
Dean menarik kertas itu dari tangan Jason, lalu membacanya. 'Selamat tinggal' Apa artinya ini?
"Sial!" Dean langsung pergi begitu saja dengan meremukkan kertas itu. Tiba di luar rumah, ia melempar secarik pesan yang Latina tinggalkan. "Berani sekali kau, Latina!"
Di sini bukan tempatnya untuk marah. Dean bergegas berjalan keluar dari perkarangan rumah Jason. Tengah berjalan kaki, ia terus saja mengumpat, bahkan mengutuk Latina.
"Dia sudah merencanakan ini semua. Membohongiku, lalu pergi begitu saja. Kau pikir bisa lari dariku, lihat saja Latina. Tidak lama lagi kau akan kutemukan."
Malam yang membuat semua berada dalam keadaan hati terluka. Jason pun sama, ia bahkan pergi ke rumah mertuanya, dan menemukan satu fakta kalau mereka juga tidak di rumah.
Selama menikah bersama Latina, Jason memang jarang bertemu mertuanya ini. Hanya ada acara keluarga saja mereka berjumpa.
Mengetahui hal itu, Jason mencari ke tempat teman-teman istrinya yang ia ketahui, tetapi hasilnya nihil.
"Ke mana, Latina? Dia tidak mungkin meninggalkanku." Jason mengumpat. Latina membohonginya juga. Wanita itu pergi ketika hati ini sudah menerima.
Sementara di kamar hotel, Berlin tidak dapat menghubungi Dean. Entah ke mana perginya sang kekasih. Di malam pertunangan, malah tidak kembali. Berlin tidak tahu, Dean sungguh berubah.
Berlin berkata benar, Dean tidak kembali karena saat ini tengah berada di kelab malam. Meneguk minuman beralkohol untuk menghilangkan denyut di kepala dan sakit di hati.
Dean terus saja berkata kasar. Kenapa ia sampai sesakit ini setelah ditinggal Latina? Sama sekali tidak bisa dimengerti. Wanita itu lebih tua darinya. Biar saja pergi. Namun, Dean merasa kehilangan. Ia ingin Latina. Ia mau wanita itu.
"Kau di sini rupanya." Seorang pria duduk di kursi kosong sebelah Dean. "Kau meninggalkan pesta begitu saja." Pemuda pemilik bola mata kehijauan ini, menuangkan minuman ke gelas kosong Dean. "Ada apa?"
"Kau selalu bisa menemukanku, Billy." Dean terkekeh, kemudian meneguk minuman memabukkan itu dalam sekali putaran.
"Kau pergi dengan terburu-buru. Sudah pasti ada masalah. Siapa yang bisa membuatmu seperti ini? Tidak mungkin, Berlin, kan?"
"Simpananmu lagi?"
"Dia bukan wanita, seperti yang kau lihat. Selama setahun ini, aku tidak pernah menunjukannya kepada kalian. Dia luar biasa, wanita bersuami, tetapi aku adalah pria pertama yang menyentuhnya." Dean tertawa mengingat hari-hari yang ia lalui bersama Latina.
"Dia pasti kembali bersama suaminya. Sudahlah, Dean. Ada Berlin yang menunggumu di hotel. Dia pasti khawatir."
Dean menggeleng. "Latina juga meninggalkan suaminya. Kau tidak tahu ceritanya, Billy. Dia sudah pasti merencanakan ini sejak lama."
Ya, Dean ingat akan surat-surat yang ia berikan kepada Jason untuk ditandatangani. Berkas properti yang diambil alih Latina.
"Sialan!" Dean mengumpat. "Aku benar-benar ditipu. Dia pasti menjual properti milik Jason, lalu melarikan diri dari sini."
"Ada apa?"
"Billy, bantu aku cari dia." Dean menatap sahabatnya ini.
Billy mengembuskan napas panjang. "Kau yakin dia pergi? Ini belum 24 jam."
"Dia meninggalkan pesan. Gunakan koneksimu, Billy. Minta bantu ayahmu. Dia pasti tahu keberadaan Latina."
"Aku akan coba."
"Aku yakin sekali ayahmu bisa menemukannya." Dean berkata begitu karena Billy seorang anak dari kepala kepolisian di negara ini. Mencari orang hilang jelas tidak akan susah. Sebentar lagi, Latina akan ia temukan.
TBC