
◎❅❀❦🤍 Mutiara hikmah 🤍❦❀❅◎
"Jika dirimu ingin meluluhkan hati seseorang maka luluhkanlah dengan doa. Perjuangkan dia disepertiga malammu. Allah mampu menciptakan langit, bumi dan segala isinya. Jadi bukan sesuatu yang sulit bagi Allah untuk meluluhkan hatinya untukmu.
So buatlah Allah jatuh hati padamu dengan kesungguhan doamu maka Allah pun akan membuat dia jatuh hati padamu
In Shaa Allah.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•❅❀❦ೋ๑୨◎❅❀❦🤍❦❀❅◎୧๑ೋ❦❀❅•
"Seenaknya saja Lo menunda acara pernikahan gue! Tidak ada tunda-tundaan! Pernikahan gue harus tetap berjalan!"
Mendengar perkataan itu dengan spontan Azzam membalikkan tubuhnya. Begitu juga dengan Frans, seketika ia langsung berdiri dan langsung melihat ke arah ranjang.
"Buset dah! Dalam keadaan kayak gini masih aja ya Lo ingat nikah? Kayak nggak ada lagi hari esoknya" tegur Frans, sambil berjalan menuju ranjangnya Reyhan.
"Bodo amat! Pokoknya gue nggak mau ada acara tunda-tunda! Karena gue nggak mau kejadian ini akan terulang lagi!" tegas Reyhan. walaupun pun suaranya masih terdengar lemah. Oh iya gimana keadaan Aziah, Zam?" tanyanya pada Azzam.
"Alhamdulillah dia baik-baik saja kok, dan saat ini dia juga lagi di rawat di ruang sebelah satu malam saja" jelas Azzam.
"Oh syukurlah kalau begitu" ucap Reyhan yang kini ia kembali memejamkan matanya. Karena ia sudah tenang setelah mendengar Aziah baik-baik saja.
"Oh iya, benaran Lo akan tetap meneruskan pernikahan lo Rey?" tanya Azzam.
"Iya gue ya benaranlah!" balas Reyhan dengan mata yang masih terpejam.
"Tapi kondisi Lo kan masih lemah banget loh Rey, mendingan tunda satu hari saja. Karena gue yakin saat itu Lo tidak akan selemah ini" saran Azzam terlihat masih ada kekhawatir pada sahabatnya.
Mendengar perkataan Azzam, Reyhan kembali membuka matanya, lalu menatap lekat wajah Azzam, "Percaya ma gue!, besok pagi gue pastikan, gue sudah baik-baik saja. Jadi Lo tenang aja, Lo cukup doakan gue saja oke." katanya terdengar begitu yakin. Setelah itu ia kembali memejamkan matanya lagi.
"Ya sudah Kalau begitu Lo istirahatlah, semoga besok pagi keadaan Lo sudah sebaik yang Lo katakan" ujar Azzam, dan di balas Reyhan hanya dengan mengacungkan jari jempolnya saja, dengan mata yang masih terpejam.
Setelah melihat sahabatnya mulai bernafas secara teratur, yang menandakan ia sudah terlelap Azzam pun beralih pandang dengan Frans.
"Lo jaga dia ya, gue mau lihat keadaan Ziah" katanya sambil ia berjalan menuju pintu keluar ruang rawat Reyhan.
"Oke Bro" balas Frans, sambil mengacungkan jari jempolnya juga pada Azzam.
Setelah mendapatkan jawaban dari Frans, Azzam langsung beranjak meninggalkan ruangan Reyhan dan langsung menuju kekamarnya sang Adik yang bertepatan di sebelah kamar rawat Reyhan. Begitu ia membuka kamar tersebut, Azzam sedikit tersentak ternyata Sang Adik masih terjaga.
"Loh kok belum tidur Dek?" tanya Azzam sambil berjalan mendekati tempat pembagian Aziah.
"Ziah nggak bisa tidur Bang, kalau tidak di kamar sendiri" balas Aziah berkata apa adanya.
"Kalau begitu sulit tidur di kamar yang berbeda, bagaimana setelah kamu menikah nanti? Apakah kamu tidak tidur sepanjang malam saat di rumah suami kamu nanti hm?"
"Eh Abang kok ngomong begitu sih?"
Namun tiba-tiba ia teringat kejadian saat Reyhan yang menolongnya, ketika Athan menculiknya. Dan ia menyaksikan sendiri perjuangan Reyhan, yang bahkan mempertaruhkan nyawanya untuk menolong dirinya. Rasanya ia tak mungkin bersikap masa bodo lagi terhadapnya, yang ternyata selama ini ia sudah egois. Walaupun ia menerima saat lamaran Reyhan, namun ia tak pernah menganggapnya dengan serius, makanya ia tidak begitu memperdulikan pernikahannya.
"Kenapa kamu diam Dek? Apakah kamu sudah siap menjadi istri Reyhan?" tanya Azzam, karena melihat Aziah terdiam setelah ia menasehatinya.
Aziah tersentak dari lamunannya, setelah mendengar pertanyaan Azzam, "Eh, hmm.. apakah menurut Abang Ziah pantas menjadi istri Bang Rey?" Bukannya menjawab pertanyaan sang Abang, Aziah malah balik bertanya.
"Kenapa tidak pantas? Adek, Abangkan cantik dan juga calon dokter, jadi sudah pasti pantas dong Dek" balas Azzam sembari ia menoel pucuk hidungnya Aziah. "Lalu apakah adek, Abang ini sudah siap menjadi istri seorang dokter Reyhan hm?" tanyanya kembali mengulangi pertanyaannya yang tadi.
"Kalau menurut Abang seperti itu, in shaa Allah, Ziah siap bang" jawab Aziah terlihat sedikit malu.
"Alhamdulillah.. Ya sudah sekarang kamu istirahat ya. Karena in shaa Allah, pernikahan kamu tetap di lanjutkan Dek"
"Eh! Tapikan Bang Reyhan sedang terluka bang? Emangnya dia bisa melanjutkan acara pernikahan?" tanya Aziah terlihat tidak percaya, karena ia sempat melihat luka Reyhan yang lumayan parah. Makanya ia berpikir kalau pernikahan mereka sudah pasti akan tertunda.
"Kita lihat saja besok, apakah dia bisa atau tidak. Jadi untuk sekarang sebaiknya kamu istirahatlah Dek, biar kamu kembali fit juga" titah Azzam sembari ia memberikan kecupan lembut pada dahi sang Adiknya.
"Hu'um..ya udah Ziah tidur" ucap Ziah sambil ia memejamkan matanya. Pada awalnya ia terlihat sulit tidur, itu terlihat dari kelopak matanya yang terlihat selalu bergerak-gerak. Namun setelah Azzam mengelus-elus puncak kepalanya. Akhirnya ia pun tertidur pulas.
"Melihat sang Adek, mulai tertidur Azzam pun melangkah menuju kesofa yang berada di ruangan tersebut. Setelah ia sudah berada di atas sofa tersebut. Azzam langsung mengambil benda pipihnya yang berada di dalam saku jasnya. Setelah mencari sebuah nama di kontak. Azzam langsung melakukan panggilan video call. Dan tak berapa lama panggilan pun terhubung.
"Assalamu'alaikum Mas?" ucap seorang wanita cantik yang terlihat di layar kaca handphonenya.
"Wa'alaikumus salam sayang, kamu belum tidur Nai?" tanya Azzam sembari ia membaringkan tubuhnya di atas sofa.
"Belum Mas, tadi baby boy merengek, jadi Icha menyusuinya dulu" jelas wanita cantik itu yang ternyata Naisha istrinya sendiri. "Mas sendiri kok belum tidur sih?" tanya Naisha balik.
"Nggak bisa tidur kalau tidak memeluk kamu sayang."
"Huh.. kayak anak kecil aja sih Mas, harus di kelonin sama ibunya"
"Biarin, Mas minta kelon juga sama istri sendiri. Jadi nggak ada larangan dong sayang"
"Iya iya.. Sekarang mau Mas Icha melakukan apa supaya Mas bisa tidur di sana hm?"
"Mas mau kamu nyanyikan sholawat, seperti kamu meniduri baby boy Sayang."
"Ay, Suamiku menjadi Baby boy ya sekarang?"
"Biarin, sekarang mau nggak nyanyiin sholawat untuk Mas?" tanya Azzam dengan memasang wajah seolah ia sedang merajuk.
"Iya iya, Mas Baby boyku. Sekarang Icha sholawati ya, sekarang pejamkan matanya ya Baby boy besar ku, selamat Bobo" ujar Naisha dengan cara bicara seolah ia sedang bicara dengan anak kecil. Setelah itu ia pun mulai menyenandungkan sholawatnya terdengar begitu merdu, membuat Azzam akhirnya terlena dan tak lama ia pun terhanyut dalam mimpinya.
____________
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😘
Jangan lupa juga berikan VOTE nya serta komentar agar author semangat Ok 🙏🥰.