Simpanan Bos Berondong

Simpanan Bos Berondong
Saling Pamer


Suasana makan siang yang hening tanpa satu patah kata dari Latina. Acara ke taman hiburan selesai setelah Rael mengucapkan kata-kata yang tidak mungkin anak kecil bisa pikirkan.


Sudah jelas siapa yang mempengaruhi anak kecil sepolos ini kalau bukan orang dewasa yang berada di dekatnya, dan Latina jelas tahu siapa itu.


"Mom, Rael sudah selesai. Boleh ke tempat bermain?" Rael menunjuk arena khusus anak-anak yang ada di restoran.


Latina mengangguk. "Pergilah, Sayang."


Rael senang telah diizinkan dan bergegas beranjak dari kursi ke area bermain. Saat inilah Dean lega karena ia bisa mengajak Latina bicara.


"Kau marah?"


Latina menatapnya tajam. "Kau mengatakan apa pada Rael?"


"Hei, aku hanya ... hanya ...." Dean tidak tahu harus mengatakan apa.


"Kau sengaja menyuruh Rael berkata begitu di depan Maxon? Kau tidak tahu betapa malunya aku?"


"Aku baru saja bersama putraku. Baru beberapa jam, tetapi kau malah ingin mengenalkan dirinya pada seorang pria baru? Satu lagi, kau yakin ingin bersama laki-laki yang rambutnya keriting itu?"


Mengingatnya Dean jadi kesal. Rambut ikal pirang itu begitu menganggu, dan Maxon itu sama sekali tidak pantas untuk Latina yang menurutnya sempurna.


"Itu bukan urusanmu. Bagiku Maxon itu pria yang menarik. Dia manis, ramah, dan lucu."


"Dia terlalu menggelikan. Rambutnya seperti mie instan. Dia itu lelucon."


"Terserah kau mau bicara apa. Aku menyukai pria itu."


Dean tertawa kecil. "Ayolah! Dari Jason, aku, lalu Maxon. Kau yakin? Setidaknya cari yang setara denganku."


"Apa maksudmu?" Latina jadi kesal atas tingkah Dean.


"Kau menyukai pria itu dalam arti tanda kutip?" Dean menggerakan dua jarinya.


"Kau tahu, aku ingin mencoba pria seperti Maxon ini. Selama ini aku menyesali hidupku. Kenapa dari dulu aku tidak bertindak liar? Aku bisa mencoba meniduri banyak pria. Kaya, miskin, pekerja kantoran atau mahasiswa atau pemuda yang baru kutemui. Aku malah menjaga diriku demi satu orang pria, yaitu Jason. Tapi, malah berakhir bersamamu."


"Jadi, kau ingin mencoba tidur dengan si rambut keriting?" Dean menatapnya penuh pertanyaan dan penasaran.


"Kenapa tidak? Aku wanita bebas sekarang dan sudah lama aku tidak merasakan kehangatan seorang pria." Latina tertawa mengatakannya. Ia meraih gelas, lalu meneguk air di dalamnya sembari melihat Dean dari pancaran beling.


Raut wajah Dean tidak dapat dibaca. Ia melanjutkan makan, dan sedikit berantakan Daging dipotong sembarang, dimasukan ke mulut dan dikunyah kasar.


"Makan dengan pelan. Kau akan tersedak nanti."


"Bukan urusanmu."


"Aku hanya tidak ingin Rael kehilangan ayah lagi. Ya, tapi tidak apa-apa. Aku bisa mencarikannya ayah yang baru."


Ucapan itu diiringi dengan senyum mengembang, dan membuat Dean semakin kesal mendengarnya.


Dering telepon berbunyi. Dean melihat siapa yang menelepon, lalu ia menggeser warna hijau kemudian mendekatkannya ke telinga.


"Ya, Fiona." Dean mendengarkan, lalu ia menjawab lagi. "Nanti malam, aku akan menemuimu."


"Dia sedari tadi meneleponmu, tapi kau baru mengangkatnya sekarang." Latina bicara begitu setelah Dean mengakhiri panggilan telepon dari Fiona.


"Aku akan menemuinya nanti malam dan kau tahu, aku juga berniat untuk bersenang-senang bersamanya."


"Memangnya aneh kalau kau bersenang-senang dengan kekasihmu? Kau jelas tahu siapa dirimu, kan?"


"Aku tidak ...." Dean berpikir. "Ya, Fiona itu sangat liar di atas ranjang."


TBC