
⚛⚛🌺 MUTIARA HIKMAH 🌺⚛⚛
"Ombak yang tenang tidak akan mengasah kemampuan pelayar. Jika hidup sedang terasa susah berarti Anda sedang "diasah" untuk menjadi lebih baik."
&&&&&&&&&&&&&⚛🌺⚛&&&&&&&&&&&&
"Maaf!" Ucap Azzam singkat.
"Buat apa mas?, seharusnya kan Icha yang minta maaf sama mas, karena sudah membuat mas kecewa " tutur Naisha lembut.
"Ya Karena, sudah membuat kamu bingung, sama tingkah aku, yang marah nggak jelas" bales Azzam apa adanya.
"Marah nggak jelas kenapa?" tanya Naisha ingin tahu.
"Ya mungkin karena aku nggak suka kamu manggil Frans, mas juga kali" jawabnya dengan pandangan kearah lain tidak ingin menatap Naisha,
"Hanya itu?" tanya Naisha lagi, dengan wajahnya yang ia sengaja menutupi pandangan Azzam yang tadi ia buang ke arah sebuah lukisan yang ada di kamar itu, kini pandangannya otomatis menatap wajah Naisha, membuat Azzam terkejut dan terdiam, dan hanya memandangi wajah istrinya.
"maa syaa Allah, Naisha sangat cantik!, dan bulu matanya lentik hidungnya kecil dan mancung dan bibirnya..." Batin Azzam
"Mas hanya itukah?" tanya Naisha lagi yang mengulangi pertanyaannya lagi, dan pertanyaan itu membuat Azzam tersandar dari lamunannya.
"Aku nggak suka kamu banyak bicara padanya, asal kamu tahu ya Nai, Frans itu pernah suka pada kmu sebelum kita menikah!" ujar Azzam yang kembali membuang pandangannya ke arah lain lagi..
"Huum, rupanya suami Icha lagi cemburu yaa?" ujar Naisha sembari meraih kedua pipi Azzam dengan kedua tangannya, dan di hadapkan kembali ke wajahnya, dan otomatis Azzam kembali menatap wajah cantik Istrinya.
"Icha senang deh kalau mas punya rasa cemburu karena itu menandakan mas sayang banget sama Icha, iya kan mas?" sambung Naisha lagi, membuat Azzam menjadi salah tingkah.
"Ah, ge'er kamu Nai!" bales Azzam dengan menyorong pelan dahi Naisha pakai jari telunjuknya dan ia hendak bangkit dari duduknya yang di tepi ranjang. namun lagi-lagi tangan Naisah Kembali menarik tangan suaminya, dan otomatis Azzam kembali terduduk kembali.
"Hmm, nggak mau ngaku jelas-jelas mas marah gitu, ayo ngaku!, Icha ingin dengar" ujar Naisha yang kini ia melingkarkan tangannya pada leher Azzam yang otomatis wajah mereka saling dekat dan saling bertatapan, membuat jantung Azzam, berdetak kencang, apa lagi saat matanya tertuju pada bibir Naisah. membuat ia menelan Silvanya dengan paksa.
"Mas?" panggil Naisha lagi karena suaminya tak membalas perkataannya.
"Hmmm?"
"Kok nggak di jawab?" tanya Naisha, dan Melihat bibir Naisah bergerak karena ia berbicara, membuat Azzam seperti ingin mendekati bibir Naisah, yang sepertinya ada maghnet di sana hingga tanpa terasa bibii Azzam seperti tertarik olehnya.
"Iya Nai!, Aku cemburu, " Ucapnya lirih, dan tanpa sadar bibirnya sudah terpaut oleh bibir Naisah, dan dengan lembut ia bermain di sana, hingga terdengar suara kecapan bak orang yang sedang makan permen yang manis. dan di saat Azzam merasakan tubuhnya memanas ia pun langsung melepaskan tautan itu.
"Aakh!" desah Naisha, yang sepertinya tidak rela kalau tautan bibir mereka terlepas.
"Kamu belum pulih benar Nai, istirahatlah sekarang" ucap Azzam yang suaranya seperti sedang menahan sesuatu, sebenarnya ia juga tak rela melepaskan tautannya, namun karena ia teringat kalau Naisha habis sakit ia pun harus menahan dirinya.
"Iya mas" bales Naisha yang kemudian ia membaringkan tubuhnya, dan Azzam pun membantu menyelimutinya dan setelah itu ia pun pergi ke kamar mandi. di dalam kamar mandi..
"Ah, kenapa tubuhku cepat sekali bereaksi sih, dan selalu ingin menuntut melakukan hal yang lebih, ah aku sudah nggak tahan" gumam Azzam, dan ia langsung membuka bajunya dan langsung mengguyur tubuhnya yang terasa panas, dengan Air shower.
lama ia berada di bawah shower, hingga tubuhnya, menjadi normal kembali, baru ia mematikan Air showernya, setelah itu ia pun langsung memakai handuk kimononya dan keluar dari kamar mandi, dan ternyata Naisha sudah tertidur. ia pun mulai bergegas memakai baju kemeja putihnya dan memakai celana hitam, dan ia juga mengambil dasinya setelah terpasang ia pun mengambil jas hitamnya..
Setelah memakainya ia pun menghampiri Naisha yang sedang tertidur, lalu ia memberikan kecupan lembut pada dahi Naisha, tanpa mengatakan apapun, setelah itu ia pun melangkah keluar dari kamarnya dan menuju arah keluar namun sebelum keluar ia memanggil seseorang.
"Bi Ijah?!"
"Bi, Istri saya sedang tidur, nanti kalau dia bangun, bilang saya ke kantor sebentar, dan sediakan ia makan ya bi" titah Azzam pada pembantunya.
"Baik tuan!" bales Bi ijah.
"Ya sudah kalau begitu saya pergi ya!" ujarnya lagi dan kemudian ia pun melangkah keluar menuju mobilnya terparkir, dan di sana juga sudah ada Frans.
"Ayo berangkat!" titahnya dingin dan ia pun langsung masuk ke mobilnya dan di ikuti oleh Frans yang duduk di belakang kemudinya. dan tak lama ia pun melajukan mobilnya dengan kecepatan maksimal menuju ke perusahaan milik keluarga Azzam.,
Di dalam perjalanan mereka hanya terdiam, Frans yang tahu kalau bosnya masih marah akibat tadi ia pun tak berani mengeluarkan kata-katanya, jadi ia hanya fokus menyetir saja.
sedangkan Azzam hanya melihat pemandangan jalan dari jendela mobilnya dan tiba-tiba matanya melihat seseorang yang ia kenali.
"Berhenti Frans!!" seru Azzam, membuat Frans memijak rem secara mendadak..
CIIIIIIIIIITK... Mobil pun berhenti secara mendadak,
"Ada apa zam?!" tanya Frans penasaran. Namun bukannya membalas pertanyaan Frans, Azzam malah langsung membuka pintu mobilnya dan ia pun langsung berjalan ketempat seseorang yang dia lihat tadi.
"Azkha?!" panggil Azzam pada orang yang sedang duduk di halte bis.
"Bang Azzam!!" sentak orang tersebut yang ternyata Azkha adik Azzam, dan Azkha yang melihat Azzam hendak mendekatinya ia pun langsung berlari kencang meninggalkan Azzam, melihat Adiknya malah lari Azzam pun langsung merintahkan Frans untuk ikut mengejarnya, setelah ia pun langsung mengejar Azkha.
"Azkha tunggu!!, jangan lari!!" teriak Azzam yang masih berlari mengejar sang Adik.
"Tidak mau!, kalian mau menikahi akukan!!" teriak Azkha juga yang masih berlari namun saat ia sedang menoleh kebelakang Melihat Azzam yang masih mengejarnya, tiba-tiba dari arah depan, ada seseorang yang langsung menangkapnya, dan ternyata Frans yang memeganginya.
"Lepaskan bang Frans,!" sentak Azkha berusaha melepaskan diri dari Frans, "Gue nggak mau di kawinkan!!" bentaknya lagi yang masih meronta-ronta ingin melepaskan diri.
"Siapa yang nyuruh Lo kawin?!, Abang cuma mau menyuruh kamu pulang!!" bentak Azzam kesal.
"Abang bohongkan! nanti sampai di rumah kalian akan memaksa aku lagi!" ujar Azkha yang masih ngos-ngosan akibat berlari tadi.
"Tidak, karena wanita yang akan kau Nikahi sudah menikah denganku!" jelas Azzam.
"Hah?, benarkah bang?" tanya Azkha seperti tidak percaya.
"Ya benar dek, Abanglah yang menikahi Dede Imah, dan kami sudah resmi menjadi suami istri, jadi kamu tidak perlu khawatir lagi, sekarang pulanglah dek, kasihan mama" tutur Azzam yang kini sudah melembut perkataannya.
"Alhamdulillah, syukurlah!, terimakasih ya bang," ujar Azkha yang langsung memeluk Abangnya
" Ini baru Abang terbaik ku, maafi aku ya bang yang sempat memusuhi Abang!" sambung Azkha lagi..
"Iya nggak papa dek, Abang ngerti kok, sekarang Ayo ikut dengan Abang" Ajak Azzam.
"Baik bang!" bales Azkha, lalu mereka pun memasuki mobil Azzam, dan tak lama mobil pun kembali melaju.
**********
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😊.