
*┉━•❖❀🌼 Kalam Al Qur'an 🌼❀❖•━┉*
Allah ﷻ berfirman,
فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ كَذَلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ
“Barangsiapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barangsiapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.”
__ (QS. Al-An’am : 125)__
❖❀┉━━━━━❖❀🌼❀❖━━━━━┉❀❖
Melihat mobil Athan yang semakin cepat , membuat kedua motor itu ikut mempercepat lajunya terutama motor yang berwarna hitam, seakan ia ingin mendahului mobil tersebut. Sehingga membuat Athan menyadari kalau dirinya sedang di ikuti.
"Sialan! Cepat sekali mereka menemukanku!" sentaknya terlihat geram. Sehingga membuat ia semakin menambah kecepatan laju mobilnya. Membuat Aziah semakin ketakutan.
"Athaan jangan gila kamu! Cepat hentikan mobil ini?!" teriak Aziah yang tubuhnya mulai bergetar, bahkan perutnya mulai mual, karena goyang mobil jadi terasa kencang.
"Tenanglah sayang.. Ada tikus yang ingin menyaksikan kematian kita rupanya" ujar Athan ngasal dengan mata masih terfokus kedepan, hingga ia tak tahu kalau ikatan tangan Aziah sudah terlepas.
"Gue nggak sudi mati bersama Lo! Kalau Lo mau mati! Matilah sendiri!" bentak Aziah yang kini Air matanya mulai mengalir deras. Rasa takut akan kematian membuatnya teringat pada keluarganya. Bagaimana kalau benar? Namun ia langsung menghalau pemikiran itu.
"Hahahaha.. Sayang tenanglah, karena gue akan menciptakan kematian terindah untuk kita. dan akan menjadi sejarah untuk diingat oleh semua orang.. Hahaha" ujar Athan yang di sertakan tawanya yang membuat Aziah merinding mendengarnya.
"Yaa Allah.. aku tak mau meninggal bersamanya, jadi aku mohon tolonglah hamba Hiks..tolonglah ya Allah. Aku tak ingin mati dengan konyol hiks.." batin Aziah yang yang terlihat tubuhnya semakin bergemetar.
Di saat seperti itu teringat pada Naisha yang pernah mengajarkan beberapa doa. Lalu iapun membacakan doa tersebut.
"Hasbunallahu wa ni’mal wakilu ‘alallahi tawakkalna."
Artinya:
Cukuplah Allah sebagai pelindung kami, dan Dia sebaik-baik pelindung. Hanya kepada Allah kami berserah diri..
"Yā hayyu yā qoyyum birahmatika astaghitsu"
Artinya:
"Wahai Rabb Yang Maha Hidup, Yang Berdiri Sendiri, hanya dengan rahmat-Mu saja, aku meminta pertolongan''
Mulut Aziah pun berkomat-kamit membaca doa tersebut, berulang-ulang, sambil ia menoleh kebelakang lagi. Untuk memastikan kalau Azkha masih mengikutinya, dan benar saja kedua motor tersebut masih terus mengikuti mereka. Bahkan motor yang berwarna hitam semakin mendekati Mobil Athan.
Aziah begitu penasaran dengan Pria pengendara motor hitam tersebut. Sehingga tatapannya terus mengarah pada Pria itu yang kini posisinya sudah dekat berada di samping mobil Athan dan di saat posisi motor hitam itu bersejajar dengan kaca mobil disisi Aziah. Tiba-tiba Pria tersebut membuka helmnya yang memang agak gelap sehingga Aziah tidak mengenalinya.
Setelah kaca helm sudah terbuka, Aziah langsung tersentak saat melihat wajah pria tersebut.
"Bang Reyhan?" gumam Aziah, yang entah mengapa hatinya langsung tenang. Apalagi setelah melihat Reyhan seperti memberikan isyarat untuk dirinya, kalau ia akan menolong dirinya.
Setelah mendapatkan anggukan dari Aziah, perlahan motornya Reyhan melambat dan mulai tertinggalan lagi, oleh mobilnya Athan. Setelah itu motor Reyhan mendekati motornya Azkha.
"Azkha! Berhentilah sebentar!" teriak Reyhan membuat Azkha terkejut, karena ia sebenarnya juga penasaran dengan pemotor tersebut. Namun karena ia sedang fokus mengejar ia pun menghiraukan rasa penasarannya.
"Bang Rey?" sentaknya lalu ia pun membalasnya dengan anggukan kepalanya saja. Setelah itu ia mulai melambatkan laju motornya dan mulai berjalan kepinggir dan tak lama motor pun berhenti di pinggiran jalan. Begitu juga dengan Reyhan yang berhenti tepat di samping Azkha.
"Sudah jangan banyak omong! Cepat kamu turun dari motor kamu sekarang!" tegas Reyhan.
"Eh tapi bang.."
"Udah jangan pakai tapi-tapian! Cepat turun!" potong Reyhan dengan tegas.
"Baiklah Bang!" Azkha akhirnya turun dari motornya, setelah ia mengunci stangnya terlebih dahulu. Setelah itu ia pun turun dan langsung naik ke motor milik Reyhan. Baru saja ia naik motor Reyhan langsung melesat, membuat Azkha hampir terjungkal. Karena belum sempat dia berpegangan pada Reyhan.
"Kyaaaak..! Sialan Lo Bang! Gue belum pegangan jugaan udah main jalan aja!" teriak Azkha terlihat kesal. Namun tak di hiraukan oleh Reyhan, karena ia begitu fokus mengejar mobil Athan kembali, dengan kecepatan tinggi. Membuat Azkha semakin mempererat pegangannya.
*******
Sementara itu di dalam mobilnya Athan.
Aziah menjadi gelisah kembali karena ia tak melihat motor Reyhan maupun Azkha.
"Mengapa mereka menghilang? Apa mereka tidak jadi menolongku?" batin Aziah. Yang pandangannya berkali-kali melihat kebelakang. Namun motor mereka tak kunjung kelihatan.
"Heh, benar-benar tidak terlihat lagi! Masa iya mereka tega membiarkan gue sih!" gumam Aziah lirih. Namun masih bisa terdengar oleh Athan.
"Heh, kamu lihatkan sayang? Hanya gue yang masih setia berada disisi kamu. Karena gue sangat mencintaimu Ziah," sela Athan, membuat Aziah yang mendengarkannya merasa jijik.
"Cuih! Jijik banget gue dengarnya, membuat perut gue mual!" cetus Aziah dengan menatap Athan dengan penuh kebencian.
Melihat tatapan kebencian Aziah Athan langsung tertawanya, "Hahaha..hahaha..hahaha.. sebegitu bencinya Lo ma gue Ziah? Padahal dulu Lo begitu tergila-gila ma gue, dasar munafik Lo!" sindirnya.
Namun tak di hiraukan Aziah, karena bersamaan ia sedang menoleh kebelakang mobil. Dan matanya langsung melihat sebuah motor hitam yang kini di atasnya terdapat dua orang. Sudah pasti Aziah tahu siapa mereka, karena ia mengenali keduanya.
"Alhamdulillah.. akhirnya mereka datang juga" batin Aziah yang tak ingin bergumam lagi takut di dengar oleh Athan lagi.
Aziah masih memperhatikan pengendera motor tersebut yang semakin lama semakin mendekati mereka. Dan Aziah juga melihat sebuah mobil yang ia kenali juga mulai ada di belakang motor hitam tersebut, walaupun masih terlihat jauh.
______
Motor milik Reyhan sudah semakin mendekati Mobil Athan. Dan disaat mobil mulai sejajar Reyhan membuka suaranya pada Azkha.
"Azkha! Ambil alih stang motor gue! Karena gue mau melompat atap mobil Athan!" seru Reyhan.
"Apaa! Lo jangan gila bang! Bisa mati Lo kalau jatuh dari sana!" seru Azkha juga. sedikit kaget dengan kenekatan Reyhan
"Aah.. Berisik Lo! Cepat lakukan saja apa yang gue bilang!" tegas Reyhan. "Ingat stabilkan posisi Lo ya? Dan satu lagi jangan panik oke!" teriaknya lagi karena memang angin cukup kencang, karena posisi ngebut mereka, jadi mengharuskan mereka berbicara harus bernada keras.
Karena tekad Reyhan yang begitu kuat, membuat Azkha tidak bisa membantah lagi. "Oke Bang! Tapi lo janji ya akan tetap hidup! Jadi berhati-hatilah!" tegas Azkha lagi, dan di balas oleh Reyhan dengan acungan jempol. Dan akhirnya mereka pun mulai beraksi.
Awalnya setelah Azkha mengambil alih stang motornya. Reyhan hanya tertunduk agar Azkha bisa menyeimbangkan laju motornya, setelah mulai stabil. Reyhan pun mulai beraksi, dengan perlahan ia mulai berdiri di atas Motor gede model ninja dengan tangki bensin yang ada di depannya dengan tangan yang sudah berpegangan di atas helm milik Azkha dan...
Bersambung lagi ya..😉
____________________
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😘.