
Masih di rumah sakit milik keluarga Azzam..
Frans tadi sudah berpamitan pada Azzam hendak kembali ke perusahaannya, kini masih berjalan menuju pintu keluar rumah sakit, namun saat sudah berada di dekat pintu keluar, tiba-tiba hpnya berbunyi, sepertinya ia telah mendapatkan pesan lalu ia pun mengambil benda pipihnya untuk melihat isi pesan tersebut, hingga ia menjadi kehilangan fokusnya dalam berjalan..
Di arah berlawanan nampak Wanita bertubuh besar yang sepertinya hendak memasuk pintu rumah sakit itu ia langsung berhenti saat melihat Frans yang sedang berjalan cepat namun pandangannya hanya tertuju pada Hpnya,.
"ini cowok jalan nggk lihatin jalan, tapi jalan cepat lagi, Eh ini kan teman suaminya Naisha yang songong itu.., hmm gue kerajaan Lo "_ Batin Wanita bertubuh besar itu.
Di sisi lain Frans terus berjalan tetap pandangannya masih fokus pada benda pipihnya dan..
BRUUUK!! Frans langsung jatuh terduduk dan benda pipihnya terlempar
"Akh!!. Buset dah gue nabrak buldozer lagi!" Ucapnya saat melihat ternyata ia menabrak Wanita bertubuh besar yang masih tetap tegak berdiri dan ia hanya melipat kedua tangannya di bawah dadanya.
"Rasain Antum!!, siapa suruh jalan nggak pakai mata!" ujar Wanita besar itu..
"Eh Lo lagi?!, Lo temannya Naishakab si irma itu" kata Frans Sambil ia bangkit dari duduknya
"Iya ana Irma, kenapa ada masalah?" tanya Wanita besar itu yang ternyata Irma sahabat Baik Naisha.
"Iya masalah, karena gue jadi sial kalau jumpa Lo!" bentak Frans kesal.
"Hei!.. Hellaaw, yang buat masalahkan Lo sendiri!, dah jelas ini jalan umum, malah punya mata nggak di pakei!" Hardik Irma tak mau kalah..
"Buset deh!, Lo ngomong kayak pake toa ya, nyaring bener!," ujar Frans, sambil menutupi telinganya" ya gue memang salah karena gue tadi lihat hp, tapi Lo yang lihat kenapa nggak menghindar coba?!" lanjut Frans lagi.
"Iya itu memang ana sengaja. Biar bisa mengasih pelajaran buat Atum! kalau jalan tuh lihat jalan bukan lihat Hp!" bales Irma mengingatkan,
"Oh, thanks kalau begitu!, kalau begitu enyah dari hadapan gue sekarang!" ujar Frans geram.
"Kok ana?, seharusnya Antum yang minggir dari hadapan ana!, karna Antum sudah menghalangi jalan Ana!" Ujar, Irma yang masih tak mau kalah. dan disaat bersamaan muncul pria berjas putih menghampiri mereka.
"Hei Frans, ini ada apa sih ribut banget?!, kalian nggak nyadar apa kalau kalian lagi di tonton orang banyak!" ujar pria berjas putih itu. yang langsung mensejajarkan berdirinya di samping Frans.
"Eh, Rayhan?!, ini gue nabrak buldozer yang super duper cerewet, dah gitu menghalangi jalan gue lagi" jelas Frans pada Pria berjas putih yang ternyata Reyhan.
"Woy, Hellaaw..!, kenapa antum menyalahkan ana, Eh mas dokter, kayaknya antum harus beri dia ini suntikan Anti rabies deh, biar mulutnya nggak beracun!" ujar Irma kesal lalu ia langsung menerobos jalan Antara Frans dan Reyhan, hingga mereka berdua jadi oleng dan Akhirnya..
"BRUUUKX!, Kedua jatuh terduduk dengan tatapan saling pandang. sedangkan irma sudah pergi meninggalkan mereka.
"Ada apa ini?, kenapa kalian berdua duduk di lantai?" Tanya seorang pria yang baru saja datang hendak memasuki pintu rumah sakit..
"Eh, om Hendra?, ini om baru ada gempa jadi jatuh deh hehehe" Jawab Reyhan cengengesan sembari bangun dari duduknya.
"Bukan om, kami baru ketabrak buldozer tadi!" jawab Frans, yang juga hendak bangun dari duduknya.. jawaban mereka berdua membuat pria itu yang ternyata Ayah Azzam Hedrawan bingung.
"Maksud kalian apa sih?, " tanya Hendrawan lagi
"Teman Naisha?, yang mana si Imah gendut ya?" tanya Ayah Azzam lagi.
"Iya Om, benar sekali, yang badannya kayak buldozer!" bales Frans Semangat..
Hendrawan langsung Tertawa saat mendengar Frans mengatakan Irma buldozer
"Hahaha, hati-hati Frans, nanti bisa jadi jodoh kamu loh nak" katanya dalam tertawanya..
"Idih Amit-amit Om, jangan ngomong gitu Om, dulu saat saya bilang ke Azzam saat ia menghina Naisha waktu kami pertama bertemu, saya bilang pada Azzam, ia bakalan berjodoh dengan wanita Sakral, tapi jadi kenyataan om, nah om ngomong gitu Aduuh bisa pedeng saya om kalau berjodoh ma dia iikh" ujar Frans Sambil bergidik..
"Nah, itu dia nak, makanya kita nggak boleh menghina atau membenci terlalu berlebihan karena bisa jadi orang yang kamu benci menjadi orang yang kamu cintai, dan sebaliknya, bisa jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu buruk untuk mu, seperti yang di katakan dalam Firman-Nya;
كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui," (QS Al-Baqarah: 216)." Ujar Hendra memberikan nasehat pada Frans dan juga Reyhan yang ada di situ juga, membuat Frans merasa bersalah karena ia tadi juga merasa membenci Irma.
"Astaghfirullah, Frans jadi takut om, tadi Frans sudah amat menghina juga sangat membencinya gimana nih Om Frans nggak bermaksud juga seperti itu" ujar Frans, ada perasaan takut kalau-kalau ia bakalan berjodoh dengan Irma..
"Ya nggak papa Frans, kan keren tuh Franstio Irawan seorang pewaris FI, media berjodoh dengan buldozer bisa jadi viral tuh bro, benar nggak Om?" goda Reyhan membuat Hendrawan tertawa sementara Frans malah menjadi kesal.
" Cih!, Diam Lo!, jangan Asal ngomong Lo, gue orak Sudi tau!!" bentak Frans kesal.
"Hahaha, sudah, sudah, sudah, sebaiknya kita menjenguk istri Azzam saja, kalau di teruskan bisa berantam nanti kalian" ujar Hendra meleraikan perdebatan sahabat anaknya.
"Eh, tapi om di dalam pasti ada buldozer, eh maksudnya ada teman Naisha Om" ucap Frans
"Ya nggak papa dong, sekalian saja nanti om lamarin buat kamu hahaha" goda Hedrawan..
"Astaghfirullah, nggak deh om Terimakasih, lebih baik saya balik kantor aja, ada tugas dari Azzam" Dalih Frans " kalau begitu saya pamit ya Om, Assalamualaikum" lanjut Frans, dan langsung ngacir tanpa menunggu balesan salamnya dari Hendrawan, Melihat Frans ngacir membuat Hedrawan dan Reyhan tertawa kekeh..
"Wa'alaikumus salam, hahaha, ngacir dia, segitu takutnya sama temen Naisha" ujar Hendrawan..
"Hahaha, ya begitulah Frans Om" bales Reyhan..
"Ya sudah ayo, Antar om ke ruangan istri Azzam" Ajak Hedrawan pada Reyhan..
"Baiklah om mari" bales Reyhan, dan akhirnya mereka pun memasuki rumah sakit tersebut menunju keruangan tempat Naisha di rawat..
*BERSAMBUNG
*************
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA GUYS 🙏😉**