Simpanan Bos Berondong

Simpanan Bos Berondong
Balasan Dean


Dengan minuman di night club, Jason bisa melampiaskan kekecewaan hatinya pada fakta bahwa Latina telah menjadi istri pria lain.


Selain kaya, Dean juga sama berengseknya. Pria itu bahkan senang berganti-ganti pasangan ketika masih muda.


Ya, Jason belum sadar perbedaan ia dan Dean. Sedari awal, Dean telah menunjukkan siapa ia sebenarnya pada Latina. Lelaki muda itu telah terkenal sebagai pemain wanita, tetapi perempuan yang dekat dengan Dean, juga mengambil keuntungan dari status itu.


Ketenaran, uang, dan banyak lagi. Itu sebabnya, banyak dari para gadis mengantri hanya untuk sekedar naik ke atas ranjangnya.


Berbeda dari Jason, dan tidak sepenuhnya ini adalah kesalahan dari ia sendiri. Karena pada awalnya, masalah bermula dari pernikahan Latina yang sudah tahu Jason memiliki kekasih, tetapi bersedia menerima pernikahan, begitu pula Jason, yang tidak tegas menolak.


Bahkan setelah Latina pergi, Jason masih memeras Dean dengan sejumlah uang. Ia menjual informasi mengenai fakta tentang kehamilan mantan istrinya.


Di sini siapa yang lebih menjijikan? Suami yang selingkuh atau pria nakal, tetapi belum menikah? Jawabannya, tidak ada yang sempurna. Semua punya salah, dan ini masalah hati.


Di mata Latina, sosok Jason adalah sempurna. Reputasinya jelas sebagai pria baik hati yang tidak pernah selingkuh. Tapi kenyataannya, Jason tega menjual istrinya sendiri pada pria lain, bahkan kekasihnya sampai hamil, dan tidak diurus.


Sementara Dean, di mata Latina adalah pria serampangan. Terkenal dengan reputasinya yang buruk. Tapi, justru dia yang bisa membuat hati Latina luluh.


"Perlu kutemani?"


Seorang gadis cantik menghampiri Jason, dan duduk di sampingnya. Jason menoleh, lalu ia berdecak karena tidak ingin diganggu saat ini.


"Pergilah, aku tidak ingin kau mengusikku."


"Patah hati?" gadis berambut cokelat ini tertawa. "Dunia ini begitu luas, banyak wanita cantik."


"Dia lebih dari itu, dan aku menyesal karena menyia-nyiakan dirinya."


"Aku sedih mendengarnya. Tapi, dengan kau minum begini, apa dia bisa kembali padamu?"


Jason menggeleng. "Dia sudah menikah dengan pria lain."


"Peluangmu tipis." Wanita itu menarik napas panjang, lalu menjentikkan jari. "Kenapa tidak bersenang-senang saja?"


"Maksudmu?" Jason mengerutkan kening.


"Lantai dansa."


Gelas yang dipegang, diletakkan begitu saja. Jason mengulurkan tangan dan gadis itu menyambutnya.


"Grace ...."


Jason diam saja, dan mereka menuju lantai dansa. Keduanya menikmati alunan lagu yang menghentak, dan Jason memegang pinggang Grace, mendekatkan tubuh wanita itu dalam pelukannya. Mereka menampilkan tarian seksi, menggoyangkan pinggul secara bersamaan.


Mata keduanya saling menatap, Jason mendekatkan wajah, lalu keduanya saling menyatukan bibir.


"Apa kau mau pindah?" tanya Jason.


Grace tersenyum. "Tentu saja bila kau menginginkannya."


Tidak perlu waktu lama hanya untuk sekadar meluapkan hasrat yang menggebu. Jason dan Grace sepakat mencari tempat yang nyaman untuk mereka berdua.


"Hai, Bung!"


Tiga orang pria menghadang saat Jason dan Grace telah keluar dari tempat hiburan.


"Ya, ada apa?" Jason sama sekali tidak mengenal pemuda berantakan di depannya ini.


"Bagi uang untuk kami."


Jason berdecak. "Kalian serius ingin memalakku?"


"Berikan saja." Grace mengulurkan uang seratus Dollar. "Pergi dan beli saja minuman."


"Jangan, Grace. Mereka akan kebiasaan bila diperlakukan baik."


"Cari mati! Bila tidak mau, maka kami bisa ambil sendiri."


Pria itu tiba-tiba menyerang, dan Jason pun melawan. Tiga lawan satu, sedangkan Grace berteriak meminta pertolongan.


Salah satu dari pria itu memberi kode kepada temannya yang lain. Satu orang menyingkir, dan dua lainnya memukul Jason. Entah kapan waktunya, Jason merasakan hantaman benda di kepalanya. Ia menyentuh, merasakan basah pada rambut, sedangkan Grace berteriak karena pria kenalannya ini telah dipukul dengan botol kaca.


"Kita pergi."


TBC