
🌠⭐ MUTIARA ALFAQIROH ⭐🌠
"Ketika kamu ikhlas menerima semua kekecewaan hidup, makan Allah akan membayar tuntas kekecewaanmu dengan beribu-ribu kebaikan."
__🌠[ Ali bin Abi Thalib ]🌠__
♻♻♻♻♻♻♻♻♻♻💛♻♻♻♻♻♻♻♻♻♻
Azzam merasa lega karena pada akhirnya istrinya itu tak menyinggung soal perpisahan lagi padanya, lalu ia pun Kembali memeluk Naisha, dengan erat, seakan ia takut kehilangan lagi, dan ia juga menaruh wajahnya di dadanya bak seorang anak kecil yang sedang memeluk ibunya, Naisha yang di perlakukan seperti itu menjadi bingung.
"Mas kenapa?" tanyanya dengan lembut. sembari ia membelai rambut Azzam dengan lembut.
"Nai, Berjanjilah padaku, kamu tidak akan pernah melakukan hal seperti tadi ya, jangan pernah meninggalkanku Ok ?" kata Daffin dengan wajah yang masih ia benamkan di dada istrinya itu.
"Iya mas, in syaa Allah, tapi katakan pada Icha ada apa?" tanya Naisha yang masih penasaran akan perubahan suaminya yang biasa sedikit kasar dan juga pemarah kini berubah menjadi seorang anak yang manja.
"Kamu tahu Nai, gimana perasaanku saat kamu ninggalin aku tadi?" kata Azzam dan kali ini wajahnya saat ini sudah ia jajarkan kembali pada wajah Naisha, dengan tatapan mata sendunya.
"Aku bagaikan ke hilang Arah Nai aku mencari sampai ke rumah orang tuamu, dan setelah dari rumah orang tuamu pikiran kacau tidak menentu, sampai aku hampir menabrak bapak tua, Nai" kata Azzam menceritakan sewaktu ia mencari Naisha.
"Astaghfirullah, lalu gimana keadaan bapak itu mas?" tanya Naisha ikut merasa bersalah, karena ulahnya yang merajuk, mengakibatkan suaminya hampir nabrak orang.
" Alhamdulillah, bapak itu baik-baik saja kok Nai, kamu tahu nih bapak itulah ah yang memberikan petunjuk bahwa kamu mu ada di Rumah tahfidz ini, dan anehnya setelah dia memberikan petunjuknya, dia hilang begitu saja Nai, " Ujar Azzam yang kemudian ia menceritakan semuanya, bahkan tentang Nasehat-nasehat bapak itu, seluruhnya ia ceritakan, membuat Naisha takjub akan kejadian yang di alami suaminya.
"Maa syaa Allah, apakah yang mas temui tadi salah satu wali Allah?" tanya Naisha, membuat Azzam tak mengerti dengan apa yang di katakan oleh Naisah.
"Wali Allah?, maksudnya?" tanya Azzam penasaran.
Wali Allah SWT dalam Al Quran adalah, seseorang yang shalih yang di percaya Allah untuk menolong atau melindungi agama Allah mas dan wali Allah kerap identik dengan mereka yang memiliki karomah.
"Al Quran menjelaskan wali Allah adalah orang yang mendekat dan menolong agama Allah SWT, atau orang yang didekati atau orang yang ditolong Allah SWT,"
Karomah yang dimiliki para wali Allah SWT adalah anugerah dari Tuhan untuk hamba-Nya. Pada hakikatnya karomah para wali Allah SWT itu tidaklah dapat dipelajari. Karomah atau kelebihan para wali Allah sempat dijelaskan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.
"Karomah wali adalah sebuah pemberian dari Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya yang shalih tanpa ia bersusah payah darinya. Berbeda dengan seorang yang menggunakan ilmu hasil dari persekutuannya dengan syaitan, maka ia akan bersusah payah untuk melakukannya," Jelas Naisha
"Maa syaa Allah, seperti yang dikatakan bapak itu ketika beliau mengatakan mas, termasuk salah satu orang-orang pilihan Allah pada saat itu mas tidak begitu paham katanya tapi mendengar penjelasanmu mas paham, dan itu artinya bertemu dengan beliau salah-satunyakan Nai?, mas tidak menyangka Allah mempercayai mas, untuk memiliki kamu, dan Allah masih juga mengirimkan walinya untuk memberikan petunjuknya saat mas mencari kamu, Astaghfirullah, mas merinding Nai" Kata Azzam yang tiba-tiba ia merasakan bulu kuduknya berdiri, mengingat betapa besar-Nya keagungan Allah.
"Subhanallah Walhamdulillah Walaillahailallah Wallahu Akbar, Wallahu 'alam hanya Dialah yang tahu" kata Naisha yang ikut merinding dan ia langsung bertasbih.
"Subhanallah Walhamdulillah Walaillahailallah Wallahu Akbar" Azzam pun ikut bertasbih.
"Ya sudah mas, kamu terlihat lelah, sebaiknya sekarang mas tidurlah ini sudah malam sekali loh, bahkan sudah mendekati subuh, sekarang mas tidur ya " kata Naisha lembut..
" Tapi Nai, kita pulang saja yuk, mas tidak nyaman kalau tidak tidur di rumah sendiri" Kata Azzam.
"Tapi mas ini sudah malam sekali, dan lagian maskan sudah lelah habis mencari Icha tadi"
"Iss mas!, kita sedang berada di rumah thafidz, nanti di dengar Anak-anak lagi" kata Naisha.
"Nah, itu dia, makanya mas mengajak kamu pulang agar kita bisa leluasa mengarungi bahtera cinta sayang" kata Azzam yang mulai menyusupi wajahnya di leher Naisha dan bahkan ia memberikan tanda kepemilikannya disana membuat Naisha, lenguhan Naisha Akhirnya lolos.
"Uumh, Maas, nanti di dengar orang!" kata Naisha sembari mendorong pelan wajah Azzam,
"Makanya ayo kita pulang sekarang" kata Azzam yang sepertinya hasrat sudah muncul.
"Baiklah, kita pulang" kata Naisha yang akhirnya mengikuti keinginan suaminya.
"Alhamdulillah, ya sudah ayoo" kata Azzam yang langsung bangkit dari ranjangnya dan dengan cepat ia memakai bajunya yang tadi karena, di situ belum ada satupun.
"Iya loh mas" kata Naisha yang akhirnya ia ikut bangkit dari ranjangnya.
dan setelah berpakaian masing-masing Akhirnya Azzam langsung menggandeng Istrinya menuju ketempat mobil Azzam terparkir, dan setelah berpamitan pada mang Diran, Azzam pun mulai melajukan mobilnya agak sedikit cepat karena memang kebetulan jalan raya sangat lengang. hingga mobil Azzam namina saha leluasa mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang lumayan tinggi.
Hingga akhirnya Mobil Azzam kini memasuki gerbang Mansionnya, setelah mobil terparkir, dengan sempurna, Azzam pun langsung turun dan di ikuti oleh Naisah. dan mereka langsung masuk ke rumah mereka dan tidak ingin basa-basi Azzam langsung membawa istrinya ke kamar mereka.
Sesampainya di kamar, langsung mengajak istrinya berwudhu karena ternyata sudah memasuki waktu Subuh, setelah itu mereka pun sholat berjamaah.
Dan setelah selesai Azzam, tanpa memberi aba-aba Naisha yang sedang membenahi bekas Mereka sholat, tiba-tiba ia terpekik karena tubuhnya melayang akibat Azzam menggedongnya.
"Aakh, Astaghfirullah!, Mas!" pekiknya.
"Maaf sayang," bales Azzam yang langsung membawa Naisah ke Ranjang mereka dan kemudian ia pun meletakan Naisha di sana. dan kemudian ia pun langsung membaringkan tubuhnya di samping Naisha.
"Nai?"
"Hmm?"
"Apakah sekarang sudah boleh?" dan di Bales Naisha dengan Anggukan. Wajah Azzam yang nampak lelah itu pun tersenyum pada Naisha lalu ia memulai membacakan Doa bersihgama.
setelah selesai.
"Assalamu'alaikum istriku?,
"Wa'alaikumus salam yaa Habib" Azzam sangat senang mendengarnya, dan ia pun mulai melakukan ritual pertamanya yaitu mengecup lembut pada Dahi Istrinya, lama ia berdiam di sana hingga membuat Naisha heran kenapa kecupannya tidak pindah-pindah, lama Naisah menunggu kelanjutan ritualnya, Namun tak kunjung tiba, hingga akhirnya, suara dengkuran orang yang sangat lelah terdengar..
"Astaghfirullah, hihihi, Mas, Azzam lucu sekali sih, ternyata kekuatan bercinta terkalahkan oleh kantuk, hihihi " Gumam Naisha, sembari terkekeh kecil, karena merasa lucu melihat suaminya yang tadi Begitu antusias, kini, terhanyut dalam tidurnya.
*********
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😊