Sistem Penguasa Alam

Sistem Penguasa Alam
Pembebasan


Setelah mengembalikan array ilusi dan memberikan bahan makanan yang cukup untuk satu tahun ke depan, Saka dan Orion melanjutkan perjalanannya sembari mendekteksi aura kehidupan yang mungkin saja penyitas yang sedang bersembunyi.


Beberapa kali bertemu dengan para bandit dan anggota sekte aliran hitam, Saka tak segan-segan memusnahkan mereka semua.


Beberapa kota bahkan sudah tak memiliki aura kehidupan sama sekali. Persis seperti kota mati. Hanya tersisa puing-puing dan aura suram yang membuat bulu kuduk berdiri.


"Tuan Muda, keadaan Benua Tengah ternyata lebih mengerikan daripada yang aku bayangkan," celetuk Orion setelah melihat keadaan Benua Tengah secara langsung.


"Memang, di sini manusia hanya dijadikan sebagai ternak saja untuk makanan para vampire sialan itu," jawab Saka menahan rasa geram di hati. Ia juga tak habis pikir dengan para manusia yang rela mengkhianati kaumnya sendiri, apa yang mereka pikirkan sebenarnya?


"Lalu, kemana arah kita selanjutnya, Tuan Muda?"


Saka terdiam sejenak. "Kita langsung menuju ke istana. Jika terlalu lama, aku takut pihak kerajaan tidak akan bertahan lama dipenjara di bawah tanah."


"Baik, Tuan Muda!"


Saka dan Orion melanjutkan perjalanan dengan tujuan utama ke istana kerajaan. Karena untuk mengembalikan keadaan Benua Tengah seperti sebelumnya, pertama yang harus ia lakukan adalah mengembalikan pemimpinnya. Setelah itu menghancurkan markas musuh dan melakukan perburuan.


Karena luas Benua Tengah yang dua kali lipat dari Benua Timur, Saka dan Orion membutuhkan waktu enam jam dengan terbang kekuatan penuh.


Matahari sudah hampir condong ke arah barat saat Saka dan Orion mulai memasuki wilayah ibukota Olos. Ibukota Kerajaan Canavero. Terlihat aktivitas di istana lumayan padat. Ratusan ribu vampire ranah Immortal menjaga istana dengan ketat. Puluhan ribu ranah Saint dan Saint King serta beberapa ranah Mahayana, yang tertinggi di tingkat lima. Satu portal berada di belakang istana, dan beberapa portal tersebar di seluruh penjuru kota.


"Kak Rion, waktunya kita berpesta bukan?" Saat ini Saka dan Orion berada di udara, bersembunyi dibalik array ilusi untuk mengamati aktifitas di istana. Secara diam-diam juga, Saka memasang array penjara untuk mencegah jika ada yang kabur dan array perlindungan untuk keluarga kerajaan yang dipenjara di bawah istana.


Orion menyeringai, ia sudah tak sabar untuk membantai.


"Usahakan tidak menghancurkan bangunan, akan sangat repot jika harus membangun dari awal," pesan Saka sebelum menghilang dan langsung melakukan pembantaian dalam senyap.


[Ding! Selamat, Tuan! Telah membunuh sepuluh vampire ranah Saint King, mendapatkan satu juta poin sistem]


[Ding! Selamat Tuan, telah membunuh sepuluh ribu vampire ranah Saint, mendapatkan seratus ribu poin sistem]


Dering notifikasi terus terdengar seiring dengan gerakan cepat Saka mengakhiri hidup para vampire. Pertempuran pecah, hanya saja berat sebelah. Meski dua melawan ratusan ribu, tetap tak bisa mengalahkan Orion dan Saka yang bergerak secepat cahaya. Seiring dengan gerakannya maka kepala para vampire berjatuhan layaknya kelapa yang pohonnya diguncang.


"SIAPA YANG BERANI BERBUAT ONAR DI WILAYAH KEKUASAANKU?!" Teriakan menggelegar bersama dengan datangnya sembilan vampire ranah Mahayana bersama dengan ratusan vampire ranah Saint King. Kini posisi Orion dan Saka tepat berada di tengah-tengah para vampire.


"Hanya dua semut kecil berani-beraninya berbuat onar?" Seorang vampire dengan luka memanjang di pipi mendengkus keras dan memandang Saka dengan rendah. Pasalnya Saka tak memancarkan energi sama sekali sehingga ia mengira jika yang membantai semua anak buahnya adalah Orion yang memiliki kultivasi ranah Mahayana bintang satu. Sementara Saka sendiri hanya ia anggap sebagai Tuan Muda manja yang mencoba sok menjadi pahlawan.


Saka yang memahami tatapan vampire itu hanya tersenyum kecil. "Benarkah? Jangan lupa jika binatang sebesar gajah pun kalah dari semut. Kenapa? Karena semut menggunakan otaknya, sementara kalian semua?" Saka memandang semua vampire dengan remeh. "Aku bahkan ragu kalau kalian memiliki otak."


"KURANG AJAR! BERANI-BERANINYA SEMUT SEPERTIMU MENGHINA KLAN VAMPIRE YANG MULIA? KAMU MEMINTA KEMATIAN!" Vampire itu bergerak cepat melestakan serangan kepada Saka, tapi kecepatan yang luar biasa itu bagi Saka sangatlah lambat.


"Cih, udah jelek, narsis, idup lagi, lagian vampire kan terkenal dengan kemampuan regenerasi, kenapa pula ada codet di pipi," gerutu Saka sembari menghindari serangan dengan santainya. Hal itu membuat sang vampire bercodet itu semakin marah.


"Banyak bacot kau bocah, luka di pipiku adalah kebanggaan yang menjadi tanda saat aku memenangkan pertempuran!" Vampire itu meningkatkan intensitas serangan, tapi tetap tak dapat menyentuh Saka meski seujung baju. Alhasil, ia hanya mendapatkan rasa lelah dan amarah karena merasa dipermainkan.


Blaarr!


Bukan hanya vampire bercodet yang terpental, tapi vampire lainnya yang ada di belakang juga ikut terpental dan terluka parah. Bahkan vampire di ranah Immortal langsung menjadi debu.


"Elemen cahaya!" Semua vampire mendesis dan menatap Saka ngeri. Bagaimana pun elemen cahaya adalah musuh terbesar bagi mereka yang memiliki elemen kegelapan.


"Kak Rion, mereka semua bagianku, sebaiknya kakak menonton saja di belakang," ucap Saka lalu melesat menyerang para vampire. Spesialis vampire adalah bertarung jarak dekat karena unggul dalam kekuatan dan kecepatan, karena itu pula Saka menggunakannya sebagai sarana latihan mengasah taekwondo dan tinju militernya. Hanya menggunakan kekuatan fisik saja, satu per satu kepala para vampire itu pecah layaknya semangka.


Taekwondo yang spesialis dalam gerakan kaki yang kuat, dan tinju militer spesialis kekuatan kepalan tangan, dikombinasikan dengan kecepatan langkah angin dan sedikit elemen cahaya, menjadi mimpi buruk bagi para vampire karena tubuhnya yang terluka tak dapat lagi beregenerasi.


"Tuan Muda sangat mengerikan," desis Orion yang hanya melayang dalam diam mengamati Saka yang tersenyum lebar membantai para vampire.


Hanya membutuhkan waktu satu jam, tak ada lagi vampire yang tersisa dan kini Saka serta Orion menuju penjara bawah tanah untuk membebaskan keluarga kerajaan.


Lorong yang panjang dan gelap menjadi pembuka sebelum kemudian terlihat sebuah ruangan luas di mana terdapat banyak kurungan besi yang berisi banyak manusia. Selain keluarga kerajaan, ada pula keluarga bangsawan bahkan rakyat jelata yang sepertinya sengaja dikumpulkan sebagai stok makanan para vampire itu.


"Jangan makan kami! Tolong jangan bunuh kami!" Jeritan terdengar kala Saka mulai menampakkan diri di hadapan mereka. Rasa takut sudah mengakar kuat sehingga mereka tak lagi bisa berpikir jernih.


"Tenanglah, aku di sini untuk menyelamatkan kalian," ucap Saka pelan tapi terdengar oleh semua orang. Saka juga mengeluarkan aura yang menenangkan semua orang yang tadinya histeris.


Setelah semua orang tenang, Saka kemudian memerintahkan kepada Orion untuk membuka semua pintu penjara.


Orang-orang yang awalnya ditahan menangis keras saat mendapati kerangkeng itu terbuka dan akhirnya mereka bebas. Namun, bukannya langsung berlari keluar, mereka justru menunggu Saka dengan sabar. Mereka takut jika di luar sana masih banyak vampire berkeliaran dan mereka akan tetap menjadi makanan para vampire itu. Jadi, mereka memilih menunggu Saka dan mengikuti instruksi selanjutnya.


Saka yang menyadari itu tersenyum tipis dan mendatangi sebuah penjara yang berisi empat orang, yang terdiri dari Raja Maeda, sebagai Raja Kerajaan Canavero, Permaisuri Cantika, Putra Mahkota Matheo, dan Pangeran Angelo. Saat ini kondisi keempatnya sangat memprihatinkan di mana Raja Maeda dan Putra Mahkota Matheo tidak sadarkan diri dengan masa hidup yang menipis.


Saka bertindak cepat dengan mengalirkan elemen cahaya sebagai media penyembuhan untuk mereka. Dalam hitungan satu dupa kemudian, raut pucat berganti dengan wajah merona merah. Mata yang terpejam kemudian terbuka.


Permasuri Cantika dan Pangeran Angelo yang melihat orang tersayang akhirnya membuka mata hanya mampu menangis bahagia.


"Terima kasih, terima kasih sudah menolong kami." Ucapan terima kasih terus terlantar dari bibir Pangeran Angelo.


"Tidak masalah, ini memang misiku saat datang ke Benua Tengah. Oh ya, sebaiknya kita pergi dari sini dan berkumpul di aula. Aku sudah membunuh semua vampire yang ada di istana. Untuk sementara istana akan aman karena aku memasang array yang tak mungkin bisa ditembus, jadi kalian semua bisa tenang," ucap Saka yang membuat semua orang akhirnya menghela napas lega.


"Tuan, kalau boleh tahu, siapa kiranya Tuan ini?"


**


Banyak yang tanya kenapa wanita Saka nggak satu aja? ya karena dari awal aku nulis ini buat ikut kontes tema HAREM, Jadi mau gimana lagi? hehehe


Kalau kalian sukanya cowok yang setia, nanti deh kalau ini udah tamat aku bikin, doakan saja ya, udah mulai bikin plot, nanti MC-nya setia, OP, dingin sama orang lain kecuali keluarga, nggak naif, pendendam sih tapi bukan tipe penyiksa, mungkin sedikit pembantai hehe


Ini sekedar rencana kalau ini udah tamat, doakan saja