
Kemarin Fiona, lalu sekarang Jason. Lagi-lagi pria ini meminta bertemu. Latina sempat menolak, tetapi mantannya ini cerdik dengan datang ke rumah atas nama saudara. Tidak ingin pembicaraan ini didengar, keduanya mengunjungi kafe terdekat.
"Kau sudah tahu kabar tentang pertemuan dua keluarga ini?" Latina bertanya begitu karena ia meminta Verhaag sebagai pria yang dituakan. Ayah Jason ini nantinya akan mewakili karena Latina sudah menganggapnya sebagai orang tua sendiri.
"Dad mengatakannya semalam." Jason tertawa sumbang. "Kau jatuh cinta pada penyewamu."
Di bawah meja sana, tangan Latina mengepal, Jason mengingatkannya pada perjanjian itu. "Ada yang salah?"
"Hanya heran saja. Apa kau memang tipe wanita yang senang dipaksa?"
"Aku sama sekali tidak mengerti. Dalam hal apa Dean memaksaku? Bukankah kau yang memaksaku untuk melayani Dean?"
"Kau tahu sebajingan apa dia, Latina. Jika kau ingin menikah dengan pria lain, aku sangat setuju. Tapi, tidak dengan Dean. Aku berkata begini karena kita mantan suami istri."
"Laki-laki lain itu adalah dirimu? Bagaimana jika usahamu bangkrut lagi? Apa kau akan menjualku?"
"Aku tidak akan melakukan itu!" Jason jadi kesal mendengar kalimat Latina.
"Aku beritahu kau satu hal, Jason. Kau ingin tahu alasan kenapa aku memilih Dean, kan?" Latina menatap lekat ke sorot mata mantan suaminya ini. "Pertama, dia adalah pria pertama bagiku. Kedua, dia lebih baik darimu, ketiga, aku merasa sangat spesial bersamanya, dan keempat, kami telah memiliki anak. Bagian mananya aku harus menolak?"
Jason berdecih mendengarnya. "Kau tahu sendiri masa lalu Dean. Apa kau berpikir dia akan setia padamu? Umur kalian berbeda. Dia tidak cocok untukmu, Latina. Aku ini hanya memperingkatkanmu"
"Tidak cocok?"
Latina mengangkat kepalanya, menatap ke depan. Ia kaget lantaran Dean tiba-tiba ada di kafe yang sama. Sejak kapan pria ini datang? Latina tidak memperhatikan pintu masuk tadi.
Begitu juga Jason yang menoleh ke belakang saat ada yang menyahuti ucapannya. Ah, calon pengantin pria rupanya datang menyusul.
"Oh, Dean!" Jason bangun dari duduknya, ia memandang pria yang lebih muda ini dengan tatapan tidak terbaca. Jika Jason menganggap Dean lemah, maka ia salah besar. Masih teringat bagaimana ia memohon agar bank milik keluarga Cornor memberi pinjaman.
"Kau kemari untuk menghasut Latina? Apa kau ingin kembali padanya?" Dean menghampiri, ia menatap Jason dengan marah. "Kau ingin kembali bersamanya."
"Kau sendiri telah memberikannya padaku."
"Aku tidak pernah memberikannya padamu, aku hanya meminjamkannya."
Mendengar itu, Latina kaget. Tidak menduga jika Jason mengatakan hal demikian. Sampai akhir pun, status dirinya tetap sama.
"Keputusanku sudah benar." Latina memisahkan keduanya. Ia menarik tangan Dean, lalu beralih memandang Jason. "Aku menyesal pernah mencintaimu."
Jason seolah tersadar atas ucapannya. "Latina, bukan begitu maksudku. Aku hanya ...."
"Cukup! Hal terbodoh dalam hidupku adalah mengenalmu. Mulai sekarang, jangan lagi menemuiku!"
"Aku minta maaf."
"Aku tidak akan pernah memaafkanmu!" Latina pergi begitu saja.
Sementara Dean tersenyum penuh kemenangan. Bersatu dengan Latina ternyata tidak mudah, ada saja orang yang ingin merusak kebahagian itu.
"Kau tidak pantas bersaing denganku. Perlu kuingatkan, Jason. Kau telah membuang berlianmu untukku. Selamat menderita karena patah hati." Dean membalik tubuhnya.
"Sialan! Lebih baik kau mati!"
Teriakan Dean membuat Latina berhenti. Ia menoleh ke belakang, kaget atas apa yang terjadi barusan.
"Dean!" teriaknya.
TBC