
ππ΅οΈ MUTIARA HIKMAH π΅οΈπ
"Bahagia itu bukan karena kamu sudah mendapatkan semua yang kamu inginkan
Tetapi saat kamu bersyukur,
Atas apa yang kamu miliki saat ini
(Quotes of the day)
π π π π π π π π π π π π π π π
Naisha yang tubuhnya merasa tidak nyaman ia pun membuka matanya dan langsung terbelalak melihat Azzam sudah di atas tubuhnya, yang sedang menikmati bibir ranumnya, Naisha pun mendorong dada suaminya, karena sang pemilik bibir sudah bangun Azzam pun melepaskan tautannya.
"Kamu sudah bangun Nai?" tanya Azzam dengan wajah yang masih dekat dengan wajah Naisha
"He'em"
"Nai bolehkah aku memiliki mu seutuhnya?" tanya Azzam lembut.
"Boleh mas, tapi Icha tidak mau di sini, bukankah kita belum pernah melakukannya jadi Icha tidak ingin meninggalkan noda di sini mas" bales Icha lembut juga
"Baiklah kalau begitu, kita lakukan di rumah saja,?" ujar Azzam sembari ia bangkit dari tubuh Naisah " ya sudah pakailah hijabmu Nai kita akan pulang sekarang" lanjut Azzam lagi yang nampak ia begitu semangat karena sudah mendapatkan lampu hijau dari istrinya.
"Iya mas" bales Naisha, dan ia pun memakai kembali hijabnya dan tidak lupa juga cadarnya. setelah di lihat Azzam Istrinya telah selesai, ia pun langsung menggandeng tangan Naisah dan membawa pergi meninggalkan kamar itu dan di saat mereka hendak keluar dari ruangannya ternyata di depan pintu sudah berdiri seorang pria, membuat Azzam kaget.
"Azkha?, ada apa?" tanya Azzam datar.
"Eh, bang Azzam mau kemana?" Bukannya menjawab pertanyaan Azzam pria itu yang ternyata Azkha malah balik bertanya.
"Mau pulang!, kamu mau apa kemari?" tanya Azzam lagi,
"Eh, ini Dede Imah?" tanya Azkha yang lagi-lagi tidak menjawab pertanyaan Azzam.
"Kakak!, dia istriku sekarang, jadi kamu harus memanggilnya kakak!" ujar Azzam ketus, karena sudah dua kali pertanyaannya tidak di jawab oleh Azkha.
"Iya iya kakak ipar sekarang" bales Azkha
"Ya sudah awas Abang mau pulang!" ujar Azzam dingin. dan hendak berjalan tapi Azkha malah merentangkan tangannya, menghalangi Azzam yang hendak pergi.
"Eh, sebentar bang, ada yang mau aku omongin" kata Azkha.
"Ya sudah cepat katakan!" bales ketus,
"Tapi Bang.." Azkha sepertinya ragu untuk mengatakannya karena ada Naisha dan mata Azkha seperti mengisyaratkan ia tak ingin Naisha ikutan mendengar, Naisha yang sepertinya paham ia pun buka suara.
"Ya sudah kalian bicaralah, biar Icha tunggu di sana ya mas" ujar Naisha lembut, sembari ia menunjuk kursi yang ada di depan meja sekertaris Azzam.
"Tidak kamu tetap di sini!" bales Azzam yang langsung menahan tangan Naisah.
"Tapi mas Azkha sepertinya ingin bicara berdua saja sama mas" ujar Naisha lagi.
"Benar bang, Ayolah biarkan Dede Imah Tunggu di sana" timpal Azkha juga.
"Kakak!" bentak Azzam.
"Iya kakak ipar"
"Kamu tunggu aku di kamar saja " ujar Azzam pada Naisha, yang sepertinya ia tak ingin Naisha berada di luar.
"Baiklah mas," Naisha pun kembali ke kamar tempat Azzam beristirahat. Sedangkan Azzam kembali ke kursi kebesarannya sementara Azkha mengikutinya namun pandangannya masih melihat Naisha yang berjalan menuju kamar istirahat Azzam. membuat Azzam tidak kesal akan pandangan Azkha.
"Kayaknya kakak ipar cantik ya bang?" tanya Azkha yang pandangannya tak lepas dari punggung Naisha hingga ia hilang di balik pintu kamar.
"Cepat kau katakan apa yang ingin di bicarakan!" ucap Azzam kesal, dan bahkan ia tak menjawab pertanyaan Azkha.
"Eh, itu bang, bantu bilang ke mama dong agar mengizinkan aku untuk kuliah lagi tapi di luar negeri, " pinta Azkha penuh harap.
"Tidak, Abang tidak ingin ikut campur urusan kamu!" tegas Azzam.
"Ayolah bang, itung-itung Sebagai ucapan terimakasih karena aku sudah memberikan kesempatan pada Abang untuk menikah sama Dede Imah, kalau pada waktu itu aku tidak Pergi otomatis Dede Imah pasti sudah jadi istri ku bang" tutur Azkha, membuat Azzam semakin marah,
"Apa kamu bilang?!, aku Nikah sama dia bukan karena kamu, tapi memang dari awal dia sudah di jodohkan dengan Abang! dan jangan pernah kamu berkata seperti itu lagi, dan sebaiknya pergi kau sekarang!" Ujar Azzam yang nampak sudah marah sekali pada Adiknya itu.
"Tapi bang.."
"Baiklah bang, ya udah Azkha minta maaf, aku pergi" bales Azkha dan ia pun langsung meninggalkan ruangan Azzam.
Setelah kepergian Azkha Azzam pun langsung pergi menuju kamar istirahatnya. dan Melihat Istrinya yang sedang melihat pemandangan di luar.
"Ayo Nai, kita pulang" Ajak Azzam saat ia sudah di depan pintu.
.
"Eh sudah siap ngobrolnya mas?" tanya Naisha.
"Sudah, Ayolah" Ajaknya lagi.
"Iya mas," Azzam pun kembali menggandeng tangan istrinya, dan akhirnya mereka pun meninggalkan ruangannya menuju lift untuk turun,
setelah di bawah mereka pun berjalan menuju pintu lobby dan ternyata mobil Azzam sudah terparkir di depan pintu masuk. dan mereka pun langsung menaiki mobil itu dan kali ini Azzam yang menyetir sendiri mobilnya dan tak lama mobil pun mulai melaju dengan kecepatan maksimal.
Tidak membutuhkan waktu yang lama karena memang Azzam mempercepat sedikit laju mobilnya hingga akhirnya mereka pun sampai di rumah baru mereka.
Setelah turun dari mobil Azzam yang nampak sudah tidak sabar, ia langsung menggandeng Naisha dan langsung membawanya ke kamar.
Sesampainya di kamar ia pun hendak mendekati Naisha namun.
"Mas wudhu dulu ya" ucap Naisha lembut.
"Baiklah Sayang" bales Azzam dan ia pun pergi ke kamar mandi, setelah ia keluar kini giliran Naisha yang kekamar mandi dan tak lama Naisah pun keluar juga, dan Azzam pun mengajak Naisha menaiki ranjang mereka.
"Nai, izinkan aku memilikimu seutuhnya ya?" tanya Azzam lagi mengulangi perkataannya ketika mereka masih di kantor Azzam.
"Iya mas, Icha Ridho" bales Naisha lembut dan Azzam memulai ritual Sunnahnya dengan di Awali dengan doa bersigama.
Adapun doa bersetubuh sesuai sunnah yaitu:
Ψ¨ΩΨ³ΩΩ Ω Ψ§ΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΩΩΩ ΩΩ Ψ¬ΩΩΩΩΨ¨ΩΩΩΨ§ Ψ§ΩΨ΄ΩΩΩΩΨ·ΩΨ§ΩΩ ΩΩΨ¬ΩΩΩΩΨ¨Ω Ψ§ΩΨ΄ΩΩΩΩΨ·ΩΨ§ΩΩ Ω ΩΨ§ Ψ±ΩΨ²ΩΩΩΨͺΩΩΩΨ§
Tulisan latin: "Bismillah, Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa".
Artinya: Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami."
Setelah menyelesaikan doanya Azzam pun mulai melakukan ritual Sunnah lainnya yaitu di Awali dengan mengecup kening Naisha turun ke kedua matanya dan turun ke pucuk hidungnya dan berpindah ke kedua pipinya setelah itu ia pun meraih bibir ranum Naisha dengan lembut bak memakan permen yang sangat manis Azzam Begitu menikmatinya hingga suara kecapan terdengar berkali-kali dan setelah di rasa puas di sana ia pun mulai menelusuri leher Naisha yang nampak putih dan mulus sementara tangannya..
KLIIK!!
Author: Eh kok gelap sihπ€ apa yang terjadi π€
Azzam:, "Berisik banget Thor, sana jangan ngintip kami!"
Author: Eh siapa yang mau ngintip, dih Azam ge'er dehππ
Azzam: Buktinya tuh apa yang aku lakukan Author bisa tahu coba?
Author: Eh, itukan biar seru zam Novel Author.
Azzam : Apaan seru, yang ada nanti Novel Author di turunkan lagi levelnya, kayak CINTA SESUCI SALJU, turun livel karena Author ngintip tau!.
Author: hmm iya juga sih, ya sudah sok atuh di lanjutkan, kalau gitu Author tidur wae deh
Azzam", hmm, Ah, ah ukh.."
Author: Ay, πππ hmm apaan suaranya kedengaran tauππ
Azzam: Biar para Readers membayangkan sendiri Thor..
Au akh π΄π΄π΄πͺ
*********
Hais bergadang demi para Readers.
udah mau bobo π΄π΄πͺπͺπ΄
Terus dukung Author yaa π