Sistem Penguasa Alam

Sistem Penguasa Alam
Naik Ranah


Menatap dalam netra biru milik Alice, Saka memantapkan hatinya untuk melakukan itu. Bagaimana pun, ia akan melakukannya dengan persetujuan dari Alice sendiri. Setelah menenangkan diri, Saka mulai merebahkan Alice di ranjang tanpa melepaskan kontak mata.


Alice yang awalnya sudah cantik, kini semakin cantik seperti pahatan dewi. Wajahnya mungil, bermata bulat, hidung mancung, bibir tipis yang mungil berwarna merah sangat menggoda. Kulitnya seputih giok, halus dan kenyal.


Meskipun usia Saka di Alam Kultivator baru saja menginjak umur 18 tahun, tetapi jiwa asli Saka pernah hidup di bumi selama lebih dari tiga puluh tahun. Tentu saja seperti lelaki dewasa di bumi lainnya Saka mempunyai koleksi sebagai pendukung fantasy. Meski baru pertama kali, Saka paham apa saja yang harus dilakukan.


Saat bibir Saka menyapa bibir chery milik Alice, gelenyar aneh terasa membuat keduanya gemetar. Ini adalah reaksi dari para amatir yang baru saja akan beranjak mengarungi dunia penuh nafsu.


Perlahan, Saka mulai ******* bibir Alice yang mulai basah, ia bergerak selembut mungkin untuk memberikan kesan yang tak terlupakan sebagai pengalaman pertama mereka. Saka tak ingin terburu-buru, tetapi juga tak ingin terlalu lama, sehingga ia mengatur tempo dengan pas.


Suasana romantis terbangun sebelum gairah yang bangkit mengambil alih. Tempo ciuman mereka semakin panas.


Satu per satu, kain yang melapisi keduanya pun tanggal dan berserakan di lantai. Hawa dingin tak lagi terasa meski mereka berada di dalam goa dengan api unggun yang kecil.


Ciuman Saka beralih semakin turun setelah memberikan tanda hampir di seluruh bagian yang menjadi tempat singgah bibirnya. Saka berhenti sejenak untuk menatap mata Alice yang sudah dipenuhi dengan kabut gairah. Napas tersenggal dengan bintik-bintik keringat yang muncul di pelipisnya semakin membuat tampilan Alice terlihat sangat sexy, tapi juga imut secara bersamaan.


"Alice, aku akan melakukannya sekarang," ucap Saka dengan suara serak menahan gairah.


"Lakukan, Kak!" ucap Alice yang juga tak sabar ingin memberikan yang terbaik kepada pemuda yang dicintainya itu.


"Argh! Sakit!" Alice mendesis saat merasakan sesuatu miliknya robek.


Saka mendiamkan sejenak miliknya untuk memberi waktu Alice agar bisa menyesuaikan. Setelah merasa Alice bisa beradaptasi, Saka mulai bergerak perlahan lalu semakin cepat. Kedua manusia berbeda gender itu mulai mengayuh asa demi meraih kenikmatan. ******* demi ******* mengiringi aktifitas ranjang yang terlihat begitu panas setelah berganti posisi dan Alice yang sudah keluar berulang kali. Namun hebatnya, Saka bahkan belum merasakan ingin meraih puncak. Ia masih dalam kondisi prima sementara Alice mulai melemas. Jika ia bukan kultivator, maka sudah bisa dipastikan ia tak akan bisa mengimbangi Saka untuk kegiatan seperti ini.


"Ugh! Kak Saka, apakah masih lama? Aku sudah merasa lemas," ucap Alice di sela-sela ******* menikmati hentakan keras dan cepat dari Saka.


"Sebentar lagi, persiapkan dirimu untuk menyerap semuanya agar kebangkitan fisikmu menjadi sempurna. Mungkin setelah ini kamu juga akan naik ranah secara gila-gilaan," ucap Saka di sela kesibukannya.


Tempo semakin dipercepat oleh Saka saat ia merasa akan sampai. Dengan tiga hentakan terakhir, ia membenamkan miliknya mencoba menggapai tempat paling dalam sehingga tak ada yang keluar sia-sia dan Alice bisa menerima manfaat yang lebih banyak. Saat itu juga, Saka memberikan sedikit energi dari Inti Es Semesta yang langsung diserap oleh Alice.


Alice langsung mengambil posisi lotus saat merasakan energi murni yang seolah membeludak di dalam dirinya. Ia mengedarkan semua energi itu dengan teknik kultivasi yang telah diberikan Saka sebelumnya.


Saka yang melihat Alice mulai berkultivasi menyerap energi dan esensi darinya pun memilih untuk memakai kembali pakaiannya. Raut sedikit puas tampak di wajah tampannya, bagaimana pun ia hanya keluar sekali sementara penampungan miliknya hampir penuh karena tak pernah dikeluarkan. Ini adalah pengalaman melepas perjaka yang luar biasa. Sedikit candu juga mulai tampak di matanya.


"Vitalitasku berpuluh-puluh kali lebih kuat daripada manusia biasa, aku tidak yakin Alice bisa menanganiku sendirian di ranjang," gumam Saka pelan.


Ia kini menyadari kenapa banyak laki-laki memiliki istri lebih dari satu. Semakin kuat seorang laki-laki, maka ketahanan di ranjang juga semakin kuat. Jika sang istri tidak bisa mengimbanginya, maka menambah istri lagi adalah pilihan terakhir jika tidak ingin tersiksa karena istri terlanjur pingsan padahal belum keluar.


Alice yang tengah berkultivasi pun mengalami peningkatan secara besar-besaran. Dari yang awalnya hanya berada di ranah Raja menengah, kini Alice menembus ranah Langit tingkat awal. Satu ranah dilewati dengan mudah.


Setelah ledakan kenaikan ranah yang mencapai ranah Langit tingkat dua, tak terdengar ledakan lainnya, tetapi Alice tak menghentikan kultivasinya untuk memperkuat pondasi.


Saka menunggu Alice selesai berkultivasi sembari membuat pil. Ia membuat berbagai pil dari tingkat satu sampai tingkat tujuh dan semuanya dalam kualitas sempurna. Kini di cincin penyimpannnya menumpuk ratusan ribu botol yang berisi berbagai pil.


Setelah dua jam, Saka menghentikan pembuatan pil bersamaan dengan Alice yang membuka mata. Netra birunya langsung menangkap sosok Saka yang menatapnya lembut.


"Selamat kenaikan ranahmu, Alice!"


"Kak Saka!" Alice langsung menghambur memeluk Saka tanpa menyadari kondisinya yang masih telanjang bulat.


Saka membeku dengan kedua mata melotot lebar merasakan kelembutan yang menekan dadanya. Dengan kaku, ia pun membalas pelukan Alice.


"Jangan panggil aku kakak lagi, setelah apa yang kita lakukan, apakah kau ingin tetap dalam hubungan adik kakak?"


Pertanyaan Saka membuat Alice tersipu, saat itu jugalah ia menyadari kondisinya yang belum memakai pakaian.


"Lalu, aku harus memanggil apa?" Meski sedikit malu, Alice tak ada keinginan pergi dari pelukan Saka untuk sekedar berpakaian.


Saka tampak merenung sejenak. Berbagai panggilan untuk kekasih yang pernah ia jumpai di bumi ia coba satu-satu. Beb? Saka bergidik, ini terlalu alay. Sayang? Ini terlalu mesra bukan? Pacar? Kurang pas. Mas? Aa'? Saka kebingungan sendiri hanya untuk mendapatkan panggilan yang pas antara dirinya dan Alice yang baru saja melangkah sedikit lebih dekat untuk hubungan keduanya.


"Panggil saja aku sayang," pinta Saka. Bagaimana pun ini terlihat lebih normal meskipun sangat mesra.


"Sa-yang!"


Blush!


"Tidurlah! Besok kita akan latihan lagi setelah itu keluar dari cermin dimensi untuk mengatakan hubungan kita kepada ibu dan yang lainnya," ucap Saka lalu mengecup kening Alice pelan.


Alice dengan senyum lebar semakin menenggelamkan diri dalam kenyamanan di delapan Saka yang hangat.


***


Tingkatan Alkemis




Pemula (mampu membuat pil kelas 1)




Murid (mampu membuat pil kelas 2-3)




Guru (mampu membuat pil kelas 4-5)




Master (mampu membuat pil kelas 6-7)




Grandmaster (mampu membuat pil kelas 8-9)




Bumi (mampu membuat pil kelas 10-kelas bumi)




Langit (mampu membuat pil kelas langit)




?




INI NGGAK TERLALU EROTIS KOK, TOLONG DI ACC YA, PLISSS 🙃🙃, udah 2x ditolak


9.?