SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI

SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI
MENJAGA PANDANGAN.


*┈┉━❖❀🤍 Mutiara Hikmah.🤍❀❖━┉┈*


Cermin itu spesial, tak semua jenis kaca bisa dijadikan cermin, hanya kaca dengan kualitas terbaik yang akan lulus seleksi


Cermin itu mengajarkan kejujuran, tak ada hal yg disembunyikan, bayangannya akan apa adanya.


Cermin menasehati kita dengan bijak. Tidak memaksa apabila ada yg salah pada diri kita. Dan menyerahkan semuanya pada kita. Mau kita perbaiki yang salah atau mau kita biarkan saja.


Dan...


"Seorang mu'min adalah cerminan bagi saudaranya. Seorang mu'min adalah saudara bagi mu'min yang lain. Dia tidak merusak harta miliknya dan menjaga kepentingannya."


___(HR. Abu Dawud)___


*┈┉━━━━━•❖❀🤍❀❖•━━━━━┉┈*


"Tidak Mas! Icha tidak akan menyerahkan Putrinya Kalau Bapak itu masih bersikeras menjual putrinya, Mas," balas Naisha walaupun ada kekesalan namun masih terdengar lembut.


"Apa! Menjual?!" sentak Azzam mendengar perkataan istrinya. "Benarkah yang dikatakan oleh istri saya, Pak?" tanya Azzam dengan wajah datarnya.


"Bukan urusan Lo! Jadi Lo jangan ikut campur urusan gue! Lagian terserah guelah, orang anak, anak gue jugakan? Mau gue jual kek! Mau gue bunuh kek! Ya terserah gue, Lo nggak punya hak mencampurinya! Lo paham!" hardik Pria itu, dengan tatapan bengisnya pada Azzam.


"Oh iya iya.. emang benar sih bukan urusan gue" kata Azzam terlihat santai. "Tapi kalau menjadi urusan polisi biasanya, akan mendapatkan hukuman berapa lama kha?" tanya Azzam pada Azkha.


"Setahu gue sih selama belajar di fakultas hukum.


Perdagangan orang disebutkan secara eksplisit dalam Pasal 297 Kitab Undang- Page 3 197 Undang Hukum Pidana (yang selanjutnya disebut KUHP) menyatakan bahwa perdagangan wanita dan perdagangan anak-anak yang belum cukup umur, diancam dengan pidana penjara paling lama enam tahun, sih Bang," jawab Azkha dengan lugasnya menuturkan ilmu yang pernah ia pelajari.


"Baiklah, berhubung ini bukan menjadi urusan kita. Kalau begitu, Frans coba kamu hubungi sersan Ridho, apakah dia bisa datang kemari?" ujar Azzam terlihat begitu santai.


"Oke Bro! Dengan senang hati gue langsung menghubungi beliau!" kata Frans terlihat begitu semangat, dan ia pun Samsung mengambil benda pipisnya yang berada di dalam jam saku jasnya.


Setelah benda itu sudah berada ditangannya, Frans pun langsung melakukan panggilan video pada seseorang. Dan tak berapa terlihatlah seorang pria berseragam polisi di layar handphone milik Frans.


"Assalamu'alaikum sersan Ridho!" ucap Frans sembari tangannya di naikan kepelipis memberi hormat pada Pria berseragam yang terlihat di layar handphone.


"Wa'alaikumus salam! Tumben menghubungi gue ada apa? Kangen ya ma gue?" tanya pria yang di panggil Sersan Ridho oleh Frans, diseberang sana.


"Idih ogah gue kangen Lo! Yang kangen Lo noh bos besar!" balas Frans, sembari mengarah layar HP-nya pada Azzam. Dan menyerahkan handphonenya pada Azzam.


"Selamat sore bos besar ada apa nih, Bos besar menghubungi saya?" tanya Ridho terlihat penasaran.


"Sore juga pak sersan, bisakah Anda kemari, ada seorang ayah ingin menjual Anaknya nih, itu orangnya," balas Azzam yang kemudian ia memutarkan layar Handphone milik Frans kearah ketiga pria, yang terlihat kaget. Setelah melihat Pria berseragam polisi dilayar hp tersebut. Karena ia berpikir kalau perkataan Azzam hanya sebagai gertakan.


"Sialan kalian!" sentaknya sembari ia memalingkan Wajahnya agar tak terlihat jelas oleh Ridho. "Ayo kita guys! Ingat Zahra! Bapak tidak akan membiarkan kamu begitu saja! Sebelum kamu membayar, semua yang sudah Bapak kasih sama kamu! Terkecuali kamu mau menikah dengan Pak Baron! Camkan itu!" seru Ayahnya Zahra, sembari ia pergi dan diikuti ketiga temannya.


"Nanti gue kabarin karena gue belum, tahu kejelasannya. Biar gue tanya dulu sama anaknya" kata Azzam.


"Oke kalau begitu. Ya sudah gue tutup ya, Assalamu'alaikum!" ucap Ridho.


"Wa'alaikumus salam," jawab Azzam yang kemudian ia pun memutuskan sambungan panggilan video itu. Dan setelah itu ia mengembalikan handphone yang ada di tangannya pada Frans. Dan setelah itu ia pun memasuki gerbang Rumah Tahfidz dan di ikuti oleh Azkha dan Frans.


"Sebenarnya ada apa ini sayang?" tanya Azzam setelah ia berada di dekat Naisha, Irma dan Zahra.


"Kita masuk dulu yuk Mas, biar enak bicaranya kalau di dalam" ajak Naisha, sembari ia melingkarkan tangan suaminya itu, dan membawanya masuk kedalam rumah thafidz.


Dan Irma juga nggak mau ketinggalan, ia juga menggandeng tangan suaminya dan membawanya masuk juga.


Tinggallah Azkha dan Zahra yang terlihat keduanya sedang memandang kepergian dua pasang pasutri yang sedang memasuki rumah Tahfidz tersebut. Namun saat mereka hendak masuk tiba-tiba Azzam menoleh kebelakang.


"Apakah kalian berdua akan tetap disana hah?" tanya Azzam, dan dengan spontan keduanya saling pandang. Namun jahra tiba-tiba tersentak kaget.


"Astaghfirullah hal adzim!" sentak Zahra dan Ia langsung menundukan wajahnya.


"Kenapa Lo beristighfar begitu? Emang gue hantu apa?" tanya Azkha terlihat kesal, karena melihat Zahra yang begitu kaget melihat wajahnya.


"Maaf Akhy, Ana, tidak bermaksud seperti itu. Tapi kata Ustadzah Naisha, kita harus menjaga pandangan kita dari yang bukan muhrimnya. Dan ini adalah perintah dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala Akhy seperti firman-Nya di Surah An-Nuur


Ayat 30-31


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


"Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara ***********, yang demikian itu, lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. (QS. An-Nur. ayat 30)


Dan bagi wanita Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :


"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kehormatannya dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung." (QS. An-Nur : 31)


Mendengar penjelasan Zahra yang begitu panjang, tanpa ia menoleh sedikitpun pada Azkha. Membuat Azkha tercengang hingga ia tak menyadari kalau mulutnya telah ternganga.


"Woy! Mingkem tuh mulut! Nanti masuk lalat Loh!" seru Azzam, yang ternyata mereka berempat sedang memperhatikan Azkha dan Zahra. Mendengar seruan dari Azzam Azkha tersentak.


"Eh! Berisik Lo Bang!"


_________


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys. 🙏😉


🙏🥰 Syukron 🙏🥰.