Simpanan Bos Berondong

Simpanan Bos Berondong
Bujuk


Dengan tidak sabarnya Dean menunggu wanita simpanannya itu. Ia perkirakan kalau mereka akan sama-sama tiba di apartemen ketika sambungan telepon itu terputus. Namun apa, Latina belum juga datang.


Penjaga di apartemen ini sudah tahu kalau Latina juga penghuni di gedung ini karena Dean yang mengatakannya. Mudah bagi wanita itu untuk datang. Ia kesal, dan Dean akan membuat perhitungan pada Latina nanti.


Suara pintu terbuka terdengar. Dean beranjak dari duduknya. Ya, Latina datang setelah lima belas menit ia menunggu.


"Kau ini ingin membuatku marah rupanya."


"Berhenti di sana, Dean!" Latina menyuarakan itu dengan tegas karena ia tetap merasa kalau pemuda di depannya ini adalah pria yang umurnya di bawah dirinya.


"Jangan bertingkah seolah aku ini adikmu. Di sini, aku hukumnya." Dean mendekat, lalu menarik tangan Latina. Ia mendudukkan wanita itu di sofa secara kasar, dan refleks Latina memegang perutnya.


"Kau ini kenapa? Kau tidak bisa berbuat kasar padaku."


"Diam!" bentak Dean. "Kau membohongiku."


"Aku bohong apa?" Latina memegang perutnya. Apa jangan-jangan Dean tahu tentang kehamilannya? Tidak! Latina tidak akan membiarkan itu, karena bila Dean tahu, maka ia akan disuruh menggugurkan bayinya. Apalagi anak ini keturunan dari keluarga Cornor. Latina tidak ini ingin mencari masalah pada keluarga kaya itu.


"Kau jangan pura-pura tidak tahu."


"Aku memang tidak tahu!" Latina menyakinkan itu.


"Jason datang padaku tadi pagi. Dia bukan meminta suntikan dana, tetapi mau membebaskanmu. Dia mengatakan kalau kalian akan menjalani hubungan pernikahan itu dari awal."


Cukup kaget Latina mendengarnya. Ini di luar dugaan. Jason membuktikan perkataannya dengan mengorbankan harta mereka agar ia bebas dari Dean.


Memang Latina ingin bebas dari Dean, tetapi bukan dari belas kasih Jason. Ia tidak mau suaminya berkorban demi dirinya. Yang Latina inginkan, Jason menderita.


"Aku tidak tahu kalau dia meminta hal itu. Sungguh, Dean."


"Apa yang terjadi pada kalian? Apa dia menyentuhmu?" Dean menarik kemeja yang Latina pakai hingga kancingnya terlepas.


"Dean Cornor!"


Latina melayangkan tangan, tetapi Dean dapat menahannya. Ia menepis, lalu melanjutkan membuka pakaian wanitanya.


Tidak ada tanda baru dari tubuh Latina. Hanya ada jejak bekas mereka tadi malam. Sesuai perjanjian jika Dean tidak ingin berbagi, meski Jason adalah suami Latina.


"Kekasih Jason membuat kesalahan dan Jason tidak terima itu. Dia memutus hubungannya, lalu ingin kembali padaku." Latina harap ini bisa mengurangi kemarahan Dean.


"Aku tidak akan melepasmu sampai perjanjian itu selesai."


"Aku akan membujuknya. Kau tenang saja. Jason harus tanda tangan suratnya karena aku juga menginginkannya."


Dean mengangguk. "Oke, kita akhiri topik ini."


"Sayang, bisakah hari ini kita istirahat? Baiknya kau mengajakku jalan-jalan. Aku ingin bersamamu." Latina mengatakan itu karena memang ia tidak boleh sering melakukan hubungan suami istri.


"Kau tahu kalau aku ini sudah punya kekasih, kan?"


"Oh, kau takut?" Latina menggodanya.


Dean terkekeh. "Tidak ada dalam kamusku rasa takut. Aku memikirkanmu. Bagaimana kalau ada orang terdekat yang melihatmu? Mertua atau orang tua, dan teman mungkin."


"Biarkan saja. Aku ingin menghabiskan waktuku bersamamu."


Dalam hati Latina bersorak. Andai Dean tahu kalau mertua dan orang tuanya telah mengetahui rahasia ini.


"Tapi pakaianmu?" Dean merasa bersalah.


"Ini semua karena dirimu!" Latina cemberut.


"Maaf, Sayang. Aku akan suruh sekretaris wanitaku menyiapkan pakaian. Jangan khawatir, kita akan pergi senang-senang."


TBC