
❁⊰❁❁⊱⊰❁🌸 Mutiara Hikmah🌸❁⊱⊰❁❁⊱❁
بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
"Rencana Allah jauh lebih baik dari pada keinginan kita. Bersyukur dan selalu bersyukurlah karena nikmat Allah akan jauh lebih banyak yang akan kita terima, selagi kita masih bersyukur dan mentaati peraturan Allah. Bersujud dan berdoalah karena tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah untuk mengubah segala sesuatunya selama kita berbaik sangka kepada Allah.
"Karena hanya Allah sebaik-baik prasangka hamba-Nya"
___sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ____
❁•❁❁•❁•⊰❁❁⊱•⊰❁🌸❁⊱•⊰❁❁⊱•❁•❁❁•❁
"Bang Ziah sudah siap." kata Aziah sambil menatap wajah Reyhan.
"Hah?!." Reyhan terlihat kaget saat tiba-tiba Aziah sudah berada di luar saja, dan di tambah lagi dengan perkataan Aziah. "Eh, siap apa ya?, hm Ziah selalu nampak cantik, dengan baju apapun yang ia pakai, seperti saat ini, dia juga terlihat cantik dengan pakaian olahragaku itu."_batin Reyhan yang masih terperangah melihat Aziah.
Aziah yang melihat Reyhan yang tiba-tiba terperangah menjadi heran. " Kenapa Abang jadi melongoh gitu siih?." tanya Aziah heran.
Mendengar perkataan Aziah Reyhan pun tersadar dari lamunannya. "Eh, Maaf Zia, hmm itu tadi kamu bilang siap, apa maksudnya?." tanya Reyhan sedikit canggung.
"Ya udah siap memakai bajunya Bang."jawab Aziah polos.
"Oh Abang kira siap apa?." kata Rayhan
"Emang abang kira apa?." tanya Aziah lagi
"Eh, bukan apa-apa kok Ziah."bales Reyhan. "Duduklah di sini Ziah, kita menikmati keindahan bintang sebentar yaa, nggak papa kan?." kata Reyhan lagi, sembari ia menepuk kap mobil yang sedang ia duduki, berharap Aziah mau duduk di sebelahnya.
Mendengar perkataan Reyhan, sejenak Aziah melihat keatas langit yang kebetulan memang banyak terdapat bintang disana. "Iya nggak papa kok Bang." balas Aziah yang kemudian ia berusaha naik keatas Kap mobil Reyhan, Namun karena tubuhnya memang sedikit pendek ia terlihat kesulitan, melihat hal itu Reyhan pun turun dari mobilnya, dan kemudian ia pun mengangkat tubuh Aziah, membuat Aziah tersentak kaget.
"Aakh!.." pekik Aziah kaget.
"Eh, Maaf Ziah." kata Reyhan lembut.
"Eh, nggak papa Bang." kata Aziah yang kini ia sudah terduduk di atas kap Mobil Reyhan setelah itu Rehan pun kembali duduk di kap mobilnya tepat di sebelah Aziah.
Untuk beberapa saat suasana begitu hening, yang terdengar hanya suara binatang malam, Rehan pun menyandarkan tubuhnya ke kaca mobilnya dengan pandangan mengarah ke atas langit, seperti tak terjadi apa-apa setelah mengangkat Aziah tadi, berbeda dengan Aziah, yang suasana hatinya jadi bergemuruh setelah bagian pinggangnya di pegang Reyhan karna ingin mengangkatnya ke atas mobil.
" Ya Allah ada apa ini?, kenapa jantungku tiba-tiba berdetak kencang?, huh!, ini pasti karena kaget saja, habis bang heran main angkat aja tanpa ngasih tau sih." batin Aziah yang kemudian tatapan matanya langsung melihat ke langit ia pun ikut menikmati keindahan bintang di sana.
Sedangkan Reyhan yang posisinya lebih kebelakang dari duduknya Aziah, beralih pandang ke arah Aziah, setelah melihat Aziah menatap ke arah langit, tuk sesaat ia memandangi gadis yang ia sukai sedari Aziah masih kecil. Dan tiba-tiba saja ia teringat akan Athan membuat rahangnya mengeras.dan timbullah keingin tahuannya terhadap perasaan Aziah terhadap Athan.
"Ziah?." panggil Reyhan dengan lembut.
"Apakah kamu benaran ingin putus dengan Athan?." tanya Reyhan terlihat sangat berhati-hati sekali.
"Sepertinya begitu, Pria brengsek itu tidak pantas di cintai lagi!." balas Aziah terlihat Kesal, karena teringat kejadian saat ia di ceburin kedalam kolam renang.
"Apakah kamu yakin dengan hal itu? Karena ada seseorang mengatakan kalau hubungan kamu sudah cukup lama, dan sudah beberapa kali putus nyambung lagi, apakah itu benar?" tanya Reyhan, yang sebenarnya ia sediri yang mengetahuinya, karena sebenarnya Reyhan selalu melihat perkembangan Aziah dan dia mengatakan hal itu hanya ingin memancing perasaan Aziah yang sebenarnya terhadap Athan.
"Iya benar, kami sudah berhubungan selama tiga tahun, dan sudah berkali-kali juga Zia memaafkannya dan tidak untuk kali ini!." Kata Aziah yang terlihat kesal namun ada kesedihan juga yang tersirat di wajahnya.
"Apa kamu yakin ingin putus dengannya? Bukankah kata orang cinta tidak mengenal logika Ziah? Makanya orang yang sudah terjerat oleh cinta akan melakukan hal bodoh, dan tidak akan mengenali mana yang baik dan buruk makanya terkadang walaupun sudah tersakiti pasti ia akan mudah memaafkannya kembali." ujar Reyhan sedikit menyindir Aziah.
"Iya memang cinta itu buta, cinta itu gila, cinta itu kebodohan, seperti Ziah yang bodoh karena telah mencintai orang yang salah! Tapi Ziah sekarang benci dengan yang namanya cinta benci hiks..hiks.." balas Azia, yang akhirnya air matanya yang sejak tadi iya tahan kini kembali tumpah, dan Aziah pun menangis sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
Rehan yang melihat hal itu ia pun bangkit dari sandarannya dan kemudian ia memeluk Aziah.
"Sssth, jangan menangis Zia, Maafin Abang karena sudah menanyakan hal yang membuat kamu menjadi sedih kembali, Maaf Ziah." ucap Reyhan lembut sambil mengusap punggung Aziah, serta kepalanya dengan penuh kasih sayang.
Aziah yang mendapatkan perlakuan hal itu, membuat ia semakin mengeraskan tangisnya, ia menangis sekencang-kencangnya di dada Reyhan.
"Baiklah menangislah sepuasnya Aziah, tapi setelah, itu berjanjilah kamu tidak akan pernah lagi menangisi Pria brengsek itu lagi ya." ucap Reyhan lembut yang masih mengusap-usap punggung Aziah. dan ia pun membiarkan Aziah menangis selama ia inginkan, hingga akhirnya Aziah berhenti dengan sendirinya, tuk beberapa saat suasana kembali hening, yang terdengar hanya isakannya Aziah yang sesekali keluar, serta binatang-binatang malam saling bersautan.
Melihat Aziah mulai tenang Reyhan pun membuka suaranya. " Sudah puas menangisnyakan? sekarang kita pulang ya?." ujar Reyhan sembari mengusap sisa air mata Aziah yang masih ada di pipinya. dan di balas Aziah dengan anggukan kepalanya saja.
"Ya sudah Ayo kita turun." ajak Reyhan yang kemudian ia pun melepaskan pelukannya pada Aziah dan kemudian ia turun dari kap mobilnya, setelah ia ia merentangkan kedua tangannya untuk membantu Aziah turun dari kap mobilnya juga.
Dan Aziah pun menyambutnya ia membiarkan Reyhan memegang pinggangnya kembali, hingga ia kini sudah kembali berdiri tepat di hadapan Reyhan dengan posisi yang begitu dekat dan dengan tatapan yang saling bertemu, tuk beberapa saat mereka saling berpandangan.
"Ziah Maukah, kamu menikah denganku? Abang janji akan menyayangi kamu dengan tulus, Abang tahu kamu tidak menyukai Abang, dan Abang juga tidak akan menuntut kamu untuk menyukai Abang, Abang sangat ingin menikah dengan kamu Ziah, apakah kamu bersedia Ziah?."
💓💓💓💓💓
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰
Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.
dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.
"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..
Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊.