SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI

SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI
IJAB QOBUL (Versi Reyhan).


*┉━•❖❀🌼 Mutiara Hadits 🌼❀❖•━┉*


Rasulullahu shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:


"Cintailah orang yang kau cintai sekadarnya, bisa jadi suatu hari ia akan menjadi orang yang kau benci. Dan bencilah orang yang kau benci sekadarnya bisa jadi suatu hari ia menjadi orang yang kau sayangi”


(HR.At-Tirmidzi)


❖❀┉━━━━━❖❀🌼❀❖━━━━━┉❀❖


Keesokan harinya.


Pagi itu setelah Azzam mengantar adiknya pulang, ia kembali kerumah sakit. Untuk memastikan apakah Reyhan benar-benar ingin melanjutkan pernikahannya atau tidak. Karena sebelum Azzam mengantar pulang Aziah, ia sempat bertanya pada Dokternya Reyhan. Dan sang Dokter mengatakan akan bahaya kalau Reyhan nekat pergi dari rumah sakit, karena ditakutkan luka akan terbuka kembali.


Sesampainya di rumah sakit, Azzam tak langsung keruangan Reyhan. Ia memilih ke ruang dokter salah satu rekannya Reyhan. Azzam sengaja membawa Dokter tersebut ke ruangan Reyhan. Sesampainya mereka di depan ruangan, mereka pun langsung masuk dan melihat Reyhan yang seperti sedang menunggu kedatangan Azzam.


"Huh! Lama banget sih Lo datang! Acarakan jam 10 , ini sudah jam 9. Lo sengaja ya mau membatalkan pernikahan gue!" seru Reyhan yang terlihat kesal karena Azzam tak kunjung datang.


"Sorry Bro.. Gue tadi nganter Ziah pulang dulu kan. Bukannya tadi lo udah tahu ya?" jelas Azzam.


"Ya sudah kalau gitu, ayo sekarang kita berangkat, gue nggak mau mereka menunggu kita lama-lama" ajak Reyhan yang kemudian ia bermaksud bangkit dari tidurnya.


"Tunggu dulu Rey! Dokter Haris mengatakan akan bahaya kalau Lo nekat pergi Rey, iyakan Dok?" ujar Azzam sekalian meminta pria yang berjas putih di sampingnya untuk menjelaskan pada, Reyhan.


"Benar sekali Dokter Rey, karena luka anda kemarin terlalu dalam dan sangat lebar Dok. Jadi saya sarankan anda jangan banyak bergerak dulu. Itu sangat berbahaya untuk Anda Dok." jelas rekan kerja Reyhan, yang bernama Haris itu.


"Tapi gue nggak mau menunda-nunda pernikahan gue! Jadi hari ini juga gue harus Nikah titik! Aakh!" seru Reyhan, sambil ia mau menduduki tubuhnya namun tiba-tiba ia terpekik dan langsung menjatuhkan tubuhnya lagi di pembaringan. Dengan wajah terlihat sedang menahan sakit


"Mampoos! Nggak mau mendengarkan perkataan orang sih! Kenapa rupanya kalau pernikahan Lo di tunda satu Minggu hah? Toh Aziah akan tetap jadi bini Lo jugakan nanti!" tegur Azzam yang sebenarnya ia pun tak tega melihat sahabatnya yang terlihat kesakitan luar biasa. Apalagi Azzam tahu, Reyhan seperti itu karena menolong Adiknya. Jadi dia tahu juga perasaan Reyhan sekarang.


Karena masih merasa kesakitan Reyhan tak menanggapi perkataan Azzam. Bahkan ia memejamkan matanya, dengan tangan yang masih memegang perut bagian sampingnya. Wajahnya juga terlihat pucat karena menahan sakit.


Azzam pun ikut panik melihat perubahan wajah pada Rayhan. "Lo nggak papakan Rey? Apakah itu sakit sekali?" tanyanya sambil mengusap keringat jagung pada dahi Reyhan.


Sedangkan Haris langsung membuka baju yang menutupi luka dan memeriksa apa jahitannya terbuka ataukah tidak.


"Bagaimana Dok?" tanya Azzam pada Haris.


"Tidak apa-apa Pak, mungkin tadi karena Dokter Reyhan bergerak sedikit terburu-buru, jadi refleks terasa sakit. Karena luka juga masih terbilang baru Pak. Sebaiknya Dokter meminum obat penghilang nyeri saja dulu" terang Haris, sambil menunjuk obat yang memang sudah tersedia di atas Nakas.


"Baiklah Dok" Azzam pun langsung mengambil obat tersebut. Lalu ia masukkan ke dalam mulut Reyhan, setelah ia ia memberikan air putih padanya.


Setelah beberapa menit Azzam melihat wajah Reyhan sudah lebih tenang. "Gimana Rey? Apakah sudah lebih baik?" tanyanya, penasaran.


"Iya Alhamdulillah gue sudah lebih baik sekarang. Thanks ya bro" balas Reyhan yang terlihat lebih tenang.


"Syukurlah kalau begitu, Ya sudah sebaiknya lo istirahat dulu. Dan jangan memikirkan hal yang lainnya dulu. Fokus dengan kesembuhan Lo dulu Rey" ujar Azzam, sudah terlihat lebih lega.


"Kata siapa kamu gagal menikah?" ujar seorang Pria. Mendengar perkataan pria tersebut Azzam Rahan dan Haris, langsung menoleh ke arah pintu yang baru saja terbuka.


"Papah?" kata Azzam.


"Om Hendra?" kata Reyhan secara bersamaan.


Setelah melihat pria tersebut yang ternyata dia adalah Hendrawan dan di belakangnya juga terlihat Ayah Reyhan, Frans dan beberapa pria lainnya. Setelah semua pria masuk. Tidak berapa lama, muncul juga rombongan para wanita, termasuk Raniah, Naisha dan Irma. Bahkan Aziah juga ikut hadir ia terlihat cantik dengan memakai baju pengantin berwarna putih.


Azzam dan Rayhan terperangah Karena kaget serta bingung melihat kedatangan mereka semuanya.


"Apa maksud semua ini Pah?" tanya Azzam meminta penjelasan dari sang ayah.


"Nak, Pernikahan adalah Niat yang baik, jadi tidak boleh di tunda-tunda. Apalagi niat ini sudah di rencanakan sebulan yang lalu, Masa sih harus di tunda lagi? Hanya karena Reyhan yang tidak bisa datang ke acarakan? Nak Reyhan tidak bisa datang karena lukanya, makanya kita semua yang datang kemari, agar acara ijab qobul tetap di lanjutkan. Untuk masalah resepsinya itu bisa kita pikirkan lagi setelah Reyhan sembuh nanti." jelas Hendrawan panjang lebar.


Reyhan dan Azzam saling berpandangan. Ada perasaan lega di antara keduanya. Terutama Reyhan, yang tadi sempat sedih dan kesal karena teringat akan gagalnya pernikahannya.


"Apakah kamu sudah siap Nak Reyhan?" tanya Hendrawan.


"In shaa Allah saya Siap Om!" tegas Reyhan


"Alhamdulillah.. ya sudah Zam, kamu bantulah Reyhan memakai ini" kata Hendrawan lagi sambil menyerahkan paper bag pada Azzam.


"Baiklah Pah" balas Azzam sembari ia mengambil paper bag tersebut, yang ternyata berisikan baju pengantin berwarna senada dengan milik Aziah. Lalu di bantu dengan Haris yang menaikkan tempat tidur pasien bagian kepala agar Reyhan bisa berbaring setengah duduk. Setelah itu Azzam pun memakaikan Reyhan baju pengantinnya dengan perlahan. Namun hanya bagian atasnya saja. karena bagian kaki di tutup oleh selimutnya.


Beberapa saat kemudian, Reyhan sudah terlihat rapih, dengan jas Koko yang dihiasi Payet dan tidak lupa juga peci yang berwarna senada dengan bajunya. Membuat ia terlihat gagah walaupun dalam keadaan sakit.


"Alhamdulillah sudah selesai Pah" kata Azzam.


"Alhamdulillah. Kalau begitu silahkan Ustadz Ibnu. langsung di mulai saja Acaranya." ujar Hendrawan pada pria yang di panggil Ustadz Ibnu.


"Baiklah Pak Hendra" balas Ustadz Ibnu. Sambil mendekati tempat tidur Reyhan yang di sana juga sudah ada meja Overbed table yang biasa untuk meja makan pasien. Ustadz pun duduk di kursi yang berada di samping ranjang milik Reyhan.


"Apakah Nak Reyhan sudah siap, Ijab qobul?"


Bersambung akh 😜.


*******************


Tidak seru kalau tidak membuat para Readers kesayanganku penasaran 😂


Karena semakin penasaran, maka semakin banyak yang komentar 😂😉.


So dukung author terus ya guys 🙏😘


Agar novel ini terus berjalan hingga akhirnya Oke 😉 🙏 SYUKRON 🙏🥰.