Simpanan Bos Berondong

Simpanan Bos Berondong
Ungkapan Hati Dean


Sudah bertahun-tahun mereka bersama. Fiona kira ia dicintai oleh sang kekasih. Anggapan bahwa Dean tidak bisa hidup tanpa dirinya adalah kebohongan besar. Ia pernah mengerti jika Dean sempat mengatakan kalau ia mirip dengan sosok wanita yang hilang. Tapi, setelah semua yang ia lakukan, apa begini balasannya?


"Kau tidak ingat masa-masa kebersamaan kita? Kenapa kau malah ingin bersama Latina yang telah meninggalkanmu, Dean?" Fiona sedikit mengeraskan suaranya agar pria di depannya ini sadar atas apa yang ia pilih.


"Ini bukan pertama kalinya untukku. Aku rela melepas calon istriku demi Latina. Aku ingin dia. Aku menginginkannya! Kita tidak cocok. Maaf untuk semua hal yang telah kau rasakan selama ini." Dean membalik diri, lalu melangkah pergi.


Yang dikatakan Dean memang benar karena ia berani mengambil keputusan ketika telah bertunangan bersama Berlin. Wanita itu dicampakan begitu saja. Hanya semalam, Dean memutuskan hubungan demi seorang Latina saja. Apalagi ini, Fiona yang masih berupa kekasih. Dengan gampangnya, ia membuangkan gadis itu.


Dean tetaplah sama seperti yang dulu. Kesombongannya tetap tinggi. Apa yang ia inginkan haruslah ia dapatkan.


"Dean!" Fiona berteriak untuk yang terakhir kalinya. Tubuhnya merosot ke lantai sampai pelayan hotel terheran-heran. Ingin menghampiri, tetapi mereka tahu kalau Fiona tengah dalam keadaan emosi yang tidak stabil.


Untuk apa dipertahankan jika itu tidak membuat bahagia. Dean tahu ia telah banyak menyakiti Fiona. Namun, apa ia harus mempertahankan itu? Ia nyaman, tetapi bukan Fiona yang ia inginkan sebagai pendamping. Wanita yang selalu ada di hatinya adalah Latina. Dean tahu kalau ia sudah jatuh cinta pada pandangan pertama.


Senyum Latina ketika ia lihat di atas podium pesta enam tahun lalu. Saat ia berpidato, dan mata mereka saling bertabrakan. Itu adalah cinta, dan Dean tidak ingin menyangkalnya lagi.


Dean terus mencari ke segala penjuru hotel untuk menemukan Billy yang membawa Latina. Ia bahkan bertanya pada petugas, dan penerima tamu. Siapa tahu saja keduanya menyewa kamar. Jika demikian, maka Dean tidak akan membiarkannya. Latina sudah gila bila merealisasikan keinginannya untuk meniduri setiap pria.


Salah satu cara untuk menemukan sang gadis adalah menelepon si pembawa. Dean men-dial nomor ponsel Billy, tetapi pria itu belum juga mengangkat. Mau berapa kali pun ia harus terus tetap menghubungi temannya itu.


"Halo, Billy!" Dean bisa bernapas lega saat panggilan teleponnya terjawab. "Di mana kau?"


"Ada apa denganmu?"


"Aku tanya kau di mana?" Dean menahan diri untuk tidak mengumpat.


"Aku di kafe hotel bersama Latina ...."


"Latina ...." Dean tiba di kafe. Ia berjalan menghampiri, lalu langsung menarik Latina ke sisinya.


"Dean!" Latina benci jika diperlakukan seperti ini.


"Hei, kau kasar sekali pada wanita." Billy pun tidak suka melihatnya.


"Billy, aku tarik kata-kataku yang ingin mendekatkanmu pada Latina. Dia milikku dan hanya untukku," ucap Dean, yang langsung membawa Latina pergi.


"Lembutlah sedikit!" teriak Billy.


"Urus urusanmu sendiri!" Dean tidak kalah membalas.


"Dean, kau selalu saja memaksaku seperti ini." Latina berhenti melangkah, menarik tangannya agar terlepas dari pegangan pria itu.


"Oke!" Dean mengangkat tangan. "Aku tidak akan begini jika kau ikut bersamaku."


Latina mengembuskan napas panjang. "Di mana kekasihmu?"


"Hubungan kami telah berakhir."


"Apa? Kau mengakhiri hubunganmu?" Latina tidak percaya ini.


"Aku hanya menginginkanmu. Aku jatuh cinta padamu."


TBC