
**⚛ MUTIARA HIKMAH⚛**
Di setiap masalahmu,
Kamu tidak pernah sendiri.....
Jangan sedih!..
"Di belakangmu ada kata yang mengikatmu dalam Do'a
"Di depan mu ada masa depan mu yang masih menunggu.
"Dan di atas mu ada Allah yang selalu menyayangi mu..
So..
Tetap semangat menjalani hidup dan sertakanlah rasa syukurmu agar bahagia selalu ada di setiap keadaan 😉
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Azzam masih nampak sedih ia juga masih mengompres Naisha dengan telaten dan tak lama Rehan masuk kembali bersama dengan seorang wanita berseragam putih dengan membawa sebuah tabung oksigen..
dan dengan cekatan Rehan memasang selang pernafasan ke hidung Naisha, lalu ia kembali memeriksa tekanan darah Naisha serta denyut nadinya..
"Gimana Rey?, sudah ada kemajuan?" tanya Azzam,
"Denyut nadinya sudah mulai normal zam, tapi kita tunggu satu jam kedepan bila tak ada perubahan, kita harus membawanya ke rumah sakit zam" jawab Rehan..
"Sebenarnya ada apa dengan bini gue,?" tanya Azzam penasaran..
"Mari kita bicara di luar saja zam,..Sus Awasin pasien ya" ujar Rehan juga memberikan perintah pada Suster wanita itu.
"Baik Dok" setelah mendapatkan jawaban mereka keluar dari kamar Naisha, dan kemudian mereka duduk di sofa di ruang keluarga..
"Zam, sebelum gue minta maaf ya" ucap Rehan membuka pembicaraan..
"Maksud Lo?" tanya Azzam yang tidak paham kenapa tiba-tiba Rehan Meminta maaf padanya..
"Gue minta maaf, karena salah memberikan dokter pada bini Lo zam" jelas Rehan, namun Azzam masih belum mengerti..
"Salah Bawak dokter?, gue masih gak paham Rey, bukankah Hanna memang seorang dokter?" tanya Azzam yang masih sangat penasaran..
"Iya tapi dia gila zam, dia gila karena mencintai Lo" Azzam mengerutkan keningnya, tanda ia semakin bingung pada perkataan Reyhan
"Zam Lo tahukan sejak dulu Hanna memang menyukai Lo, dan tadi ia kecewa saat dia tahu Lo sudah menikah" ujar Reyhan, lalu ia pun menceritakan semuanya tentang saat ia bersama Hanna tadi, membuat Azzam geram mendengarnya dan di tambah lagi, ternyata ia sengaja memberikan Naisha suntikan yang salah serta obat yang salah dan itu bisa saja membuat Naisha kehilangan nyawanya bila Reyhan tidak segera menanganinya, dan kini istrinya harus mengalami koma, membuat Azzam semakin marah.
"Sepertinya perempuan gila itu harus di berikan pelajaran!!" ujar Azzam dengan penuh kemarahan, lalu ia pun mengambil benda pipihnya dan sepertinya ia hendak melakukan panggilan pada seseorang.. Saat panggilan tersambung..
📲" Halo...As.."
📱"Frans cepat Lo kemari!" ucap Azzam tegas, memotong perkataan seseorang yang di sebrang, dan belum sempat yang di sana membalas Azzam langsung memutuskan panggilannya..
"Jadi benar rumah sakit tempat Lo bekerja, milik keluarga Hanna?"
"Iya zam.."
"Jadi karena dia Lo tidak mau gue tarik di rumah sakit keluarga gue?." ujar Azzam mengintimidasi Reyhan.
"Sorry bro, gue nggak nyangka aja, kalau gue ternyata tertipu dengan kelembutan palsunya, tapi gue janji besok gue akan langsung resign deh" Bales Reyhan.
"Bagus!, kalau sempat Lo masih bertahan di sana, maka Lo pun akan ikut hancur bersama mereka!" Ancam Azzam membuat Reyhan bergidik Melihat Azzam berkata dengan tatapan mata yang tajam.
"Gila Lo ya jam 2 pagi gini gue di suruh datang, menghancurkan mimpi gue aja Lo!" protes pria itu ketika pintu di buka oleh Azzam.
"Udah jangan protes, cepat masuk!" bentak Azzam, membuat pria itu bingung dan ia pun langsung masuk..
"Hai, Han?, Lo di sini juga?, ada apa sih?" tanya pria itu penasaran. namun hanya di bales Reyhan dengan mengangkat kedua bahunya.
"Frans, gue mau Lo mencari tahu, siapa pemegang saham terbesar pada rumah sakit Sb dan belilah berapapun harganya" ujar Azzam pada Pria itu yang ternyata dia adalah Frans.
"Eh, tapi kenapa?, bukankah keluarga Lo punya rumah sakit sendiri zam?" tanya Frans bingung
" Nggak usah banyak tanya! Lo lakukan saja yang gue pinta, dan gue juga mau, karena gue ingin dalam waktu tiga hari gue sudah
mengakuisisikan perusahaan Sb Group !" ujar Azzam yang nampak geram akan sesuatu yang tidak di mengerti oleh Frans..
"Lo yakin zam?, itu termasuk perusahaan besar Loh, jadi mungkin sulit untuk di gulingkan, dan apa lagi rumah sakitnya " ujar Frans memperingati Azzam.
"Gue yakin!, Yang penting Lo ikuti aja yang gue katakan! selebihnya serahkan pada gue, dan gue pastikan mereka akan hancur dalam waktu dekat!," ujar Azzam geram.. membuat Frans diam, karena dia tahu Azzam sudah marah tidak bisa lagi di bantah, dan saat bersamaan Suster yang tadi menjaga Naisha keluar..
"Dok, pasiennya telah sadar dok!" seru Suster itu.
"Alhamdulillah, " ucap Azzam saat mendengar kalau Naisha telah sadar, dan akhirnya Azzam dan Reyhan pun masuk, dan kemudian Reyhan langsung memeriksa keadaan Naisha lagi.
"Syukurlah bini Lo sudah melewati masa kritisnya, dan keadanya juga mulai stabil zam, biarkan dia istirahat lagi, dan Lo jagalah dia," kata Reyhan setelah memeriksa keadaan Naisha..dan membuat Azzam merasa lega..
"Alhamdulillah, syukurlah kalau begitu" bales Azzam lega..
"Oh iya zam, gue numpang istirahat di kamar sebelah ya gue lelah banget nih.." ujar Reyhan lagi sambil ia memijat-mijat bahunya karena lelah.
"Dan Antarkan Suster Lo di kamar belakang dulu tempat pembantu gue dulu" kata Azzam sebelum Reyhan pergi.
"Iya iya dah akh gue mau tidur!" Reyhan pun pergi meninggalkan Azzam yang sedang memperhatikan Naisha. yang sedang menatapnya seperti Meminta penjelasan dari Azzam.
"Maaf Nai, aku tahu kamu marah karena ada pria lain di sini, tapi ini ku lakukan karena terpaksa Nai, itu karena kondisimu dua jam lalu sangat membuat ku takut, tadi kamu sempat koma, jadi aku harap kamu mau memaafkan aku ya" ujar Azzam menjelaskan kenapa ada Rayhan di kamarnya.. setelah mendengar penjelasan dari Azzam Naisha pun mulai mengerti, apa lagi saat Azzam menceritakan apa yang terjadi pada dirinya dengan raut wajahnya yang nampak cemas membuat Naisha malah senang..
"ti.dak apa..apa kok..mas.. yang penting..ka.mu Ridha" Ujar Naisha yang nampak masih lemah
"Aku Ridha Nai, yang penting kamu sembuh, "bales Azzam lagi.
"Al.ham.dulillah, Te..rima..kasih mas.." ucap Naisha yang masih terbata-bata karena masih lemah..
"Sssht, sudahlah jangan banyak bicara dulu, sekarang kamu istirahat lagi ya" ujar Azzam lembut dan di anggukkan pelan oleh Naisah. tapi tatapan masih kearah Azzam dan Azzam yang di tatap seperti paham..
"Kenapa?, mau minta peluk lagi?" tanya Azzam dan kali ini Naisha mengiyakan lewat memejamkan matanya singkat tanda iya..
Azzam Tersenyum melihat manja istrinya walaupun keadaan seperti itu ia tetap manja "Baiklah Bocah manjaku, aku akan memelukmu" ujar Azzam lalu ia pun naik ke ranjang Naisha, kemudian ia merapatkan tubuhnya ke tubuh Naisha dan menaruh kepala Naisha di lengannya lalu ia pun memeluk Naisha dengan penuh kasih sayang..
"Sekarang tidurlah Nai" ucapnya sambil memberikan Naisha kecupan lembut pada dahinya membuat Naisha Tersenyum senang dan kemudian ia pun memejamkan matanya kembali ada perasaan bahagia di dirinya karena melihat perubahan pada suaminya itu dan tak lama kemudian ia pun sudah tertidur pulas, begitu juga Azzam karena lelah ia pun langsung tertidur pulas..
Bersambung..
************
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😉
Seperti biasa,
VOTE, LIKE DAN KOMENTAR
SELALU AUTHOR TUNGGU DAN INGAT SAYUR TAMPA GARAM TIDAK ENAK LOH..😉