Simpanan Bos Berondong

Simpanan Bos Berondong
Jason Tidak Sadar


Di mana letak urat malu dari Jason ini? Jelas-jelas sudah melakukan tindakan yang sangat keterlaluan, tetapi masih berani datang menemui mantan istri.


Tidakkah pria itu bersalah terhadap mantan ibu mertuanya? Gara-gara siapa awalnya sampai kejadian ini terjadi? Jason mengandalkan hubungan baik antara keluarga saja. Ia bertindak sesuka hati hanya karena Latina menganggap Verhaag sebagai ayah.


"Aku akan pergi membawa Rael," ucap Dean, yang tidak ingin sang anak salah sasaran nantinya. Akal busuk Jason sangat mudah untuk diketahui. Bisa saja nantinya Rael dianggap anak olehnya agar bisa kembali bersama Latina.


"Bawa ke taman di dekat sini saja." Latina menatap tajam Dean. Seolah memberi peringatan agar Rael tidak dibawa terlalu jauh dari rumah. "Aku akan meneleponmu nanti."


Dean mengangguk. Ia segera membawa Rael kembali masuk mobil, kemudian berlalu dari sana. Yang dibawa pergi heran dan bertanya-tanya ada apa ini.


"Paman, kau tidak menculikku, kan?"


Dean tersenyum mendengarnya. "Kau memang akan kuculik karena kau sangat lucu."


"Aku ini anak laki-laki."


"Baiklah, Boy. Kita hanya pergi makan es krim. Kau mau, kan?"


"Tapi, ini bukan hari libur. Mom akan marah."


"Kau bisa menjaga rahasia?"


Rael mengangguk. "Tentu!"


"Kalau begitu, ini menjadi rahasia kita berdua."


Kembali pada Latina yang kini berhadapan dengan sang mantan suami. Ia memang ingin melupakan masa lalu dan tidak ingin larut dalam dendam. Tapi, melihat wajah Jason, ah, kenangan itu kembali seolah menggores luka yang hendak kering.


"Jadi, kau pergi demi mempertahankan anak dari pria itu? Sekarang kalian terlihat bersama lagi. Aku tahu ... kau menyukai Dean Cornor, kan?" kata Jason.


"Aku melihat dirimu dalam keadaan sangat baik." Jason berjalan mendekat. "Tapi lihat aku, Latina. Aku kehilangan semuanya karena dirimu. Istri, kekasih, anak dan kekayaan. Semua kesengsaraan ini disebabkan olehmu!"


"Latina, Jason." Eliza menegur karena ia tidak ingin keduanya bertengkar.


"Masuklah, Mom. Aku baik-baik saja."


Eliza menuruti permintaan putrinya. Ia juga tidak menyangka saat Jason datang bertamu. Ya, mantan menantunya itu memang ada meminta maaf, tetapi Eliza mengatakan kalau Latina lah yang pantas menerima permohonan itu.


"Jason, sudah beberapa tahun ini kau juga tidak sadar rupanya. Apa aku harus menjabarkan apa saja kesalahanmu?"


"Aku mengakui salah padamu, meminta maaf. Tapi apa? Kau membalasku. Kau pergi jauh dan membuatku hancur hanya demi anak dalam kandunganmu itu!" Jason tahu alasannya sekarang. "Kau menyukai pemuda itu, Latina. Kau telah mengkhianati suami sendiri. Kau pergi karena tahu kalau keluarga Dean tidak akan pernah setuju jika putra mereka bersamamu."


"Hentikan omong kosongmu ini, Jason! Jika kau sudah tahu kebenarannya, kau mau apa?" Latina menantang. Matanya berkilat marah memandang Jason.


"Siapa yang berkhianat di antara kita? Siapa?" Jason berteriak.


"Itu adalah kau!" Latina pun tidak kalah membalasnya. "Bertahun-tahun aku menunggumu, Jason. Aku ingin cintamu, tetapi kau masih bersama Nelis. Kau mengkhianati pernikahan kita. Mengkhianati diriku. Tapi, kau malah menyalahkanku."


"Kau ... kau bilang mencintaiku."


"Aku tidak lagi mencintaimu!" Latina berteriak mengatakannya. "Cinta itu hilang setelah pria lain meniduriku."


"Latina ...." Jason berkata dengan lirih.


"Pergi dari hadapanku, Jason. Kita sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi. Jangan pernah lagi kau muncul di hadapanku!" Latina berjalan melewati Jason begitu saja. Ia mendorong pintu, masuk, lalu menutup rapat.


TBC