SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI

SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI
NAISHA HAMIL.


✧ ⃟ ⃟ ⃟ ━ೋ๑୨MUTIARA HIKMAH୧๑ೋ━ ⃟ ⃟ ⃟✧


⚛Takdir⚛


"Sesungguhnya sesuatu yang telah Allah tentukan untuk menjadi milikmu, akan tetap menjadi milikmu sekalipun sesuatu itu terlepas dari tanganmu untuk sementara waktu.


Begitu pula sebaliknya, sesuatu yang tidak Allah tentukan untuk menjadi milikmu kelak kan terlepas dari tanganmu, sekalipun kau menggenggamnya erat sepanjang waktu.


__Ustadz Boris Tanesia hafidzahullah__


*•┈┈◎❅❀❦|| ೋ๑୨💠୧๑ೋ ||❦❀❅◎┈┈•*


frov Frans..


Aku begitu terkesima saat melihat melihat dua orang wanita yang baru saja keluar dari pintu Rumah tahfidz, dan tatapanku terfokus pada wanita yang berhijab pink.


"Maa syaa Allah, cantik?, benarkah dia buldozer itu?, Kenapa Iya bisa berubah menjadi cantik dan langsung begitu?" _batin ku


Aku terus bertanya-tanya, benarkah dia buldozer, alias irma? dan saat ia menjawab pertanyaan Azzam yang mengatakan dia memang Irma jantung ku tiba-tiba menjadi dag-dig-dug dan tatapan mataku tak pernah lekang dari wajah buldozer, eh, salah Sekarang dia bukan lagi buldozer, melainkan gitar spanyol ah, kenapa dia bisa berubah begitu?.



Aku terus menatapnya sampai ia memasuki mobilnya, dadaku terus gemuruh saat tatapannya membalas tatapanku di dalam mobilnya, ah gawat kayaknya aku mulai jatuh hati padanya, bagaimana ini?.


_____


frov Irma.


Aduh kenapa harus berjumpa dengan akhy Frans sih, membuat aku jadi gugupkan?


ya sudah sebaiknya aku secepatnya pergi dari sini, kalau tidak jantung ku bisa-bisa meledak akibat tatapan tajam Akhy Frans.


" Ya sudah ana langsung pamit saja ya bang, Nai, Assalamu'alaikum " Pamitku, dan karena tak ingin berlama-lama aku langsung melangkah menuju mobil tanpa menunggu jawaban salam dari mereka dan dengan cepat aku memasuki mobil namun di dalam mobil tanpa sadar tatapan mataku mengarah ke akhy Frans



Yang ternyata ia juga sedang menatap diriku dengan tangannya yang sedang ia tompangi di atas. atap mobil, tatapan matanya yang begitu intens membuat jantung semakin tidak menentu, dan karena tak ingin di tatap seperti itu berlama-lama aku langsung melajukan mobilku meninggalkan rumah tahfidznya Naisha.


_____


frov Author.


Setelah mobil Irma tak terlihat lagi, pandangan Frans masih mengarah kejalan tempat mobil Irma hilang dari pandangannya. nampaknya ia masih terhanyut dalam pemikirannya.


"Woy!!" Sentak Daffin mengagetkan Frans,


"Sampai segitunya Lo menatap jalanan, orang sudah wuuss...jadi sampai bangkotan Nggak bakalan dia muncul lagi bro" Goda Azzam membuat Frans menjadi salah tingkah.


"Eh, apaan sih Lo, ya udah ayo pulang!, nanti gue tinggal nih" Ujar Frans tanpa sadar lalu ia langsung masuk ke dalam mobilnya.


"Hei!!, woy, ini mobil siapa?!" tanya Azzam, yang tadi sempat menggebrak atap mobilnya karena mendengar Frans mengancam dirinya.


"Eh, ya mobil Lo lah" bales Frans Cengengesan karena Akhirnya ia menyadari perkataanya tadi


"Oh, trus siapa bosnya di sini?" tanya Azzam lagu yang kini kedua tangannya sudah ia lipatkan di dadanya.


"Ya Lo juga zam."


"So what ?!"


"Hehehe ya maaf bos, ane khilaf" jawab Frans sembari ia cengengesan lagi karena malu. sambil ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Huuh!, baru lihat pesona Irma Lo langsung lupa sama status Lo, apa lagi yang lainnya!" tegur Azzam dengan wajah yang nampak kesal.


"Kan Udah minta maaf bos?, kenapa masih ngreff sih?"


"Diam Lo!, mulut, mulut gue, kenapa Lo ya protes gue ngreef!"


Mendengar perdebatan dua sekawan itu membuat kepala Naisha tambah pusing mendengarnya,. yang memang sejak tadi kepalanya memang sudah pusing.


"Mas Azam?!, bang Frans!, kalian bisa diam nggak sih, Icha pusing tau' mendengar perdebatan kalian!" bentak Naisha yang sejak tadi sebenarnya tak ingin ikut campur, tapi karena perdebatan mereka mempengaruhi pusing di Kepalanya.


"Eh, Maaf Nai, ini semuakan suamimu duluan, jadi aku hanya membela diri aja Nai" ujar Frans membela dirinya.


"Enak aja Lo nyalahin gue!! yang duluan memberikan perintah tadi siapa?, Lo kan, nah jadi sudah sewajarnya kan gue ingati Lo, biar tidak melunjak pada bos Lo!" protes Azzam yang juga tidak mau di salahkan.


"Astaghfirullah, Nai, kamu kenapa?!" Sentaknya dan kemudian ia langsung menggendong Istrinya. "Frans buka pintu cepat!" titahnya dan, terlihat jelas sekali kalau ia sangat cemas


"Oke!" Frans yang ikut kaget akhirnya dengan cepat ia membuka pintu mobil untuk Azzam setelah pintu terbuka Azzam langsung memasuki mobilnya dengan posisi Naisha berada di pangkuannya.


"Cepat Frans jalan! kita kerumah sakit sekarang!" seru Azzam panik.


Mendengar titah dari bosnya Frans pun langsung ikut masuk dan tak menunggu waktu lama ia langsung melajukan mobilnya dengan cepat. di dalam perjalanannya.


"Nai, kamu kenapa?, maafkan aku Nai" ucap Azzam penuh penyesalan, karena tidak mendengar perkataan Istrinya yang mengatakan Ia sedang pusing.


Melihat bosnya terlihat sangat mencemaskan istrinya, Frans pun pun mempercepat laju mobilnya sehingga dalam waktu 20 menit Mereka pun sampai di rumah sakit, setelah mobil terparkir dengan sempurna dengan cepat Frans pun membuka pintu mobil bagian belakang agar Azzam secepatnya turun.


Begitu mobil terbuka dengan cepat Azzam membawa istrinya ke ruang UGD yang kebetulan di sana sedang ada Rayhan sahabatnya juga.


"han, cepat priksa bini gue,!" titahnya saat ia melihat Rayhan yang baru saja keluar dari ruangan itu.


"Apa yang terjadi sama bini Lo?" tanyanya yang langsung masuk kembali ke ruang UGD tersebut.


"Gue juga nggak tahu, tiba-tiba saja dia pingsan tadi" jelas Azzam sembari ia meletakkan Naisha di tempat tidur pemeriksaan.


"Ya sudah gue priksa dulu" Ujar Rayhan dan ia pun langsung memeriksa Naisha dahinya berkerut saat ia memeriksa nadi Naisha.


Azzam yang melihatnya jadi penasaran.


"Ada apa?" tanyanya


"Sebentar Zam, gue panggil rekan kerja gue dulu" kata Riyan yang ia pun langsung menyuruh salah satu perawatnya yang ada di situ untuk memanggil seseorang yang ia maksud.


Dan tak berapa lama muncullah seorang wanita berpakaian putih langsung menghampiri mereka.


"Dokter memanggil saya?" tanya wanita itu.


" Benar Dokter Elina, tolong priksa pasien ini lebih detailnya" kata Rayhan pada dokter wanita yang bernama Elina itu.


"Oh baiklah Dok,"


"Ayo zam kita tunggu di luar" Ajak Rayhan dan mereka pun akhirnya menunggu di luar. Nampak Azzam begitu gelisah menunggu Naisha yang sedang di periksa.


"Gelisah banget sih Lo, nggak akan terjadi apa-apa sama bini Lo kok" ujar Reyhan yang mulai sebel lihat temannya mondar-mandir dari tadi.


"Kalau memang tak terjadi apa-apa, kenapa Lo lepas tangan tadi?" tanya Azzam penasaran.


"Karena itu bukan bagian gue bro" jelas Rayhan, dan secara bersamaan dokter Elina pun keluar.


"Noh sana dengar sendiri, apa yang terjadi sama bini Lo" ujar Rayhan saat ia melihat Dokter Elina keluar.


Azzam pun langsung menghampiri Dokter Elina " Bagaimana keadaan istri saya Dok?, dia sakit apa?" tanya Azzam yang terlihat jelas ia masih mencemaskan keadaan Naisha.


"Istri bapak baik-baik saja, dan selamat untuk bapak, karena istri bapak saat ini sedang mengandung" kata Dokter Elina ramah.


"Apa dok?" tanya Azzam yang masih belum mendengar jelas perkataan Elina.


"Selamat, Istri bapak saat ini sedang hamil pak" ujar Dokter Eli lagi.


"Selamat ya bro, Lo sebentar lagi akan menjadi seorang ayah" Sambung Rayhan dari belakangnya sembari menepuk pundak Azzam.


"Benarkah Naisha Hamil, Han?" tanya Azzam yang masih belum percaya.


"Ya benarlah!, tadi gue udah bisa menebak sih, tapi biar jelasnya makanya gue manggil Dokter Elina. " jelas Rayhan.


"Alhamdulillah, apakah saya boleh melihat istri saya sekarang dok?" tanya Azzam pada dokter Elina.


"Silahkan pak, kalau begitu saya permisi juga" bales Dokter Elina, setelah mendapatkan Anggukkan dari Azzam dia pun berlalu meninggalkan Azzam dan Rayhan.


"Alhamdulillah ya Allah engkau sudah memberikan hamba Kepercayaan dengan menitipkan amanah-Mu pada Hamba"_pujian syukur Azzam di batinnya.


********


Terus dukung Author ya guys.


Berikanlah LIKE, VOTE DAN KOMENTAR nya


Untuk Author, biar Author semakin semangat meneruskan novel ini, Oke Guys 😉