
Ini yang ditunggu Dean Cornor. Kedatangan dari seorang Jason Verhaag. Ia sudah menyiapkan sebuah perjanjian yang akan mengubah nasib pria itu. Demi Latina. Demi malam-malam panas yang akan mereka lalui bersama.
"Kau datang kemari untuk meminta bantuanku lagi?" Dean jelas tahu apa yang menimpa Jason karena perusahaan itu merugi karena ia juga penyebabnya.
Jason pun berpikir demikian. "Ya, Anda benar, Tuan. Saya datang kemari memang meminta bantuan Anda."
"Kau butuh berapa?"
Jason menggeleng. "Bukan suntikan dana."
Kening Dean berkerut. "Lalu?"
"Saya ingin Anda membatalkan perjanjian kontrak Latina."
Ini sama sekali hal yang bukan Dean harapkan. Harusnya Jason meminta bantuan suntikan dana. Tapi, ia malah datang untuk membebaskan Latina. Dean tidak mau karena ia masih butuh wanita itu sebagai simpanannya.
"Masih ada beberapa bulan lagi. Enak saja kau mau main batal. Kau mampu untuk membayar kerugianku?" ucap Dean. Berharap dengan kata-katanya ini, Jason mengurungkan niatnya.
"Justru ini saya datang. Anda boleh mengambil perusahaan saya, asal Latina dibebaskan. Latina istri saya, dan mulai sekarang, kami ingin mengulang semuanya dari awal."
"Kau tahu bukan, apa akibat dari tindakanmu ini, Jason." Dean mencoba menahan emosinya. "Perjanjian itu berakhir hanya sampai Latina selesai denganku."
"Saya yang tidak tahan dengan perjanjian ini. Setiap malam Anda selalu memanggilnya."
Dean menggebrak meja. "Jason! Jangan pikir kau bisa menantangku."
"Aku hanya ingin istriku!" Jason tidak lagi memakai bahasa formal karena Dean juga sudah mulai mengeluarkan nada suara tinggi. "Kau boleh ambil perusahaanku, tetapi kembalikan Latina."
"Tidak semudah itu, sialan!" Dean benar-benar marah. Ia belum puas dengan Latina.
"Apa Latina juga menginginkannya?"
"Tentu saja. Aku dan istriku saling mencintai. Kembalikan istriku."
"Perjanjian tetaplah perjanjian. Latina akan kukembalikan setelah kontrak itu berakhir. Sekarang, kau pergi dari sini. Atau kau ingin aku menyuruh satpam agar mengusirmu dari sini?"
Tidak ingin membuat keributan. Jason terpaksa harus pergi. Jika hari ini gagal, maka akan ada kesempatan di lain waktu.
Sementara Dean tidak dapat berpikir. Tadi malam saat mereka bersama, Latina tidak memberitahu apa pun. Bahkan wanita itu menyuruhnya menjebak Jason. Tapi apa, Dean merasa kalau ia yang terperangkap dengan masalah ini. Tidak ia kira sama sekali jika Jason meminta istrinya dan membatalkan perjanjian. Sebenarnya ada apa? Dean menjentikkan jari. Ya, biang masalahnya adalah Latina. Dean perlu menghubunginya.
Cukup lama panggilan telepon itu diangkat. Baik Latina maupun Jason, sama-sama membuatnya kesal. Apa perlu ia mengurung Latina atau berbuat kasar agar wanita itu menurut?
"Lama sekali kau mengangkat teleponku!" Dean sungguh marah.
"Kau ini kenapa?" Latina heran sendiri karena Dean yang tiba-tiba bersuara tinggi. "Aku baru selesai mandi. Mana aku tahu kau menelepon."
"Kau, datanglah ke apartemen."
"Untuk apa lagi? Tadi malam aku sudah melayanimu."
"Kau lupa pasal janji itu. Aku bisa memanggilmu kapanpun aku mau."
Dalam hati, Latina hanya bisa mengutuk Dean. "Baik, aku akan datang."
Sambungan telepon itu langsung diputus sepihak oleh Latina. Peduli apa kalau Dean marah. Dalam keadaan berpakaian pun, Latina menggerutu. Ia meminum pil penguat kandungan agar bayi dalam kandungannya ini sehat-sehat saja. Sampai kapan ini berakhir? Latina sungguh tidak tahan.
TBC