
🔹🔷💠 MUTIARA HIKMAH 💠🔷🔹
"Pernikahan adalah sebuah Perjalanan Yang Paling panjang Mengarungi Lautan Samudera Yang diiringi Badai dan Gelombang Yang besar,, Banyak sekali Ujian dan Rintangan,,
Sebab itu dibutuhkan Kapten atau Pemimpin Yang Handal untuk Membawa Rumah Tangga pada Tujuan Yang Diharapkan,, Yaitu SURGA-NYA,,
Laki² itu Pemimpin Yang akan Menjadi Imam bagi Wanitanya, Maka ia harus lebih baik dari Wanitanya,, Baik Keimanannya, Akhlaknya, yang serta Tanggung Jawabannya. Karena, dari Dia lah Kamu dan Anakmu Mencontoh Keteladanannnya,,
Maka jadilah seorang pemimpin yang baik maka Allah memperbaiki semua yang ada di sekitar mu,, termasuk wanita yang menyempurnakan agama mu,,😉
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
🔹❅❀❦ೋ๑୨❅❀❦💠❦❀❅୧๑ೋ❦❀❅🔹
"Ikh, kok jadi pada berdebat lagi sih, ya sudah kalau nggak mau ngambil, biar Icha sendiri yang ambil! " kata Naisha, yang kemudian ia pun hendak turun dari mobilnya..
" eh iya iya sayang, mas yang ngambil. kamu tunggu di sini ya sama irma, mas yang ngambil sama Frans." bujuk Azzam pada Naisha yang baru saja ngambek.
"loh kok sama gue, kan Lo yang di suruh?" protes Frans yang tidak ingin di bebani.
" Udah deh ikut aja, pokoknya Lo harus bantuin gue manjat tuh pohon buni, yuk cepatan turun." titah Azzam memaksa.
"Iya deh pasrah aja." jawab Frans sembari turun dari mobil bersama dengan azzam.
Setelah keluar dari mobil mereka langsung menghampiri sebuah rumah yang pekarangannya terdapat pohon buni tersebut baru saja mereka mencapai gerbang rumah tersebut, tiba-tiba mereka di kejutkan suara gung-gungan seekor Anjing
Gugk..Gugk..Gugk..!!..
Seekor Anjing berwarna hitam, yang tiba-tiba muncul entah dari mana membuat Frans kaget dan langsung melompat ke tubuh Azzam.
"Buju' buset!! atuuut!" Teriak Frans yang ia sudah bertengger di tubuh Azzam.
"Apaan sih Lo!, turun nggak!!, gue lempar Lo ke comberan itu ya!" Ancam Azzam mulai kesal karena ia hampir saja jatuh akibat tomprokan Frans yang secara tiba-tiba.
"Atut Zam.. Ada gung-gung " kata Frans yang sudah seperti anak kecil yang sedang di gendong oleh ayahnya.
"Kayak anak kecil aja sih Lo!, cepat turun! emang nggak berat apa tuh badan!" Senggak Azzam yang kemudian ia menyentakkan tubuh Frans yang akhirnya ia terjatuh dan terduduk.
"Engk, Aduuh..beh, parah!, kejam banget sih Lo, sakit tahu bokong gue!" Keluh Frans Sambil memegang bokongnya yang memang terlihat sakit karena ia memang terduduk di aspal jalan.
"Mampos Lo, Siapa suruh main nemplok aja di badan orang!." Ujar Azzam yang tersenyum puas melihat Frans yang sedang kesakitan.
"Namanya orang kaget, jadi otomatis Apa yang dilakukan tidak salah dong?" bales frans yang kemudian ia bangkit dari duduknya sambil mengusap-usap bokongnya.
"Akh, Diam Lo.! udah cepat panggil yang punya rumah!" Titah Azzam tegas.
"Eh, tapi gimana dengan gung gung itu, guekan takut Zam," kata Frans, yang memang ia takut pada seekor anjing.
"Udah jangan banyak. alasan!, cepatlah panggil yang punya rumah!" Balas Azzam yang sepertinya tidak peduli dengan ketakutan Frans
"Haiis, iya iya gue panggil yang punya rumah." Kata Frans pasrah dan ia pun mulai mendekati pintu gerbang secara perlahan karena Dog hitam berada di balik gerbang tersebut dengan posisi yang siap menerkam mereka bila masuk.
"Permisi gunggung aku hanya ingin memanggil Tuan rumahmu jangan ganggu ya" Ujar Frans pada dog hitam itu, tapi malah disambut gong gongan dari dog hitam itu, membuat ranch benar-benar ciut kembali mundur.
"Zam, gue atuut zam, Lo aja dah yang panggil tuan rumahnya" kata Frans dengan suara yang sudah bergetar karena memang sudah takut sekali.
"Akh, Lo alasan saja itu dog di dalam dia nggak mungkin menerkam Lo tau!" bentak Azzam kesal melihat temannya yang penakut itu. dan di saat bersamaan pemilik Rumah itu keluar mungkin karena mendengar gong-gongan Anjingnya tersebut.
"Blacky, pergi sana!" Bentak seorang wanita paruh baya pada anjing tersebut, dan Anjing tersebut mengikuti perintah tuannya Dan dia menjauh dari pintu gerbang,
"Permisi Assalamu'alaikum Bu." Salam Azzam pada wanita itu.
"Wa'alaikumus salam, ada apa ya?, ada keperluan apa?" Tanya Wanita yang terlihat heran karena melihat mereka berdua.
"Ini Bu, Istri saya sedang hamil dan dia ingin sekali memakan buah buni Ibu Bisakah saya membeli buah Boni ibu.?" Tanya Azzam ramah
"Oh, istri kamu lagi ngidam ya?" tanya Ibu tersebut.
"Iya Bu, Istri saya baru hamil dua bulan" kata Azzam lagi.
"Ma syaa Allah, ya sudah ambil saja buah buninya nak tidak usah membelinya sebagai gantinya boleh Ibu nanti berkenalan pada istrimu nak.?" kata Ibu tersebut.
"Boleh bu, boleh, istri saya sedang di mobil itu" Kata Azzam, sambil yang menunjukkan sebuah mobil hitam yang terparkir tidak begitu jauh dari tempat itu.
" Oh, ya sudah, ambil saja dulu buah buninya nanti setelah itu beribu akan menemuinya " Kata ibu itu yang kemudian ia membukakan pintu gerbang rumahnya, " Masuklah nak." Lanjutnya setelah pintu gerbang terbuka.
"Terimakasih Bu." kata Azzam yang kedua mereka pun masuk, dengan Frans yang memegang ujung jas Azzam di bagian belakang sepeda seorang anak yang sedang main kereta apian.
"Ambillah, tapi buahnya sangat tinggi, kalian hati-hati ya " kata Ibu itu lagi sambil berjalan mendekati pohon buni dan di ikuti oleh Azzam dan Frans, setelah sampai " Tapi ingat kalian hati-hati ya nak" Lanjut ibu itu lagi.
"Iya Bu terimakasih sebelumnya." kata Azzam tulus.
"Iya nak, ya sudah ibu masuk sebentar ya" kata sang ibu.
"Iya Bu silakan." setelah mendapatkan jawaban dari Azzam ibu itu pun berlalu meninggalkan mereka.
Sementara Azzam dan Frans setelah kepergian pemilik rumah..
"Ok... bro saatnya kita beraksi, Lo jongkok, sekarang!" ujar Azzam dengan wajah serius ke arah pohon buni yang akan di panjatnya.
"Aduh kenapa harus gue yang jongkok sih zam?" protes Frans.
"Akh, banyak omong Lo!, cepat jongkok!" Bentak Azzam yang sepertinya ia sudah ingin cepat meraih buah buni yang ada di atas kepalanya.
"Ck, iya iya gue jongkok!" Frans langsung berjongkok dengan tangan memegang pohon buni tersebut, dan tanpa basa-basi Azzam langsung naik ke atas pundak Frans, setelah kedua kaki Azzam berada di atas pundak Frans, dengan perlahan Frans berdiri hingga Azzam bisa meraih sebuah batang pohon tersebut dan kemudian ia pun langsung naik ke atas ranting tersebut, dengan kaki yang mulai bergetar karena ia sedikit takut akan ke tinggian.
"Astaghfirullah, ya Allah lindungilah hamba " Gumam Azzam saat melihat kebawah, " Hah!, Bismillah demi istri dan si buah hati, jangankan memanjat pohon, memanjat gunung gue akan jabanin." lanjut Azzam sembari ia mulai menarik sebuah ranting kecil yang ada buah buninya.
"Ayo Zam Lo pasti bisa, ini demi dia dan sebuah hati!, " Teriaknya Frans yang masih berada di bawah.
"Ah berisik banget sih Lo!, gue lagi fokus tau!" protes Azzam yang masih berusaha mengambil setangkai buah buni tersebut.
"Hahaha, Lo udah kayak super man in the afternoon buni fruit seeker. (pria super di sore hari pencari buah buni)" Seru Frans Sambil terkekeh.
" Cih, Muke gile lo, malah ngetawain gue, Lo lihat tuh di samping Lo sekarang jangan ngetawain gue aja." Bales Azzam sembari menunjuk sesuatu yang ada di samping Frans yang sedang terkekeh karena melihat Azzam yang sedang berjuang mengambil buah buni.
Mendengar perkataan Azzam, Frans pun langsung melirik ke sampingnya dengan perlahan dan...
**********
Maaf ya guys 🙏 saat ini Author drop🤒🤒 mungkin akibat kebanyakan bergadang😢
tapi Author masih berusaha kok agar tetap Up. jadi dukung Author terus ya 🙏
Syukron 🙏