Simpanan Bos Berondong

Simpanan Bos Berondong
Poor Fiona


Dean mengembuskan napas saat tiba di depan apartemen milik Fiona. Setelah menjelaskan pada Latina akhirnya, ia diizinkan menemui sang mantan kekasih. Dean masuk ke gedung susun itu, meminta izin kepada penjaga untuk naik ke lantai atas. Sebenarnya, ini apartemen miliknya yang sengaja diberikan pada Fiona. Meski begitu, tetap saja Dean harus lapor pada petugas bila ingin masuk.


Sudah jam pulang kerja. Dean yakin jika mantan kekasihnya sudah ada di rumah. Ketika tiba di lantai yang dituju, Dean menekan angka sandi di papan pintu, tetapi nomor yang ia masukan salah.


Kening Dean berkerut. Ia mencoba sekali lagi, dan memang benar, sandi itu telah diganti. Dean menekan bel dua kali agar Fiona lekas membuka pintu untuk dirinya.


"Fiona, ini aku." Dean bersuara di depan monitor pintu.


Tidak lama, pintu terbuka. Dean langsung masuk begitu saja, membuat Fiona termundur ke belakang.


"Fiona, aku kira kau berbeda. Nyatanya sama saja dengan perempuan lain."


"Jadi, kau sudah tahu kejadian di restoran? Kekasihmu itu menamparku!" Fiona mengepalkan tangan kuat saat mengatakannya. "Kau lihat ini, pipiku sampai bengkak."


"Itu karena kau sendiri. Jika aku jadi Latina, aku pun akan melakukan hal sama. Kau menyiram jus, memarahi, dan menyumpahinya mati. Kau itu sudah sangat keterlaluan." Dean sudah tahu karena Latina telah menjelaskan tanpa ada yang dikurangi atau ditambahkan.


"Kau tidak salah bicara?" Fiona semakin geram mendengarnya. "Latina telah merebut dirimu. Harusnya aku yang menikah denganmu, Dean. Apa kau tidak mengerti akan perasaanku? Bagaimana malunya diriku saat kau memperkenalkan kekasihmu di muka umum. Aku malu, Dean. Semua membicarakan tentang diriku yang telah dicampakan."


"Jangan lupa, Dean. Kau pernah ingin menikahiku. Kau tidak mengatakan apa pun, tetapi hubungan kita mengalir begitu saja." Mendengar kata-kata Dean, semakin membuat Fiona sakit hati.


"Karena aku berpikir dia tidak akan pernah kembali. Aku bersalah. Aku minta maaf padamu. Tapi, satu hal, Fiona. Aku mencintai Latina. Dia hidupku. Jika kau menginginkan hubungan baik, kita bisa menjadi teman. Kau adalah wanita baik."


Yang bisa dilakukan Dean hanya ini. Ia tidak mungkin memaksakan kehendak Fiona dengan kembali bersama karena dari awal, ia memang mencintai Latina. Pria berengsek! Ya, Dean tidak akan menyangkal, tetapi inilah namanya garis kehidupan.


"Selama kau bersamaku, aku sudah memberikan apa yang kau butuhkan. Apartemen, mobil dan uang bulanan. Sekarang tidak lagi. Kau boleh mengambil apartemen ini dan mobil. Aku memang tulus memberikannya." Dean menatap Fiona lekat. "Aku tahu kau punya hati yang baik. Maafkan aku, Fiona. Aku hanya mencintai Latina. Kumohon padamu, jangan lagi mengusik hubungan kami. Jika kau masih ingin mencoba, kau akan tahu akibat dari itu semua."


Air mata menetes di pipi Fiona. Sedih dan patah hati sudah pasti. Pria yang ia cintai, yang ia temani selama beberapa tahun ini, meninggalkan dirinya demi wanita lain.


"Jalani hidupmu. Selamat tinggal." Dean melangkah pergi setelah mengatakan itu. Ia lega sekarang. Dengan begini, berharap Fiona tidak akan mengusik hubungan asmara yang ia jalin. Ia ingin semua baik-baik saja sampai pada hari besar yang tengah direncanakan.


TBC