SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI

SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI
KISAH UMMU MUTI'AH


⊱◈◈◈⊰⭐KALAM ULAMA⭐⊱◈◈◈⊰


"Satu peluru hanya mampu menembus satu kepala, NAMUN satu tulisan kebaikan mampu menembus ribuan bahkan jutaan kepala"


__{Habib Muhammad Rizieq Syihab}__


✧ ⃟ ⃟ ⃟ ━ ⃟ ⃟ ⃟✧━ ⃟ ⃟ ⃟✧━ ⃟ ⃟ ⃟✧✧ ⃟ ⃟ ⃟ ━✧ ⃟ ⃟ ⃟ ━✧ ⃟ ⃟ ⃟ ━✧ ⃟ ⃟ ⃟-


Di rumah tahfidz...


Seperti biasa Irma dan Naisha mengajar Thafidz pada para santriwatinya dan setelah selesai program Thafidz, Naisha pun bertanya pada Santriwatinya, pelajaran apa yang akan dilanjutkan untuk melanjutkan program


"Alhamdulillah hi Rabbal'aalamin, program Thafidz kita telah usai sekarang. karna waktu kita masih tersisa, kita lanjut dengan kisah-kisah shahabiyah tentang wanita ahli syurga, adek-adek tau nggak wanita yang pertama kali masuk syurga siapa?" tanya Naisha pada para santriwatinya.


Salah seorang santriwati pun menjawab, "Ummu Fathimah Az-zahra radhiallahu 'anha Ustadzah." jawabnya


"Ummu Khadijah radhiallahu 'anha ustadzah." kata salah satu Santriwati yang lainnya


seorang lagi menjawab,"Siti Asiyah kah Ustadzah?"


Naisha menggelengkan kepalanya yang mengartikan salah.


"Ummu Maryam alaihissalam ustadzah?" kata salah satu Santriwati yang lain lagi.


Mendengar jawaban dari para Santriwati yang menurutnya salah lagi-lagi Naisha pun menggelengkan kepalanya " hmm...mereka akan pasti masuk syurga. tapi ini yang pertama kali yang melangkah kan kakinya ke syurga siapa coba dek?" tanyanya lagi dengan lembut


"Lalu, siapa Ustadzah? " Tanya para santriwati yang terlihat begitu penasaran kepada Naisha.


" Jadi nyerah nih? Apa nggak ada yang tahu lagi ?" Tanya Naisha, Sambil ia tersenyum lembut pada para santriwatinya


"Nyerah Ustadzah" jawab para santriwatinya.


" Adik-adikku sayang, wanita yang pertama kali melangkahkan kakinya ke dalam syurga adalah Ummu Muti'ah" jawab Naisha kepada santri.


"Beliau adalah seseorang wanita juga seorang istri yang begitu taat, baik, patuh, dan menyenangkan pada suaminya. Memang, tidak banyak dalil yang menjelaskan tentang Mutiah ini. Meski begitu, kita perlu mengambil hikmah dari kisah wanita ini dan bisa mengambil pelajaran berharga dari kisah ini, Mutiah disebut sebagai wanita pertama yang hendak masuk surga ketika Fatimah Az Zahra, putri Rasulullah ﷺ bertanya pada Rasul siapakah wanita pertama yang masuk surga." jelas nya pada santri.


mendengar perkataan Naisha membuat Irma terkesan dan langsung mengubah posisi duduk nya .


melihat Irma yang mengubah posisi. Naisha berhenti sejenak karna sahabatnya yang sangat khusyu ingin mendengar kisah nya.


" Ustadzah kok berhenti kisahnya?, lanjutin ustadzah." Pinta salah satu santriwati, Melihat para santriwatinya Begitu antusias ingin mendengar ceritanya, Naisha pun tersenyum lembut pada mereka, dan kemudian ia pun memulai berkisahnya.


"Baiklah Ustadzah lanjutin kisahnya ya,


Suatu hari Fatimah menanyakan kepada Ayahnya, siapakah perempuan yang pertama kali masuk surga?, Rasulullah ﷺ pun menjawab,: “Wahai Fatimah, jika engkau ingin mengetahui perempuan pertama masuk surga, selain Ummul Mukminin, dia adalah Ummu Mutiah."


Ummul Mukminin sendiri merupakan wanita-wanita yang telah dijamin masuk surga. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah ﷺ "Pemuka wanita ahli surga ada empat. Ia adalah Maryam binti Imran, Fatimah binti Rasulullah ﷺ, Khadijah binti Khawailid dan Asiyah."


(HR. Hakim dan Muslim).


Mendengar pertanyaan putrinya ini, Rasul pun menjawab bahwa wanita pertama yang masuk surga adalah seorang wanita mulia yang tinggal di pinggiran kota Madinah pada masanya. Wanita tersebut bernama Mutiah. Kepada Fatimah Rasulullah mengatakan, "Wahai Fatimah, jika engkau ingin mengetahui wanita pertama yang masuk surga selain Ummul Mukminin, ia adalah Ummu Mutiah."


Untuk memenuhi rasa penasaran yang bergejolak dalam hati, Fatimah pun mencari rumah Mutiah dan hendak berkunjung ke sana. Setelah melakukan pencarian yang cukup lama, akhirnya ia menemukan rumah Mutiah. Di ketuklah pintu rumah wanita itu oleh Fatimah sembari mengucap salam. Dari dalam rumah terdengar suara, "Siapakah yang ada di luar tersebut?" Fatimah menjawab, "Aku Fatimah, putri Rasulullah."


Mendengar jawaban Fatimah, Mutiah tidak lantas membuka pintu. Selanjutnya ia bertanya, "Ada keperluan apa". Fatimah kembali menjawab, " Hendak bersilaturakhim saja." Dari dalam rumah Mutiah kembali bertanya, "Kamu datang seorang diri atau bersama dengan orang lain?". "Aku bersama putraku Hasan." Jawab Fatimah.


Mengetahui Fatimah bersama Hasan, Mutiah lantas mengatakan, "Maaf, aku tidak bisa membukakan pintu untukmu. Aku belum minta izin pada suamiku akan kedatangan tamu laki-laki di rumahku. Sebaiknya kamu pulang dan kembali esok hari. Aku akan meminta izin kau bersama Hasan saat datang kemari." Mendengar pernyataan Mutiah, Fatimah pun berkata dengan sabar, "Tapi Hasan adalah anakku. Ia juga masih kecil." "Walau anak-anak, Hasan tetaplah lelaki. Kembalilah esok hari saat aku sudah meminta izin dari suamiku untuknya." Ungkap Mutiah


Esok Hari Fatimah Kembali Ditolak Bertamu.


Masih penasaran dengan sosok Mutiah dan amalan yang dilakukannya, Esok hari Fatimah kembali berkunjung ke rumah Mutiah. Pintu rumah wanita tersebut kembali diketuk disusul dengan salam. Sayang, hari itu Fatimah kembali ditolak bertamu oleh Mutiah. Penolakan ini tentu bukan tanpa alasan. Fatimah hari itu datang bersama kedua, Hasan dan Husein. Mendengar Fatimah bersama satu orang laki-laki lain yang belum dimintakan izin kepada suami, Mutiah lantas menolak kedatangan Fatimah dan menyuruhnya datang kembali hari esoknya.


Di hari ketiga, Fatimah berkunjung ke rumah Mutiah saat sore hari. Akhirnya, ia pun bisa diterima dengan baik dan diizinkan masuk oleh Mutiah. Alangkah terkejutnya Fatimah melihat sopan santun dan kepatuhan Mutiah pada sang suami. Saat itu, Mutiah juga sedang mengenakan pakaian terbaiknya dengan aroma tubuh yang wangi. Wanita tersebut mengatakan ia akan menyambut kedatangan suami yang sebentar lagi akan pulang dari kerja. Rumahnya yang sederhana juga terlihat sangat bersih dan nyaman.


Kekaguman Fatimah tidak berakhir sampai di situ saja, putri Rasulullah ini juga terkagum di hari keempat saat ia kembali berkunjung ke rumah Mutiah saat suaminya sudah pulang dari kerja. Mutiah begitu peduli pada suaminya. Ia telah menyiapkan air mandi untuk sang suami, pakaian ganti dan makanan yang ia masak sendiri di meja makan. Saat sang suami telah sampai rumah, Mutiah menemaninya pergi ke kamar mandi dan membantu sang suami membersihkan tubuhnya.


Selesai mandi, Mutiah menemani suaminya makan. Saat makan inilah, Fatimah kembali dibuat kagum oleh Mutiah. Di samping suaminya yang sedang makan, Mutiah membawa sebuah cambuk. Ia lantas mengatakan pada suaminya untuk memakai cambuk tersebut untuk memukul tubuhnya jika saja masakan yang ia buat tidak disukai oleh suaminya. Mengetahui apa yang dilakukan Mutiah, Fatimah pun menangis haru sekaligus bahagia. Ia akhirnya bisa belajar banyak tentang sebagaimana mestinya menjadi seorang istri yang shalihah.


Pada diri Mutiah, Fatimah akhirnya tahu bahwa seorang istri shalihah dan taat serta selalu mengharap ridho suami adalah seorang wanita yang pantas memasuki pintu surga terlebih dahulu.


''para adik-adik santri yang Ustadzah sayangi, tentunya ada banyak hal yang bisa kita ambil dari kisah ini. Dan hal yang terpenting adalah bagaimana semestinya istri yang baik berlaku pada suaminya.


Jika memang kita para wanita menginginkan surga -NYA, sangat dianjurkan untuk kita semua agar menjadi istri yang taat dan selalu mengharap ridho suami dalam segala kebaikan. Semoga kisah ini bisa menginspirasi dan kita semua bisa mengambil hikmah yang ada di dalamnya."


Mendengar kisah itu membuat hati Irma jadi senang, karna ia mendapatkan ilmu, apalagi ia yang baru saja menikah, dan kemudian Irma pun mendekati Naisha seraya berkata,


"Terima kasih ya Nai, menceritakan kisah ini semoga bisa menjadi ilmu untuk ana,dan semoga ana bisa mengamalkannya untuk menjadi seperti beliau Ummu Muthia."ucap Irma .


"Aamiin, na'am Imah, kita sama-sama belajar seperti ummu Muthia"balas Naisha .


"Aamiin ya rabbal a'lamin"jawab Irma


"Alhamdulillah, program kita hari ini selesai. semoga Allah memberikan kita hidayah nya selalu dan masih di berikan Nikmat iman dan Islam, perbanyak bersyukur atas segala yang Allah berikan jangan pernah mengeluh atas ujian yang datang pada kita karna Allah rindu pada kita .rindu menangis dan meminta padanya karna Allah suka kepada hamba Nya yang meminta-minta kepada -Nya. in syaa Allah semuanya niat amal ya! " ucap Naisha kepada santri untuk menutup majlis.


"Aamiin ustadzah."jawab serentak seluruh Santriwati .


"In syaa Allah niat amal ustadzah"jawab kembali para santri.


"Sekian majlis kita hari ini apa yang kita dengar dapatkan kita sampaikan kepada seluruh ummat, demi kesempurnaan majlis kita tutup dengan kifaratul majlis." tutup Naisha


para santri pun berdo'a dan langsung pergi meninggalkan majlis, setelah kepergian santri Wati Naisha dan Irma bermaksud keluar dari aula dan ternyata di depan pintu tampak para suami yang sedaritadi menunggu dan tersenyum kepada mereka.


*******


Jangan lupa tinggalkan penyemangat untuk Author ya guys 🙏😉.


Juga bantu VOTE Novel ini ya, semoga novel ini juga terpilih menjadi novel terbaik Aamiin🙏😊


Jadi Mohon dukungan ya guys 🙏 SYUKRON 🙏😊