Simpanan Bos Berondong

Simpanan Bos Berondong
Pesta


Sudah lewat setengah jam dari waktu yang dijanjikan. Padahal Latina berjanji akan datang ke pesta yang digelar oleh salah satu teman Dean.


Salah seorang temannya yang bernama Leon, mengadakan acara pertunangan di hotel berbintang ini. Dean sengaja meminta undangan lebih untuk Latina karena di sinilah teman-temannya akan berkumpul. Ia sendiri datang bersama Fiona yang terlihat cantik malam ini.


"Ke mana dia?" sorot mata Dean tidak lepas memandang pintu masuk.


"Kuperhatikan kau gelisah?" Fiona pun ikut-ikutan melihat pintu masuk ballroom hotel. Ada beberapa tamu undangan yang baru datang.


"Setengah jam lagi acara akan dimulai. Apa dia sengaja berbohong?"


"Kau mencari siapa?"


"Latina. Dia juga diundang kemari. Aku berjanji pada Billy akan mengenalkan mereka berdua."


Fiona kaget atas ucapan Dean. Sepertinya ia mengerti apa yang dimaksud oleh kekasihnya ini. "Kau ingin menjodohkan Latina dengan Billy?"


"Begitulah."


Ini diluar dugaan Fiona. Jika begini artinya, ia tidak perlu takut kalau Dean kembali bersama sang mantan. Ia juga yakin kalau kekasihnya ini sangat mencintainya.


"Sayang, aku mendukungmu." Fiona malah tampak girang.


"Ada apa denganmu?" Dean mengerutkan kening.


"Tidak." Fiona menyengir. "Aku mendukung kalau kau menjodohkan Latina. Umurnya juga sudah tua, kan?"


"Apa maksudmu tua?" Dean tidak terima. "Dia bahkan masih sangat cantik. Sama seperti beberapa tahun lalu." Pandangan Dean tertuju pada visual wanita yang baru saja ia sebut. "Latina ...."


Bagaimana Dean tidak terperangah pada penampilan Latina kali ini. Karena baju dan riasan itulah, ia berani memberi penawaran pada Jason.


Latina memakai gaun panjang silver bertabur manik-manik. Baju dengan belahan rendah dan punggung belakang yang terbuka. Riasannya bold dengan lipstik matte merah menyala. Untuk malam hari, ini cocok. Jika dulu Latina membuat rambutnya digerai, kali ini, ia menyanggulnya.


"Dia masih sama seperti enam tahun lalu. Sangat cantik," ucap Dean tanpa sadar.


"Kau memuji wanita lain di depan kekasihmu sendiri? Aku tidak percaya ini." Fiona sudah jelas terlihat tidak suka.


"Hai, Kawan!" Billy menepuk pundak sahabatnya dan Dean sadar dari dunianya. "Dia sangat cantik bila dilihat secara langsung."


"Kau kirim fotonya padaku dan sekarang kau menjodohkan kami. Terima kasih, Sobat. Sepertinya aku jatuh cinta pada pandangan pertama."


"Aku hanya bercanda!"


"Kita bicarakan nanti. Iihat, dia kemari."


Latina melambaikan tangan ketika melihat Dean. Ia berjalan mendekat dengan senyum manis yang terus ia tampilkan.


"Hai!" Latina tersenyum pada semuanya. "Aku tidak terlambat, kan?"


"Kau telat 30 menit. Acaranya akan dimulai," ucap Dean.


"Yang penting acaranya belum dimulai."


Billy berdeham. "Halo, Nona. Aku Billy, teman Dean." Pria ini mengulurkan tangan yang disambut oleh Latina.


"Latina Anderson." Pandangannya lalu teralih pada kekasih sang mantan. "Halo, Nona Fiona. Senang bertemu denganmu."


"Aku juga." Fiona menjawab sekadarnya karena ia sungguh tidak senang. Tadinya ia gembira karena Dean mengatakan akan menjodohkan Latina. Tapi, setelah melihat penampilan dari ibunya Rael dan mendengar pujian dari sang kekasih sendiri, suasana hatinya berubah.


"Anda sangat cantik." Billy mencuri perhatian Latina.


"Anda bisa saja. Tapi, terima kasih." Latina tersipu malu.


"Boleh saya mengakrabkan diri?"


"Ya ampun, bicara biasa saja."


"Kalau begitu, kau setuju. Bagaimana kalau kita memisahkan diri dari pasangan ini?" tanya Billy.


"Oh, tentu saja."


Billy mengulurkan tangan, dan Latina menyambutnya. Di depan Dean, keduanya saling melempar senyum dan menatap penuh ketertarikan.


TBC