinya.


Dia berharap perubahan yang terjadi di kehidupan kali ini, bukanlah sesuatu yang buruk.


Rein mengerutkan keningnya.


"Apa terjadi sesuatu selama aku pergi?"


Farenzo mengalihkan pandangannya, dia menatap wajah Curran dengan serius.


"Itu benar Tuan, saat anda pergi. Bangsa Ork datang ke wilayah kita, lalu mencuri bahan pangan milik warga."


"Bahkan, ada beberapa bangunan yang setengah jadi di rusak kembali oleh mereka."


"Dan, kami berniat untuk pergi melawan mereka."


Curran terdiam mendengar penjelasan masalah yang terjadi.


'Ork?'


[ Dia manusia setengah monster. ]


[ Memiliki tubuh yang besar dan juga tinggi. Berkulit hijau, mempunyai kekuatan lebih kuat dari manusia pada umumnya. ]


[ Dan sangat menyukai pertarungan. ]


Rein memikirkan informasi yang Croft berikan.


Tubuh besar, tinggi, dan kuat.


'hm.'


'Sepertinya cocok untuk menjadi pekerja kasar.'


Sudut mulut Rein berkedut.


Dia berniat menjadikan bangsa Ork sebagai kuli bangunan, atau pekerjaan berat lainnya.


"Kendrick siapkan kuda."


Curran memberikan perintah. Dia perlu ikut menyerang bangsa Ork, karena sudah berani mengusik wilayahnya.


"Baik Tuan."


Kendrick membungkuk hormat, lalu pergi dari sana untuk menjalankan perintah.


"Mark, Mary. Tetaplah di kediaman."


Curran khawatir saat dia sedang tidak ada di sini, sesuatu tidak terduga terjadi. Selama Mark dan Mary berada di kediamannya, dia merasa tenang.


Karena Curran mengetahui kekuatan mereka berdua.


"Dimengerti Tuan."


Mark dan Mary membungkuk hormat, lalu masuk ke dalam kediaman dengan membawa barang-barang yang mereka bawa dari Duchy Crimson.


"Ayah, aku ingin ikut."


Curran menatap wajah Rein yang melihatnya dengan tatapan mata kucing milik Rein.


"Baiklah, kau boleh ikut."


Rein tersenyum puas.


~ Myuu Myuu.


Moku mengetuk kaki Curran, dia juga akan ikut bila Rein ikut bersama dengannya.


Blue, sang kucing hitam. Menatap Moku tanpa berkedip sejak tadi.