
⚛⚛⚛🏵️ MUTIARA HIKMAH 🏵⚛⚛⚛
"SABAR" merupakan sesuatu yang sangat sulit untuk dilakukan bagi sebagian orang. Tetapi jika dilakukan dapat membawa ketenangan hati dan pikiran. Sebenarnya Sabar tidak ada batasnya, tapi manusialah yang membuat batasan-batasan tersebut. Terkadang DIAM adalah tindakan terbaik yang di lakukan saat kita butuh bersabar."
__Quotes of the day__
[[[[[[[🏵]]][[[[[🏵]]]]]]]]{{🏵}}[[[[[[[[🏵]]]]][[[🏵]]]]]]]]
Melihat Irma yang nampak sedih Naisha terus mengejar sahabatnya itu dan ia juga memanggil-manggil nama Irma.
"Imaah, tunggu !" Jerit Naisha memanggil Irma, semester Irma masih terus berjalan setengah lari sambil menangis, dan karena memang tubuh Naisha lebih ringan ia pun akhirnya bisa mengejar Irma yang bertubuh besar.
"Imah, dengar ana dulu " kata Naisha yang sudah menggapai tangan Irma.
"Lepaskan ana Nai, hiks.. ana mau pergi aja hiks.."ucapnya sedih lalu dengan spontan melepaskan tangan naisha yang sudah menggapai tangan nya dan lanjut berjalan meninggalkan Naisha yang baru saja di hampaskan tangan nya.
seketika Naisha diam karna rasa terkejut nya terhadap Irma yang melepaskan pegangan tangan nya yang baru di gapainya .tapi tindak kan Irma tidak di hiraukannya karna yang dia butuh kan adalah menenangkan Irma dari masalah nya karna frans.
lanjut dia mengejar Irma yang baru saja meninggalkan nya sambil memanggil-manggil nama Irma dia terus mengejar namun Irma tak menghiraukan nya .dia tak putus asa mengejar Irma walau terkadang harus berhenti mengejar karna lelah. sampai akhirnya Irma terhenti dari langkah nya untuk pergi menjauh dari Naisha karna lelah atau mungkin karena Sahabatnya yang terus mengejar nya tanpa rasa lelah.
"Sudahlah Nai, hentikan!!.untuk apa anti kejar
ana untuk tenangi ana agar ana tidak terlalu
bersalah karena sudah berbuat seperti itu
pada akhy Franskan?."kesal nya pada Naisha.
" Irma tenang lah dulu, itu adalah hal yang tak
disengaja. anti gak salah...anti..."
"apa yang gak salah Nai?, anti dengar dan lihat
sendiri semua kejadiannya. ana udah salah
terhadap akhy Frans, pantas akhy Frans seperti
itu dengan ana, jadi untuk apa ana sedih kalau
itu kesalahan ana, lebih baik anti balik kesana
dari pada ngurusi ana yang gak jelas ini.
hiks...pergi lah."jelas Irma yang memotong perkataan Naisha lalu setengah duduk melipat tangan nya di atas lututnya dengan menangis.
" nggak Irma anti gak salah itu kejadian yang tak disengaja.mungkin juga itu udah ketentuan Allah kenapa itu terjadi oleh dirinya jadi kita juga gak bisa salahkan siapa-siapa, juga jangan salah kan diri sendiri, sudah Irma jangan menangis lagian anti juga udah minta maaf jugakan? "jawab Naisha kepada Irma dengan duduk setengah duduk di samping Irma .
dengan merangkul kan tangannya di bahu Irma dia berkata,"Irma anti gak salah, anti juga nggak sengaja ngelakuin itu lagian itukan kalian awalnya debat. tanpa sadar kakinya sudah seperti itu terjepit saat dia teriak dia baru tersadar dengan kejadiannya yang menimpa nya jadi kenapa anti harus merasa bersalah sekali dengan kejadian itu, lagian waktu sebelum kita kerumah sakit dan waktu kejadian anti juga minta maaf dengan bang Frans . tenanglah Irma seseorang jika dipenuhi rasa amarah dalam jiwa maka semua akan hancur, mungkin saat ini dia sedang marah dengan anti mungkin saat merada nanti dia akan memaaf kan anti sudah lah ayo kita kembali." jelas nya menenangkan Irma yang merasa bersalah.
"Tapi tadi Naisha, anti juga dengar dia marah
hingga membentak ana dengan keras, ana
merasa bersalah sekali karna sudah membuat
bahwa kemungkinan untuk sembuh juga
tergantung dengan pasien. kalau dia seperti itu
setiap melihat ku kesal, akan membuat kondisi
semakin memburuk. akhy Frans benar dengan
tindakan nya terhadap ana mengusir ana
disana agar dia tenang, Maaf Nai, sebaiknya ana pergi untuk menenangkan diri."ucap Irma sembari ia beranjak berdiri lalu melihat Naisha yang masih jongkok, Naisha juga menatap Irma yang berdiri, menghapus air matanya dan langsung pergi meninggalkan Naisha.
mendengar perkataan Irma membuat Naisha bingung dengan semuanya, satu sisi irma merasa bersalah dan menganggap benar tindakan Frans yang kasar, satu sisi ada Frans yang mengasihi kondisinya namun menganggap Irma yang benar-benar salah hingga tindakanya terhadap Irma menggeramkan .
"Harus apakah diriku ini?, tindakan apa yang harus ku lakukan?," gumamnya dalam hati melihat Irma yang berjalan meninggalkan Naisha .
"Maaf kan ana Irma "gumam nya dan ia langsung pergi kembali menuju ruangan
tempat Frans .
kembalinya ia kesana Azzam memanggil nya dari kejauhan, "Nai,bagaimana dengan Irma?" tanya Azzam kepada Naisha .
" huu...nggak faham Icha mas , pusing icha mah mas!."jawab Naisha sembari duduk di kursi koridor rumah sakit.
"pusing kayak mana sih Nai?, kayak beginian aja udah pusing pisan atuh !" ejek Azzam kepada Naisha yang serius dari perkataannya. dengan spontan menepuk keningnya lalu melempar senyuman pada Naisha.
mendengar perkataan Azzam membuat Naisha kesal ditambah senyum nya super geramin ,
"haa...apaan sih mas, Icha benaran pusing tau!" kesalnya pada Azzam,
Melihat istrinya yang sedang merajuk Azzam pun langsung duduk di sebelah Naisha
"Sayang, kenapa harus kamu yang menanggung pertengkaran mereka?, mas rasa.."
"Mas, tidak begitu mengenal Irma, " kata Naisha memotong perkataan Azzam. " Mas, sejak orang tuanya berpisah, Irma menjadi berbeda dulu dia tak sebesar itu, dulu dia cantik mas, tapi karena kekesalannya pada keluarganya ia hanya melampiaskannya lewat makanan, dan ia juga tak mau bicara pada siapapun, hanya Icha yang selalu menjadi temannya, nah Icha takut ia akan melakukan itu lagi mas" Lanjut Naisha yang saat ini nampak sedih, karena ia begitu khawatir pada sahabatnya itu
Melihat ke khawatiran Naisha pada tamannya itu Azzam pun merangkul bahu istrinya lalu ia menariknya ke dalam pelukannya.
"Nai, Serahkanlah semuanya pada Allah, karena itu sudah menjadi ketentuan-Nya, kita cukup mendoakan yang terbaik untuknya Nai, semoga ada hikmah dalam kejadian ini, Ok Nai?" katanya sembari ia mengecup puncak kepala Naisha.
Mendengar perkataan Azzam Naisha kini sudah sedikit tenang " Iya mas, in syaa Allah" katanya yang masih di dalam pelukan suaminya.
Melihat istrinya sudah lebih tenang Azzam pun melepaskan pelukannya. "Ya sudah sekarang kita pulang yuk, kamu terlihat lelah Nai" Ajaknya sembari ia bangkit sambil menarik tangan Naisha.
"Tapi bagaimana dengan bang Frans mas?" Tanya Naisha yang tampak bingung.
"Tinggalkan saja dia, biar dia bisa merenungkan kesalahannya!" kata Azzam sembari ia mulai melangkah Sambil menggandeng tangan Istrinya, menuju arah pintu keluar rumah sakit dan kemudian mereka berjalan ketempat di mana mobil Azzam terparkir, sesampainya di sana mereka sama-sama memasuki mobilnya dan tak lama kemudian mobil pun mulai melaju meninggalkan Area rumah sakit.
******
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏.