SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI

SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI
INGIN MENGKHITBAH AZIAH.


ೋ๑୨💓 MUTIARA HIKMAH💓୧๑ೋ


وَاِلٰى رَبِّكَ فَارْغَبْ


dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap


Percayalah apa yang kau gantungkan pada Allah. Dan kau mau berusaha untuk mendapatkannya Maka in syaa Allah kau tidak akan kecewa. Dan dikala suatu hari kau tidak mendapatkan apa yang kau harapkan maka jangan lupa bukankah Allah maha Kaya, Allah tdk akan mengambil sesuatu yang berharga kecuali jika Allah menggantikan dengan yang lebih baik...


So


Ingat apapun urusanmu libatkanlah Allah bersamanya 😇


____sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ____


•❅❀❦ೋ๑୨◎❅❀❦🌹❦❀❅◎୧๑ೋ❦❀❅•


Setelah kepergian sahabatnya, Aziah terlihat canggung karena di sana hanya tinggal dirinya dan Reyhan saja, ia bahkan tak berani melihat wajah Reyhan


"Ziah?, karena kamu sudah menerima Abang, nanti malam Abang kerumah kamu ya" kata Reyhan yang posisinya berada di belakang Aziah.


"Eh mau apa bang ke rumah Ziah?" tanya Ziah yang tetap tak berani berhadapan dengan Reyhan.


"Mau mengkhitbah kamu secara resmi pada orang tua kamu" ujar Reyhan lembut.


"Eh, apa nggak kecepatan bang, kita belum kenal dekatkan?" ujar Aziah yang kini ia membalik tubuhnya menghadap Reyhan.


"Kata siapa Abang belum kenal dekat, Ziah lebih baik kita kenal dekatnya setelah halal, agar tidak menimbulkan fitnah, karena agama kita sebenarnya mengharamkan pacaran, jadi lebih baik kita pacarannya setelah menikah ya" jelas Reyhan dengan lembut.


"Eh, tapi aneh rasanya bang, bila menikah tidak ada rasa cinta sama sekali" balas Aziah sambil menundukkan wajahnya sedikit malu mengatakan cinta.


"Ziah, kata orang cinta akan tumbuh seiringnya waktu, bila kita selalu bersama, dan kamu jangan khawatir, walaupun nantinya kita menikah, Abang tidak akan menyentuh kamu selagi cinta kamu belum tumbuh ke Abang dan Abang akan menunggu dengan sabar Ziah" tutur Reyhan lagi, begitu lembut, membuat hati Aziah bergetar mendengarnya.


Aziah tak bisa mengeluarkan kata-katanya, lidahnya terasa kelu hingga ia hanya. menatap wajah Reyhan saja, melihat Aziah yang tak merespon dirinya Reyhan pun mendekatinya perlahan.


"Zi, kamu maukan kita akan membangun cinta itu bersama-sama, dan aku janji akan membahagiakan kamu Zi, kamu maukan?" tanya Reyhan, yang terlihat ia sangat berharap sekali, Aziah menyetujui keinginannya.


"Maaf bang, Ziah nggak bisa mutusin sendiri, karena Ziah punya keluarga, dan Ziah akan setuju kalau mereka semuanya setuju" balas Aziah sambil menundukkan wajahnya kembali.


"Baiklah Zi, maka dari itu nanti malam Abang akan datang dan insya Allah bersama keluarga Abang bolehkan Zi?" tanya Reyhan lagi, dan di balas Aziah dengan anggukan kepalanya saja.


"Alhamdulillah, ya sudah kamu masuklah, Abang hari ini tidak masuk, karena hari ini dosen kalian Dokter Andri sudah datang, jadi Abang tidak ngisi kelas lagi" ujar Reyhan, "Ya sudah kamu masuk gih, Abang pulang yaa Assalamu'alaikum" pamit Reyhan sembari tersenyum manis pada Aziah.


"Iya Bang, Wa'alaikumus salam" balas Aziah lirih, setelah mendapatkan jawaban salamnya, Reyhan pun langsung pergi meninggalkan Aziah yang masih melihat kepergiannya, karena malu ternyata ada yang sedang memperhatikannya Aziah pun langsung berjalan cepat menuju ke kelasnya.


_______


Sementara itu Reyhan yang kini sudah berada di dalam mobilnya sempat melihat sebentar Aziah yang sedang berjalan cepat menuju kelasnya, ia sedikit tersenyum melihatnya, dan tiba-tiba saja ia teringat perkataan Aziah di kala ia masih kecil.


"kakak, Ehan jangan sedih lagi ya, kan ada Ziah, yang akan menghibur dan menemani kak Ehan selamanya." Rehan kembali tersenyum saat teringat perkataan Aziah kecil, "Hum..maaf gadis kecilku, kalau kak Ehan agak sedikit memaksa, itu kak Ehan laku, karena ingin menagih janji kamu" gumam Reyhan yang masih melihat Aziah memasuki kelasnya, dan setelah Aziah tak terlihat lagi Reyhan pun mulai melajukan mobilnya meninggalkan fakultas kedokteran tempat Aziah menimbah ilmu.


Reyhan masih terus melajukan mobilnya, hingga mobilnya memasuki sebuah perparkiran di kawasan gedung bertingkat 8 dengan bertuliskan Azram grup, setelah mobil terparkir dengan sempurna ia pun langsung turun dari mobilnya dan kemudian ia langsung berjalan memasuki gedung bertingkat itu.


Sesampainya di dalam ia langsung masuk kedalam lift menuju ke lantai atas, sampai pintu lift terbuka Reyhan langsung menghampiri meja yang diatasnya ada papan nama secretary


"permisi nona apakah Pak Azzamnya ada?" tanya Reyhan pada seorang wanita cantik yang duduk di belakang meja tersebut.


"Eh, Dokter Reyhan ada kok Dok, sebentar saya beritahu beliau" jawab wanita cantik tersebut, lalu ia pun langsung menghubungi Azzam lewat telepon dan tak berapa lama telpon kembali di tutup.


"Silakan Dok, pak Azzam menyuruh Dokter langsung masuk saja," ujar wanita cantik itu.


"Oke, thanks ya" balas Reyhan lalu ia pun langsung menghampiri sebuah pintu yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri dan ia langsung membuka pintu tersebut.


"Assalamu'alaikum bro" salamnya ketika pintu telah terbuka.


"Wa'alaikumus salam, tumben, ada apa nih?" tanya Azzam yang terlihat heran, karena memang sahabatnya yang satu ini jarang sekali datang ke kantornya.


"Bukannya di suruh duduk dulu gitu kek, malah ngasih pertanyaan yang nggak enak di dengar" protes Reyhan sambil memutarkan bola matanya.


"Gitu dong, kan nyaman kalau ngobrol sambil duduk" kata Reyhan yang kemudian ia pun langsung duduk di sofa.


"Iyee maaf, ya udah Lo mau minum apa Rey?" tanya Azzam.


"Terserah aja, yang penting jangan racun aja pokoknya" kata Reyhan asal..


"Ah, elo ngomong ngasal aja,.. ya sudah tunggu sebentar" kata Azzam yang kemudian ia pun kembali ke mejanya dan kemudian ia mengambil telpon yang sepertinya ia sedang menghubungi seseorang, namun itu cuma singkat, dan ia pun kembali menghampiri Reyhan dan duduk di hadapannya.


"Sekarang katakan, ada apa Lo kesini?" tanya Azzam yang terlihat penasaran.


"Eh, nggak sabar banget sih?" protes Reyhan


"Jangan protes!, Lo taukan bagi gue, di waktu jam kerja,Time is money So I don't like wasting time." balas Azzam santai.


"Iye iye gue tahu, ya sudah, gue kemari mau ngasih tau, kalau nanti malam gue mau ke rumah bokap Lo, gue berniat ingin mengkhitbah Aziah, adekLo Zam" kata Reyhan menuturi niatnya.


"Eh, emang Adek gue udah mau sama Lo?"


"Awalnya, dia ragu sih, tapi Alhamdulillah dia udah mau kok, dan dia juga bilang ia akan setuju kalau keluarganya setuju, makanya gue kemari," jelas Reyhan yang menyampaikan perkataan Aziah "Nah, makanya gue kemari mau tanya, Lo jadikan ngasih gue restu, kalau gue ma Adek Lo?" tanyanya lagi.


'Iyaa gue restuin, tapi ingat jangan pernah Lo sia-siakan Adek gue, karena kalau sampai ia menangis karena tidak bahagia Ama Lo, maka bersiaplah, Lo tau guekan?, maka berhati-hatilah cam kan itu," ancam Azzam dengan wajah datarnya.


"Iyee gue tahu, Lo jangan khawatir, gue janji akan membahagiakan dia dengan semampunya gue" kata Reyhan, dengan penuh keyakinan.


"Bagus!, ya sudah nanti malam gue juga akan kerumah bokap gue juga" kata Azam lagi.


"Oke, in syaa Allah gue akan datang sama keluarga gue" balas Reyhan juga.


"Baiklah gue tunggu Lo nanti malam"


"Oke, ya sudah kalau begitu gue langsung pamit aja deh, soalnya gue belum ngasih tau bokap gue," kata Reyhan sembari bangkit dari duduknya.


"Oke deh, Lo hati-hati dah, dan salam sama bokap Lo ya"


"Oke in syaa Allah nanti gue sampaikan, ya sudah gue pamit Assalamu'alaikum" pamit Reyhan yang kemudian ia mulai berjalan menuju pintu ruangannya Azzam.


"Oke, Wa'alaikumus salam" balas Azzam yang ikut bangkit dan ikut mengantar sahabatnya hingga sampai di depan pintu ruangannya, setelah Reyhan memasuki lift, ia pun kembali masuk keruangannya, dan di saat ia hendak menutup pintu tiba-tiba pintu tersebut ditahan seseorang.


"Woy, main tutup aja, nggak liat apa gue disini" kata seorang pria yang baru saja muncul.


"Ah, Lo Frans, mau ngapain Lo?" tanya Azzam ketus.


"Eh, jutek banget sih Lo,"


"Bodo amat, udah cepat masuk!, ada apa?" tanya Azzam dingin.


"Haiis, dingin banget sih Lo?, oh iya ngomong-ngomong tadi gue liat Reyhan, mau ngapain dia kemari?" tanya Frans terlihat penasaran.


"Mau bilang kalau nanti malam dia mau melamar Adek gue"


"Haah?"


_________


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰


Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.


dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.


"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..


Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊.