SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI

SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI
SUAMINYA ICHA SUDAH MENJADI USTADZ.


┈••✾•◆❀🤍 Kalam Habaib.🤍❀◆•✾••┈


"Segala sesuatu telah diatur. Berjalanlah terus sesuai dengan jalanmu. Jangan kau terganggu dengan apapun yang terjadi, karena tidak ada yang terlepas dari Allah. Semuanya telah teratur, kau perbaiki saja jalanmu dengan bersungguh-sungguh. Jangan kau sibukkan dengan pemikiran yang tidak bermakna bagimu."


[ Al Habib Umar Bin Hafidz ]


اَللّٰهُمَّ صَلِّی عَلَى مُحَمَّدْ اَللّهُمَّ صَلِّی عَلَيْهِ وَسَلِّمْ


•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤍❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•


Setelah kepergian Zumiran, Azkha pun menghibur Zahra yang telah menjadi Istri. Bahkan ia juga membiarkan istrinya menangis didalam pelukannya. Terlihat sekali ia begitu menyayangi istri yang baru saja ia nikahi. Terlihat juga kini sikap Azkha telah berubah, menjadi lebih dewasa. Membuat seorang pria yang melihatnya dari kejauhan, tersenyum bahagia, bahkan tanpa terasa matanya terlihat berkaca-kaca.


"Mas Azzam, kamu kok disini? Nggak mau gabung dengan mereka Mas? Dan kenapa Mas seperti ingin menangis, Mas lagi sedih ya? Ada apa Mas, berbagilah pada Icha mah," tanya seorang wanita bercadar, yang baru saja menghampiri pria tersebut, yang ternyata Azzam.


"Tidak Nai, Mas tidak sedih kok Sayang. Justru Mas, sedang bahagia karena pada akhirnya mereka semua, ikut merasakan kebahagiaan seperti kita sayang," jelas Azzam sembari ia merangkul pundak istrinya. Namun matanya natal kearah orang-orang yang ia sayangi.


"Lihatlah Sayang Mama, Papa, kini mereka tertawa bahagia melihat anak-anaknya kini sudah menemukan kebahagiaannya sendiri. Lihatlah Aziah dan Reyhan, mereka tampak bahagia. Lihat juga Azkha dia kini sudah lebih dewasa dan dia juga terlihat bahagia bersama Zahra." lanjut Azzam, yang akhirnya air mata kebahagiaannya pun mengalir begitu saja.


"Mas juga senang melihat Frans, yang juga nampak bahagia dengan Irma, bahkan sebentar lagi kebahagiaan akan seperti kita, juga. Karena saat lagi Frans, sedang menanti kelahiran anaknya." sambung Azzam lagi, yang kini matanya sedang mengarah kesahabatnya yang terlihat sedang memegang perut besar istrinya. Terpancar jelas dari raut wajah mereka, kalau saat ini mereka sedang bahagia.


Naisha tersenyum lembut pada suaminya itu, sembari ia mengusap air mata yang sempat jatuh kepipinya Azzam. "Alhamdulillah, itu artinya Allah mengabulkan segala keinginan Mas Azam. Yang ingin membuat mereka yang Mas sayangi berbahagia. Jadi sekarang Emas, harus banyak-banyaklah bersyukur ya pada Allah. Agar Allah menambahkan lagi nikmat serta kebahagiaan untuk Emas ya" ucapnya dengan penuh kelembutan.


"Iya sayang, itu sudah pasti, bukankah kamu sering mengatakan ini berkali-kali, tentang, janji Allah pada orang yang selalu bersyukur. Maka Allah akan menambahkan nikmat-Nya pada mereka yang bersyukur, seperti firman-Nya:


وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ


Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (QS Ibrahim Ayat 7)


"Dan di ayat lain, Allah juga berfirman:


فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ


“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku,” (QS Al-Baqqrah: 152)


"Bahkan, Allah akan mencintai hamba-Nya yang selalu bersyukur kepadanya. Dan itu di jelaskan disalah satu Hadits Rasulullah ﷺ juga mengatakan tentang Kecintaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala, pada Orang yang Bersyukur.


Rasulullah ﷺ bersabda:


فَإِنْعَجِزْتُمْعَنْمُكَافَأَتِهِفَادْعُوْالَهُحَتَّتَعْلَمُوْاأَنْقَدْشَكَرْتُمْفَإِنَّاللّٰهَيُحِبُّالشَّاكِرِيْنَ


"Maka dari itu Sayang, kita harus banyak-banyak bersyukur. Karena rasa syukur itu artinya kita selalu mengingat Allah. Namun kalau kita ingkar akan nikmat-Nya apalagi, kita jauh dari kata syukur itu artinya kita telah mendurkai Allah. Itu juga yang dikatakan didalam Hadits Rasulullah tentang Syukur dan Kedurhakaan.


(قَا اللهُ تَعَالىَ : يَاابْنَ اَدَمَ, اِنَّكَ مَاذَكَرْتَنِى شَكَرْتَنِى, وَاِذَامَانَسِيْتَنِى كَفَرْتَنِى (رواه الطبرانى عن ابى هريرة


“Allah berfirman dalam hadits qudsi-Nya: ‘Wahai anak Adam, bahwa selama engkau mengingat Aku, berarti engkau mensyukuri Aku, dan apabila engkau melupakan Aku, berarti engkau telah mendurhakai Aku!’,” (HR Thabrani)


"Maka dari itu Sayang, kita harus banyak-banyak bersyukur. Karena akan lebih indah jika kita selalu berterimakasih kepada sang Pemilik Kehidupan kita. Sudah menjadi keniscayaan bagi kita untuk bisa bersyukur saat kita mendapatkan kenikmatan, baik itu yang dapat dirasakan oleh indera atau kenikmatan yang dirasa oleh hati dan pikiran."


"Tanpa rasa syukur, hidup akan terasa hambar karena kita tak akan pernah merasa puas dan bahagia atas apa yang kita miliki. Bagi orang yang tidak bersyukur, apa yang dimiliki akan selalu terasa kurang walaupun dia sudah mendapatkan banyak hal.


"Nah..Salah satu hal dari bentuk rasa syukur adalah membiasakan mengucapkan terima kasih.


Dengan berterima kasih, kita akan lebih mudah bersyukur dalam menjalani kehidupan ini.


"Hal yang paling utama ialah berterima kasih kepada Allah. Saat membuka mata di pagi hari, berterima kasihlah karena kita masih diberikan umur yang panjang dalam keadaan sehat walafiat sehingga bisa menikmati pagi yang indah."


Bak seorang Ustadz, Azzam memberikan penjelasan pada sang istri, yang terlihat ia mulai mengagumi Suaminya, yang terlihat begitu berwibawa. Hingga ia tak ingin menyela sedikitpun pencerahan yang diberikan oleh suaminya itu.


"Percayalah Sayang jika kita membiasakan hidup dengan berterima kasih, rasa bersyukur akan mudah kita rasakan. Karena rasa Syukur adalah awal kebahagiaan," pungkas Azzam, dan Naisha pun langsung memeluk suaminya itu.


"Maa shaa Allah, Suaminya Icha sudah menjadi Ustadz, Alhamdulilah, tabarakallah. Terima kasih ya Allah" ucap Naisha penuh rasa syukur.


"Maa shaa Allah, Anak Papa, sudah menjadi seorang ustadz," ujar seorang Pria paruh baya yang entah dari mana ia datang, namun ternyata ia mendengar pencerahan dari Azzam.


"Papa!" sentak Azzam kaget.


┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰


Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.


dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.


"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊🙏


Jangan lupa Follow akun Instagram author ya? Dengan nama akun rahmarahma6709 jangan lupa ya guys 😉🥰.