
〰〰▫❇🔹 MUTIARA HIKMAH 🔹❇〰〰
Untuk beberapa hati yang tiba-tiba dihadapkan pada kekecewaan yang mendalam, jangan bersedih ya, jangan galau, percayalah pada Allah, karena Ia tidak pernah ingkar janji.
Percayalah akan ada cerita yang terbaik, yang Allah tuliskan untukmu, karena tidak mungkin Allah menuliskan kisah yang salah kepadamu.
Dan tidak mungkin Allah menuliskan kisah yang tidak ada gunanya lewat jalan menyakitkan, pasti endingnya adalah kebaikan.
Intinya kita harus bersabar dan ikhlas, maka
in syaa Allah akan indah pada waktunya nanti.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
〰〰〰〰〰〰〰〰〰🔹〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Di sebuah Hotel..
Di Aulanya hotel terlihat begitu ramai, tampaknya sedang di adakan sebuah acara,
dan terlihat juga Azzam, Naisha dan Frans ikut hadir di acara tersebut.
"Maa syaa Allah, ramai banget ya mas, pesta pertunangan Irma?" kata Naisha setelah ia melihat sekelilingnya Aula hotel tersebut.
"Iya sepertinya calonnya bukan orang sembarangan Nai" bales Azzam yang ikut Melihat sekitar aula tersebut.
"Tapi ngomong-ngomong Irmanya mana ya kok nggak kelihatan?" tanya Naisha dengan mata mencari-cari sosok yang ia kenal.
"Itu di sana Nai, irmanya' kata Azzam sembari menunjuk seorang wanita bergaun putih dengan hijab berwarna senada dengan gaunnya.
"Yuk kita kesana mas, " ajak Naisha yang langsung merangkul tangannya Azzam, serta menariknya, membuat Azzam pasrah mengikuti istrinya itu, Namun langkahnya terhenti karena ia ingat Sahabatnya yang berada di belakang mereka.
"Ayo Frans kita berikan selamat dulu pada musuh bebuyutan Lo" Ajak Azzam pada Frans yang sejak tadi hanya diam saja.
"Lo duluan deh, gue mau ke toilet dulu" Dalih Frans, yang kemudian langsung melangkah menuju keluar Aula.
"Huh, Dasar tukang Beser!" gerutu Azzam yang kemudian ia pun langsung melangkah mengikuti ajakan istrinya untuk menghampiri Irma.
Sementara Frans yang telah selesai dengan hajatnya bermaksud hendak keluar dari toilet tiba-tiba mendengar pembicaraan seorang wanita dan seorang pria yang tak seberapa jauh dari pintu masuk toilet tersebut, ia akhirnya mengurungkan niatnya untuk keluar, karena ia menjadi penasaran setelah mendengar nama Irma di sebut-sebut oleh wanita tersebut.
"Mas Dev, kenapa kamu malah bertunangan dengan yang namanya Irma itu mas, Bukankah kamu mengatakan sangat mencintaiku?" tanya Wanita tersebut, pada pria yang di panggilnya Dev.
"Desiku sayang, Aku melakukan ini untuk kita juga, karena ayahku akan mewarisi hartanya padaku, apabila aku menikahi wanita itu, jadi aku minta kamu bersabarlah sedikit lagi ya sayang" bales pria yang di panggil Dev itu.
"Tapi Mas aku akan cemburu bila melihat kamu berdampingan dengan wanita itu mas" kata wanita yang bernama Desi itu,
"Sabarlah sayang, ini tidak akan berlangsung lama, karena setelah pertunangan dan hanya berjarak satu bulan aku akan menikahinya dan setelah aku mendapatkan harta yang di janjikan ayahku aku akan langsung menceraikannya, dan setelah itu aku akan langsung menikahi kamu " kata Dev, sembari ia menyatukan dahinya ke dahi perempuan itu, dan setelah ia ia langsung meraih bibirnya,
Setelah suara mereka tidak terdengar lagi, Frans, pun langsung melangkah keluar dari toilet, dan kembali ke tempat acara pertunangan Irma yang sedang berlangsung,
sesampainya di sana wajah Frans Kembali mengeras saat ia melihat Irma dengan seorang pria dengan senyum yang terlihat bangga dan senang.
"Woy!, seram amat Lo melihat calonnya si Irma" Seru Azzam sembari menepuk pundak Frans, yang membuat Frans yang sedang menatap laki-laki di sebelah Irma itu pun sangat kaget.
"Eh!, Lo zam!, bikin kaget gue aja sih!" bales Frans kesal, "Eh bini Lo mana?" tanyanya lagi karena ia melihat Azzam hanya sendirian.
"Bini gue lagi bersama Irma" jawab Azzam sembari menunjuk keberadaan Naisha.
"Tapi ngomong-ngomong, Lo kenapa lihat calonnya Irma seram begitu, udah kayak mau membunuhnya gitu?" tanya Azzam heran," Atau jangan-jangan Lo cemburu ya melihat Irma bersama laki-laki lain?" sambung Azzam lagi dengan tatapan intensnya.
"Apaan sih Lo, ngomong ngasal gitu!, gue tuh cuma kasihan ternyata calonnya itu adalah laki-laki brengsek Zam" bantah Frans
Azzam mengerenyit saat mendengar perkataan Frans "Laki-laki brengsek?, Lo tau dari mana dia seperti itu?" tanyanya menjadi penasaran.
"Tadi saat gue pergi ke toilet gue mendengar percakapan calonnya Irma bersama pacarnya di sana Zam, dan ternyata ia mau menikahi Irma karena Ayahnya telah berjanji akan memberikan harta waris padanya, dan katanya Irma akan diceraikan setelah ia mendapatkan warisan tersebut" Ujar Frans menceritakan apa yang telah Ia dengar saat di toilet tadi.
"Ooh" kata Azzam yang hanya ber,ooh saja.
Frans mengerutkan keningnya saat mendengar azan hanya ber Oh ria " Hanya Oh saja?," tanya Frans heran.
"Ya lalu mau apalagi?, itu kan bukan urusan gue!, tapi kalau lo memang merasa kasian atau menyukainya maka perjuangkanlah dia, agar dia tak jatuh, pada laki-laki brengsek itu Frans," tutur Azzam santai, namun perkataannya penuh makna, seperti dorongan untuk frans agar Ia memperjuangkan Irma, karena sebenarnya Azzam bisa menebak kalau temannya itu sudah suka pada Irma, pada saat Irma kembali dari hilangnya itu, tapi Frans selalu menutupinya, tapi sikapnya yang uring-uringan itu sudah menjadi jawaban buat Azzam kalau sahabat itu sebenarnya suka pada Irma.
"Eh, siapa juga yang bilang suka pada buldozer itu?, gue kan tadi cuma bilang, kalau gue tuh kasihan aja ma dia punya calon brengsek!," Dalih Frans, sembari ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, kelihatan sekali ia seperti menutupi perasaannya.
"Haiis, terserah Lo aja dah!, kalau begitu Lo cukup jadi penonton saja, dan melihat kehancuran musuh Lo dengan seksama oke!" kata Azzam yang terlihat sekali kalau dia sangat kesal dengan sikap Frans, yang nggak mau berterus terang padanya, padahal, waktu ia suka pada Naisha, ia selalu berterus terangnya, tapi kenapa sama Irma tidak?
"Eh, kenapa Lo kayak marah gitu sama gue?" tanya Frans heran.
"Ngapain juga gue marah ma Lo, rugi gue tau!, ya sudah ayo kita pulang, Lo siapkan mobil, gue mau panggil Naisha dulu!" kata Azzam yang langsung pergi menuju ketempat Naisha berada, tanpa menunggu balasan dari Frans.
"Eh, nggak marah kenapa mukanya jadi masem gitu?, haiis, Au akh, Bos mah bebaas, mau marah mau nggak mah ya bebas!" gumam Frans, sembari ia mau melangkah, namun tiba-tiba tatapannya malah mengarah ke Irma yang ternyata sedang melihat dia juga, hingga membuat langkahnya terhenti, karena ia melihat, ditatapan Irma seperti ada kesedihan di sana, membuat hati Frans terasa sakit melihatnya.
Tuk sesaat mereka saling bertatapan, dari jarak yang lumayan jauh, hingga tatapan itu terhenti karena tangan Irma di raih oleh laki-laki yang berdiri di sebelahnya, serta terlihat juga laki-laki itu memasukkan cincin kedalam jemari manis Irma, membuat hati Frans seperti terbakar di dalamnya, karena tak ingin berlama-lama melihat Irma bersama laki-laki itu, Frans pun memilih pergi meninggalkan acara pertunangan Irma dan langsung menuju ke tempat mobilnya terparkir.
"*Kenapa hati gue terasa sakit melihat itu?, apa yang terjadi pada diri gue sih,?" Batin_Frans.
***********
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😉
jangan lupa VOTE, LIKE DAN KOMENTAR OKE 🙏😉*.