SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI

SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI
HATINYA SUDAH MATI.


══ ✥.❖.✥ 💌 Kalam Habaib 💌 ✥.❖.✥ ══


"Segala sesuatu telah diatur. Berjalanlah terus sesuai dengan jalanmu. Jangan kau terganggu dengan apapun yang terjadi, karena tidak ada yang terlepas dari Allah. Semuanya telah teratur, kau perbaiki saja jalanmu dengan bersungguh-sungguh. Jangan kau sibukkan dengan pemikiran yang tidak bermakna bagimu."


[ Al Habib Umar Bin Hafidz ]


اَللّٰهُمَّ صَلِّی عَلَى مُحَمَّدْ اَللّهُمَّ صَلِّی عَلَيْهِ وَسَلِّمْ


💌💌💌💌💌💌💌💌💌💌💌💌💌💌💌💌


Dirumah Thafidz.


Setelah Beby Boy, berusia dua bulan, Naisha kembali mengajar kembali dirumah Thafidznya. Namun tetap, ia harus selalu membawa Bebynya sebagai syarat utama dari Azzam. Dan karena sang Beby, masih sangat membutuhkan Asinya, ditambah lagi Naisha memang tidak ingin memberikan susu formula pada Bebynya. Makanya ia pun langsung menyetujui syarat dari sang suami.


Begitu juga dengan Irma, walaupun perutnya kini semakin membesar. ia masih tetap mengajar di rumah thafidz milik Naisha. Walaupun pada awalnya, Frans tidak mengizinkan ia mengajar karena alasan mengkhawatirkan kehamilannya. Namun karena Irma memberikan alasan untuk kebaikan janinnya, akhirnya ia pun mengizinkan istrinya kembali mengajar di rumah thafidz.


Seperti saat ini Naisha dan Irma terlihat sedang mengajar thafidz pada anak santri mereka. Suara lantunan para santri dan santriwati yang membacakan ayat-ayat suci Alquran, terdengar mendayu-dayu dan silih berganti, memenuhi ruangan aula rumah thafidz tersebut. Dan disaat bersamaan seorang gadis cantik dengan wajah terlihat ketakut berlari kearah Naisha, membuat Naisha langsung menghentikan programnya.


"Assalamu'alaikum Ustadzah, tolong Zahra ustadzah!" teriak gadis tersebut ketika ia sudah berada didekat Naisha dan Irma, yang terlihat kaget melihat gadis itu yang langsung duduk ditengah-tengah mereka.


"Wa'alaikumus salam! Astaghfirullah! Ada apa ini Zahra?" tanya Naisha dan Irma secara bersamaan.


"Tolong Ustadzah, Bapak Ana mau menjual ana ustadzah hiks..!" balas Zahra, sambil ia menunduk tubuhnya di antara Naisha dan Irma, seakan ia ingin menyembunyikan tubuhnya.


"Astaghfirullah.. tega banget sih bapak kamu! Emangnya kamu barang apa yang bisa di jual!" sela Irma terlihat kesal setelah mendengar perkataan Zahra. Dan disaat bersamaan terdengar teriakan seorang laki-laki memanggil-manggil nama Zahra.


"Zahra! Keluar kamu! Jangan sampai Bapak menemukanmu, maka kau akan menyesal nantinya! Cepat keluar kau Zahra!" teriak lelaki tua, yang terdengar didepan rumah thafidznya Naisha.


"Astaghfirullah..itu bapak kamu Zahra?" tanya Naisha terlihat penasaran.


"Benar Ustadzah, saya takut Ustadzah, saya nggak mau dijual bapak Ustazah tolong saya hiks..hiks.." kata Zahra yang terlihat sekali tubuhnya gemetaran karena ketakutan.


"Tenanglah Zahra, sebaiknya Mari kita temui dulu Bapak Zahra ya," ujar Naisha dengan lembut.


"Tapi Ustadzah Nai, Bapak saya orangnya nekatan, saya takut Ustadzah," balas Zahra, yang masih terlihat menyembunyikan tubuhnya di belakang Naisha.


"Kamu tenang saja Zahra, ada kami yang akan membela kamu. Sekarang benar kata Ustadzah Nai, kita sebaiknya menemui beliau dulu ya," timpal Irma yang ikut menenangkan Zahra.


"Baiklah Ustadzah Irma," kata Zahra pasrah. Dan mereka bertiga pun beranjak dari aula, menuju pintu keluar rumah Thafidz.


Sesampainya di depan Rumah tahfidz mereka melihat tiga orang pria yang masih di luar gerbang. Nampak mereka tidak diperbolehkan masuk oleh penjaga gerbang tersebut. Dan mereka terlihat sedang yang berdebat dengan penjaga gerbang Rumah tahfidz tersebut. Naisha dan Irma pun mendekati mereka, sementara Zahra hanya diam di teras rumah thafidz dengan tubuh yang masih bergetar.


"Ada apa ini Pak?" tanya Naisha setelah ia mendekati mereka.


"Ini Neng Ustadzah, Bapak ini memaksa Ingin masuk, dan tidak mengizinkannya tapi dia malah marah-marah," adu sang penjaga gerbang.


"Ooh, sebenarnya Bapak ada masalah apa? Hingga Bapak mau menjual anak Bapak hm?" tanya Naisha dengan nada lembut, pada pria yang sudah di pastikan ia adalah Bapaknya Zahra.


"Kami tidak akan menyerah anak bapak, kalau Anda bersikeras menjual Zahra!" timpal Irma dengan nada tegas.


"Siapa Anda hah? Mengatur-ngatur saya! Terserah saya dong, mau saya jual kek! Mau enggak kek! Itu hak saya sebagai Bapaknya! Jadi kalian berdua jangan ikut campur, paham!" bentak Pria tersebut dengan lantang.


"Astaghfirullah.. istighfar Pak, jangan semena-mena pada anak perempuan Bapak. Karena di akhirat kelak, dialah yang akan menolong Bapak. Karena sebenarnya seorang anak perempuan bisa menjadi penghalang Ayahnya dari api neraka. Dan itu sudah dijelaskan disalah satu hadits Rasulullah ﷺ.


Dari Aisyah Radhiyallahu Anha ia berkata, bahwa Rasullullah ﷺ pernah bersabda:


“Barang siapa diuji dalam pengasuhan anak-anak perempuan, lalu ia dapat mengasuh mereka dengan baik, maka anak perempuannya itu akan menjadi penghalangnya dari api neraka kelak.”


(HR. Muslim), " jelas Naisha dengan penuh kelembutan, karena ia berharap Pria itu akan luluh dengan penjelasan yang seperti itu.


"Dan asal Bapak tahu, saking cintanya Rasulullah, terhadap kaum wanita. Beliau sampai menjanjikan bagi orang tua yang menyayangi anak perempuannya. Maka di akhirat kelak ia akan berada disisinya, dan itu juga dijelaskan disalah satu hadits beliau.


Dari Anas bin Malik Ra ia berkata, ‘Rasulullah ﷺ telah bersabda: "Barang siapa dapat mengasuh dua orang anak perempuannya hingga dewasa, maka aku akan bersamanya di hari Kiamat kelak. Beliau merapatkan kedua jarinya.” (HR. Muslim) jelas Naisha lagi, yang jelas sekali ia mengharapkan, orang tua Zahra luluh. Dan akan menyadari kesalahannya.


"Alah! Omong kosong semua itu! Dan jangan menceramahi saya, karena itu tidak akan mempan!" hardik Ayahnya Zahra.


Irma bergidik mendengar perkataan pria paruh baya itu. "Astaghfirullah.. sepertinya hatinya sudah mati, Nai, makanya hatinya tidak akan tersentuh dengan kata-kata Anti" katanya sambil menggelengkan kepalanya.


"Hay, Bapak, apakah Bapak, berpikir hidup di dunia ini selamanyakah? Ingat Pak, dunia ini hanya sementara, Akhiratlah yang kekal abadi! Emang Bapak ingin kekal abadi di neraka ya?" sindir Irma pada Pria tersebut. Dan belum sempat Pria itu membalas perkataan Irma.


Tiba-tiba terdengar suara keras klakson mobil, membuat pria itu kaget, dan ia pun langsung menoleh ke belakangnya yang ternyata di sana terlihat dua mobil yang sepertinya ingin memasuki gerbang Rumah Tahfidz. Namun karena dihalau oleh Ayahnya Zahra dan kedua temannya. Membuat mobil itu akhirnya diparkirkan di depan gerbang saja. Dan tak berapa lama tiga orang pria keluar dari kedua mobil tersebut.


"Ada apa ini? Mengapa kalian menghalangi jalan mobil ku?" tanya salah satu pria dengan tatapan datanya pada ketiga pria yang sedang berdiri di depan gerbang rumah Thafidz.


_________


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰


Jangan pelit juga dong untuk Bonusin dengan VOTE dan HADIAH bila menyukai karya Author😉.


Dan LIKE Bila ingin memberikan semangat.


"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊.


*****


Oh iya guys, sambil menunggu author update kembali. Yuk kepoin novel teman Author paling kece, yang Ceritanya keren abis loh. cus akh kunjungi, dan jangan lupa berikan dukungannya juga oke 😉



Jangan lupa ya guys 🙏😘 SYUKRON 🙏🥰.