SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI

SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI
PROMO AUTHOR SKYSAL.


πŸ’“Ψ¨Ψ³Ω… Ψ§Ω„Ω„Ω‡ Ψ§Ω„Ψ±Ψ­Ω…Ω† Ψ§Ω„Ψ±Ψ­ΩŠΩ…πŸ’“


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu.


Barakallahu fikum..para Readers kesayanganku😘


Hay, guys hari ini Author ingin memperkenalkan Novel yang Keren Habis nih milik Adik kesayangan Author yang ketemu besar. Orangnya Alhamdulillah cantik, dan masih Ting, tong loh Nama Authornya juga cantik Loh πŸ˜‰


β€’β”ˆβ”ˆβ”ˆβ€’βœΎβ€’β—†β€β™₯️. SKYSAL.β™₯οΈβ€β—†β€’βœΎβ€’β”ˆβ”ˆβ”ˆβ€’


Yang In syaa Allah ceritanya keren banget deh πŸ˜‰ Lihat saja dari Covernya kerenkan πŸ˜‰



Biar kalian penasaran Author kasih cuplikannya dulu deh πŸ˜‰ Novel berjudul.


β™₯️MY USTADZ MY HUSBAND β™₯️


________CHAPTER 2______


"Kamu engga pulang?" tanya Azhar yang melihat Elin sudah keluar sementara Nasha masih tetap berada di dalam toko.


"Azhar, sebenarnya aku..." ucapan Nasha terpotong saat ia melirik Ummi Rifa yg saat ini juga melirik nya. Nasha kembali cengengesan sambil kembali garuk garuk kepala membuat Ummi Rifa tertawa geli "Bisa kita bicara berdua?"


"Berdua?" pekik Azhar heran dan Nasha mengangguk.


"Bicara saja di depan sana, Ummi engga akan menguping tapi Ummi masih bisa mengawasi kalian. Jadi jangan macam macam ya!" ujar Ummi Rifa yg membuat Nasha tersipu malu, sementara Azhar hanya kembali tertawa kecil.


Mereka pun duduk di salah satu kursi yg ada di depan toko, yang memang sengaja di sediakan jika ada yang ingin makan roti di sana.


"Mau bicara apa, Nasha?" tanya Azhar kemudian.


"Em...." Nasha hanya menggumam sambil terus menunduk malu, dan itu membuat Azhar sangat gemas. Seandainya Nasha sudah menjadi kekasih halalnya, Azhar pasti akan mencubit gemas pipi lembut Nasha itu.


"Mau mau..." seru Nasha dengan cepat saat Azhar hendak berdiri.


"Ya udah, memangnya kamu mau bicara apa?" tanya Azhar dengan lembut.


Nasha menarik nafas dalam dalam dan kemudiaan menghembuskan nya perlahan "Azhar..." seru nya dengan suara rendah "Apa orang seperti mu, eh maksud ku..." ucap nya dengan gugup, sementara Azhar masih sabar menunggu. Azhar sudah mengenal sikap bar bar dan ceplas ceplos Nasha, dan sekarang Azhar sangat penasaran memangnya apa lagi yg ingin di katakan Nasha sampai dia gugup seperti ini.


"Kenapa orang seperti ku?" desak Azhar.


"Apa orang sepertimu hanya menginginkan wanita yg sepertimu juga? Maksud ku yg ahli agama juga?" tanya Nasha dengan gugup.


Ugh, seharusnya dia mencatat pertanyaan itu dan menghafalkannya. Tapi mau bagaimana lagi, tiba tiba saja ini terjadi dan Nasha tak merencanakan ini sedikitpun.


"Aku bukan ahli agama, Nasha," jawab Azhar sambil terkekeh pelan "Aku hanya suka belajar agama dan berusaha sebaik mungkin mempraktekan apa yg aku pelajari."


Dan jawaban Azhar itu tentu membuat hati Nasha menghangat, wajah tampan sudah pasti, pintar dan berpendidikan tak kalah pasti, lembut dan juga rendah hati. Tak ada lagi alasan bagi Nasha untuk tak semakin mencintai Azhar.


"Okey, ehem..." Nasha berdeham, berusaha mengatur detak jantung nya yg bergemuruh "Jadi begini, apa kamu akan masalah jika misalnya istrimu wanita karir?"


"Tentu saja engga masalah, asalkan dia ingat tanggung jawabnya sebagai istri," jawab Azhar pasti. Nasha menghela nafas lega, satu pertanyaan sudah selesai dan ia mendapatkan jawaban yg sangat memuaskan.


"Em, bagaimana kalau istrimu seorang Dokter?" tanya nya lagi.


"Kalau memang jodohku seorang Dokter, ya engga masalah. Justru Alhamdulillah, menjadi Dokter itu pekerjaan yg sangat mulia, Nasha. Bisa mengobati dan menyembuhkan orang, seorang Dokter bisa di anggap malaikat tak bersayap oleh pasien nya. Itu sangat mulia dan aku akan sangat bangga jika punya istri hebat seperti itu. " jawab Azhar dengan tenang, walaupun dada nya bergemuruh dengan pertanyaan Nasha yg seperti nya ada sesuatu di balik pertanyaan itu namun Azhar berusaha tak berfikir kemana mana.


"Ya, itu sangat mulia..." gumam Nasha merasa senang dengan jawaban Azhar "Aku juga dengar, kalau orang seperti kamu, eh maksud ku... Dalam islam itu engga ada pacaran, yg ada taaruf. Jadi aku... Emm aku.... " Azhar masih setia menunggu Nasha mengungkapkan apa yg ingin Nasha ungkapkan, gadis itu terlihat sangat gugup. Wajah memerah dan ia menautkan jari jemari nya satu sama lain, hingga akhir nya Nasha menghela nafas panjang dan memberanikan diri mengungkapkan isi hati nya dengan satu tarikan nafas saja "Aku ingin taarufan sama kamu, Azhar**"


β€’β”ˆβ”ˆβ”ˆβ”ˆβ”ˆβ”ˆβ€’βœΎβ€’β—†β€πŸ€β€β—†β€’βœΎβ€’β”ˆβ”ˆβ”ˆβ”ˆβ”ˆβ”ˆβ€’


Hayoo penasarankan 🀭.


Cus Akh kepoin yuk, kasih dukungan juga yaa. Syukron πŸ™πŸ˜‰πŸ₯°.