
Latina lekas berlari menghampiri. Ia mendorong Jason, lalu memeluk Dean yang tengah bertekuk lutut seraya memegang kepalanya.
"Panggilkan ambulance!" teriak Latina, dengan menopang kepala kekasihnya yang berlumuran darah. "Apa yang kau lakukan, Jason?"
Serpihan vas bunga terjatuh dari tangan pria itu. Jason seakan baru sadar dengan apa yang ia lakukan saat ini. Karena emosi, nekat melakukan tindakan berbahaya.
"Latina ...."
"Diam! Kau harus bertanggung jawab." Latina segera meminta bantuan kepada pengunjung sekitar untuk membantu Dean yang terluka, dan mengamankan Jason.
"Di mana ambulancenya?"
"Dalam perjalanan!" seorang pelayan menjawab karena pihak restoran yang menelepon.
"Berikan aku sapu tangan bersih."
Dean didudukkan di kursi dengan Latina yang terus menahan kepala kekasihnya yang terluka. Pelayan berlari membawa kotak obat agar pria itu menerima pertolongan pertama.
"Kepalaku ...." Dean meringis. Rasanya luar bisa sakit. Kepalanya berdenyut seakan sesuatu di dalam sana pecah.
"Ambulance akan segera datang, Sayang." Latina menahan luka itu dengan sapu tangan agar darah tidak terus-terusan keluar.
Sirine ambulance yang ditunggu terdengar. Beberapa pengunjung yang berniat membantu, menghentikan kendaraan tersebut, lalu Dean segera dilarikan ke sana.
Latina pun ikut dalam rombongan mobil rumah sakit itu, dan untuk urusan Jason, ia akan menyerahkannya kepada pengunjung yang ada di restoran. Mereka jelas akan mengadukan pria ini ke pihak berwajib.
Dean dilarikan ke rumah sakit terdekat, dan pemuda itu segera diberi pertolongan. Selagi menunggu kekasihnya diberi tindakan medis, Latina menelepon orang tua Dean, yaitu Dolty untuk segera ke rumah sakit. Ia juga menghubungi Eliza serta Verhaag agar Jason diurus.
Sekitar 45 menit, dokter keluar dari ruang tindakan, dan bertepatan dengan keluarga Cornor yang datang menjenguk putra mereka.
"Bagaimana dengan putraku?" Dolty yang lebih dulu bertanya.
"Saudara Dean mendapat luka jahitan. Kami sudah merawatnya dengan baik, dan tunggu beberapa saat, beliau akan sadar dari bius." Dokter pria bertubuh kurus ini menjelaskan hal yang ingin diketahui oleh orang tua pasien.
Setahu Latina, vas itu memang pecah. Kalau sudah dijahit berarti, luka Dean cukup parah. Jason memang berniat untuk membunuh.
"Dia mendapat empat jahitan. Semua baik-baik saja. Kalian bisa menemuinya ketika beliau sadar."
"Terima kasih." Cornor mengucapkan itu, lalu pergi bersama dokter untuk bertanya lebih lanjut dan mengurus administrasi putranya.
Dolty menatap Latina yang saat ini tengah memandang dirinya juga. Baru kali ini, Dean menderita karena seorang wanita.
"Kau bisa menjelaskannya padaku. Anakku tidak mungkin tiba-tiba terkena pukulan vas bunga, kan?"
Latina mengangguk, kemudian menceritakan apa yang terjadi saat mereka berada di restoran. Ia tahu Dolty sangat menyayangi Dean. Apa dengan kejadian ini, pernikahan akan dibatalkan? Latina juga tidak ingin kecelakaan ini terjadi, dan ia juga tidak tahu kalau Dean akan menyusul ke restoran.
"Aku tidak tahu kau punya sihir apa sampai anakku tergila-gila padamu. Berlin saja ia campakkan." Dolty terdengar mengembuskan napas kasar.
"Maaf, tapi aku sungguh tidak tahu kalau Dean akan menyusul. Aku juga tidak mengatakan apa-apa padanya. Tiba-tiba saja dia ada di restoran."
"Tentu saja dia melacak GPS ponselmu." Dolty sangat mengenal sifat putranya itu.
"Dia sangat posesif."
"Kau tahu kenapa dia melakukan itu. Dean tidak ingin kau lari."
Seorang suster keluar, mengatakan jika Dean telah siuman, dan pihak keluarga diperbolehkan untuk menjenguk. Latina masuk bersamaan dengan Dolty.
"Sayang!" Dolty begitu sangat khawatir.
"Aku baik-baik saja, Mom."
"Apanya yang baik? Kau terluka. Pria itu harus menerima ganjarannya."
Dean menggeleng. "Nanti saja kita bicarakan tentang Jason. Ada sesuatu yang ingin aku katakan." Dean memandang Latina. Ia tersenyum. "Mom, aku ingin menikahi Latina sekarang juga."
TBC