
Latina tidak habis pikir. Apa karena terlalu banyak melakukan hubungan di atas ranjang sampai kelelahan seperti ini? Ia tidak dapat menyuapkan makanan ke dalam perutnya.
Ketika makanan itu masuk, ia akan memuntahkannya. Begitu juga bila ia meminun air. Latina menghindari yang namanya makan dan minum untuk saat ini.
Tubuhnya juga meriang. Ia ingin tidur, tetapi rasa penasaran terhadap Jason sangat besar. Latina ingin bertanya mengenai kabar putus hubungan suaminya dengan wanita simpanannya. Atau mungkin Jason akan luluh setelah melihat air mata Nelis. Ya, tidak ada yang tahu.
Namun, sejak tadi suaminya ini memang belum pulang. Jason juga tidak mengabarkan kalau ia tengah pergi ke kantor. Apa pun itu, lebih baik Latina tidur saja. Mungkin setelah ia bangun nanti, Jason sudah pulang.
Jason berada di kantor setelah mendapat telepon, yang mengharuskan dirinya untuk datang ke perusahaan. Ia menepis semua berkas yang ada karena rencana pemasaran ke luar negeri telah dibatalkan secara mendadak.
Awalnya Jason berniat memasarkan produk makanannya di luar negeri ke berbagai supermarket besar di sana. Namun, di detik terakhir malah gagal. Ini berkaitan dengan salah satu kandungan makanan yang diproduksi tidak sesuai dengan standar makanan internasional.
Padahal sudah sangat jelas izin yang Jason dapatkan dari departemen makanan dan barang itu akan siap untuk dikirim. Malah di tengah jalan, mobil yang mengangkut makanan itu disita, dan produk makanan milik Jason dihancurkan karena mengandung bahan yang berbahaya.
Jelas ini fitnah. Jason telah banyak mengeluarkan uang untuk proyek ini. Namun semua tidak berjalan dengan baik. Sekarang apa yang harus ia lakukan? Nama perusahaan hancur dan sahamnya mengalami penurunan karena ini.
"Kau harus tenang, Jason. Semua akan terselesaikan dengan baik," gumamnya.
Masalah seolah tidak pernah lari darinya. Jason memutuskan untuk pulang. Bercerita bersama Latina mungkin akan bisa melegakan sedikit perasaan marah dalam benaknya. Ya, Jason yakin jika bicara pada istrinya itu, ia akan menemukan sebuah solusi.
Tiba di rumah, Jason tidak menemukan Latina di ruang TV maupun dapur. Ia segera masuk kamar, dan mendapati istrinya tengah pulas.
Jason mendekat. Ia duduk di samping sang istri. Penyesalannya semakin menjadi ketika memandang wajah lelah ini. Entah bagaimana Dean menyiksa istrinya setiap malam. Terlihat jelas jika Latina sangat kelelahan.
Ia usap pipi itu, dan Jason merasakan kalau istrinya tengah demam. "Sayang ... kau sakit?"
Latina mengeliat ketika merasakan sentuhan suaminya. "Hanya meriang. Biarkan aku istirahat."
"Tidak perlu, Jason. Aku hanya ingin tidur." Latina meringkuk dengan menaikkan selimut sampai batas lehernya. "Dingin."
"Aku panggilkan dokter saja kemari, ya?"
Latina mengangguk. Bukan berarti ia ingin, tetapi mau agar Jason tidak menganggu acara tidurnya.
Jason mengecup pipi istrinya. "Tunggu sebentar."
Awalnya ingin curhat, malah Jason harus menghubungi dokter yang biasa memeriksanya untuk datang ke rumah. Memang benar, tubuh Latina panas dan harus segera ditangani. Ia khawatir pada keadaan istrinya itu.
Tidak lama dokter pria yang Jason panggil datang. Segera ia dibawa menuju ke kamar untuk memeriksa keadaan Latina.
"Apa Anda punya keluhan?" tanya Dokter itu.
"Aku tidak bisa makan dan minum. Perutku mual." Latina memberitahukan segalanya.
"Apa baru sekarang atau sudah beberapa hari?"
"Baru hari ini."
"Aku akan berikan kau vitamin dan penurunan panas. Kemungkinan kau hamil. Kalian bisa cek ke dokter kandungan."
"Apa?" Jason dan Latina sama-sama kaget.
TBC