
๑ೋ༻🌹 MUTIARA HIKMAH 🌹༺ೋ๑
🌟 اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍﷺ
"Direndahkan tidak menjadikan kita sampah, disanjung tidak menjadikan kita seperti bintang"
Maka jangan merisaukan kata-kata orang, karena setiap orang melihat kita dengan pemahaman berbeda.
Teruslah melangkah selagi kita di jalan yang benar, walaupun kebaikan tidak selalu dihargai. Ada waktunya kita harus terbuka dan berlapang dada terhadap orang yang berterus terang terhadap kita. Walaupun kita kurang nyaman tapi sekurang-kurangnya dia jujur terhadap kita.
Dan itu bisa menjadi modal untuk kita memperbaiki diri agar lebih baik lagi" 😉
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
༻ೋ๑ೋ๑୨༻🌹༺୧๑ೋ๑ೋ༺
"Ada apa sebenarnya Mas?, tadi saat Bunda datang wajahnya terlihat sedih, sekarang mas juga terlihat sedih, sebenarnya ada apa Mas?" Tanya Naisha yang terlihat penasaran.
Azzam bukannya menjawab pertanyaan, ia malah membaringkan tubuhnya di samping Naisha, sambil tangannya memeluk tubuh istrinya, lalu ia juga menyembunyikan wajahnya di antara leher dan rambut Naisha yang tergerai dibantal hingga nafasnya terhembus mengenai leher putih Naisha membuat lenguhan Naisha lepas dari mulutnya.
"Huumm, Mas jangan begitu, Icha merinding tau!" Protes Naisha sembari ia mendorong wajah Azzam yang berada di lehernya.
"Maaf sayang, Mas nggak sengaja." Kata Azzam lirih.
"Sebenarnya ada apa Mas?, ceritakanlah pada Icha mas." Tanya Naisha lagi dengan lembut.
"Mama Nai..." Kata Azzam namun tak melanjutkan perkataannya lagi.
"Ada apa dengan Mama Mas?." Tanya Naisha semakin penasaran.
"Mas tidak pernah mengerti dengan pemikiran Mama, ia selalu saja egois dan selalu mementingkan dirinya sendiri Ma..." Perkataan Azzam langsung terhenti karena jari telunjuk Naisha sudah mendarat di bibir Azzam.
"Sssth, jangan mengatakan apapun lagi tentang Mama, tidak baik Mas, mau seperti apapun Mama, beliau tetap orang tua kita, redamkanlah amarah kamu Mas, ingat kalau marah ingatlah dengan Hadits ini
Dari Abu Darda RA berkata.
Rasulullah ﷺ bersabda:
لاَ تَغْضَبْ وَلَكَ الْجَنَّةُ
Artinya: "Jangan kamu marah, maka kamu akan masuk Surga." (HR Ath-Thabrani).
"Tapi yang duluan marah itu Mama Nai, ia marah-marah nggak jelas, hingga orang tua kamu pun di bawa-bawa, jadi Mas kan kesal Nai, masa Mas harus diam saja melihat Mama seperti itu." Ujar Azzam yang terlihat dari raut wajah ia masih menyisakan kekesalannya pada Raniah.
" Iya Mas, kamu memang harus diam, walaupun Mama salah kamu tetap tidak boleh marah, karena itu sesuai yang di katakan dalam sebuah hadits
Dari Ibnu 'Abbas RA dia berkata:
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْكُتْ.
Artinya: "Apabila seorang dari kalian marah, hendaklah ia diam." (HR Ahmad dan Bukhari).
"Dan kamu tahu Mas, orang yang menahan marah, padahal ia mampu membalasnya akan lebih mulia Mas di mata Allah, bahkan Allah akan memberikan Bidadari untuknya, seperti yang terdapat di sebuah hadits.
Dari Mu'adz bin Anas Al-Juhani RA ia berkata:
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ كَظَمَ غَيْظًا وَهُوَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يُنْفِذَهُ دَعَاهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى رُؤُوْسِ الْخَلاَئِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُخَيِّرَهُ اللهُ مِنَ الْحُوْرِ الْعِيْنِ مَا شَاءَ.
Artinya: "Barangsiapa menahan amarah padahal ia mampu melakukannya, pada hari Kiamat Allah akan memanggilnya di hadapan seluruh makhluk, kemudian Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang ia sukai."
(HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).
Dalam Islam, marah adalah perbuatan yang dilarang karena dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Al Quran dan hadits menganjurkan umat Islam untuk senantiasa menahan marah.
Allah SWT berfirman dalam QS. Ali Imran ayat 133-134 :
وَسَارِعُوٓا۟ إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (133)
ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلْكَٰظِمِينَ ٱلْغَيْظَ وَٱلْعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ (134)
Arab latin: 133. Wa sāri'ū ilā magfiratim mir rabbikum wa jannatin 'arḍuhas-samāwātu wal-arḍu u'iddat lil-muttaqīn.
Allażīna yunfiqụna fis-sarrā`i waḍ-ḍarrā`i wal-kāẓimīnal-gaiẓa wal-'āfīna 'anin-nās, wallāhu yuḥibbul-muḥsinīn
" Dan didalam haditsnya Rasulullah ﷺ menyampaikan, orang yang kuat bukanlah orang yang jago gulat. Namun orang yang mampu menahan amarahnya.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، قال: "لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرُعة، وَلَكِنَّ الشَّدِيدَ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ".
"Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi Saw. yang telah bersabda: Orang yang kuat itu bukanlah karena jago gulat, tetapi orang kuat ialah orang yang dapat menahan dirinya di kala sedang marah."
(HR Bukhari dan Muslim).
"Lagian Mas, dia Mama yang melahirkan Mas, jadi apapun perkataannya janganlah Mas membalasnya." Jelas Naisha dengan penuh kelembutan, " Mas ingatkan saat Icha melahirkan anak kita, seperti itulah ketika Mama melahirkan Mas, jadi apakah pantas Mas menjawab atau membantah perkataannya ingat Mas, sedikit saja perkataan kita menyakiti hatinya, maka itu sudah di katakan durhaka, dan Allah paling benci itu bahkan ia mengharamkan surga-Nya pada anak yang durhaka Mas, dan banyak hadits yang mengatakan seperti itu dan salah satunya :
Dari Abdullah bin Amr bin Aas, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda :
لاثة الله ارك الى ليهم الجنة : الخمر العاق الديوث الذي الخبث له
“Ada tiga orang yang Allah haramkan mereka masuk surga. Pecandu Khomr, Anak yang durhaka pada orang tua, dan dayyuts yaitu orang yang setuju dengan maksiat yang dilakukan keluarganya.”
(HR. Imam Ahmad, Imam Nasai, Al-Bazzar dan Imam Hakim)
" Mas tahukan, Ridho orang tua adalah Ridho Allah, murka orang tua adalah murka Allah. Mas, seorang anak yang durhaka kepada ibu atau ayahnya tidak akan mendapatkan ridho dari Allah itu terdapat juga di dalam Hadits tentang ridho kepada orang tua diriwayatkan oleh HR. Tirmidzi yang berbunyi:
"Ridho Allah itu tergantung ridho kedua orang tua dan murka Allah juga tergantung kepada murka kedua orangtua." (HR. Tirmidzi).
Dilansir dalam buku 'Keajaiban Doa & Ridho Ibu' oleh Mutia Mutmainnah, menuliskan doa kedua orangtua sangat berpengaruh dalam kunci kesuksesan anak-anaknya. Rasulullah Saw bersabda:
"Doa orangtua untuk anaknya sama seperti doa nabi terhadap umatnya." (HR. Ad Dailami).
Bahkan menurut hadits tentang ridho orangtua oleh HR. Bukhari Muslim, "Ada tiga macam golongan yang doanya mustajab yang tidak diragukan lagi kedahsyatannya, yaitu:
1) Doa orangtua kepada anaknya,
2) Doa orang musafir(orang yang sedang bepergian) dan 3) Doa orang yang di zhalimi." (HR. Bukhari Muslim).
Dalam buku 'Dahsyatnya Ridha Orangtua' oleh Samsul Rijal Hamid disebutkan bahwa
Abu Hurairah Ra mengabarkan, suatu ketika Rasulullah Saw bersabda:
,"Dia celaka! Dia celaka!". Salah seorang sahabat bertanya, "Siapakah yang celaka wahai Rasulullah?"
Nabi Muhammad ﷺ menjelaskan:
"Siapa yang mendapati kedua atau salah satu dari orang tuanya (dalam usia lanjut), tetapi dia tidak berusaha masuk surga (dengan merawat orangtuanya sebaik-baiknya)."
(HR. Muslim)
"Jadi Icha mohon, pergilah temui Mama dan mintalah Maaf, agar hidup mas selalu dalam Ridho Allah. Mas nggak maukan dapat murka dari Allah hm?" tanya Naisha lembut, sembari ia mengusap wajah suaminya dengan lembut.
"Nggak mau dong Nai, Mas inginnya mendapatkan Ridho Allah." Jawab Azzam yang terlihat ia begitu bangga melihat istrinya yang selalu mengingatkan ia dalam hal kebaikan.
"Alhamdulillah, ya sudah pergilah sekarang Mas, peluklah dia mohonlah Maaf agar Allah juga memaafkan Mas." Ujar Naisha lagi.
"Tapi Mama sudah pulang Nai." Kata Azzam sambil ia duduk di tepi ranjangnya.
"Ya Emasnya dong ke rumah Mama." Balas Naisha.
"Tapi nanti siapa yang jaga kamu Nai, kamukan belum bisa apa-apa." Kata Azzam lagi.
"Kan Ada Bunda di sini nak, Bunda yang akan menjaga istri dan anak kamu." Sambung Rodiah yang tiba-tiba saja ia masuk ke kamar Naisha dengan membawa si kecil.
"Tuh benar, Sekarang mas bisa tenang pergi ke rumah Mama, Ichakan akan di jaga Bunda." Timpal Naisha juga.
"Baiklah kalau begitu, Mas pergi ke rumah Mama ya, " Balas Azzam yang kemudian ia mengecup singkat kening istrinya, lalu ia pun bangkit dari duduknya " Azzam titip mereka ya Bunda." katanya lagi pada Rodiah.
"Iya nak, kamu tak perlu Risau Bunda pasti jaga kok" Ujar Rodiah lembut.
"Terimakasih Bunda, kalau begitu Azzam pamiit ya, Assalamu'alaikum" Pamit Azzam.
"Wa'alaikumus salam." Balas Naisha dan Rodiah secara bersamaan. setelah mendapatkan jawaban Azzam pun meninggalkan kamarnya.
_________
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😉.
Dukung kalian selalu Author tunggu, jadi jangan lupa ya 🙏😊 Syukron 🙏😊.