SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI

SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI
IRMA NAN CANTIK TELAH KEMBALI.


βš›βš›βš›βš›πŸ΅ MUTIARA HIKMAH πŸ΅βš›βš›βš›βš›


"Sabar Itu Ilmu Tingkat Tinggi..


"Belajarnya Setiap Hari..


"Latihannya Setiap Sa'at..


"Ujiannya Mendadak..


"Sekolahnya Seumur Hidup..


"Maka Jadikanlah Sabar Dan Sholat Sebagai Penolongmu.


"Dan Sesungguhnya Yang Demikian Itu Sungguh Berat Kecuali Bagi OrangΒ² Yang Khusu' .


__[ QS : Al -Baqarah Ayat :45 ]__


$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$


Naisha masih terkesima melihat seseorang yang baru saja muncul dari pintu kamarnya yang masih dalam kondisi ternganga tanpa mengedipkan mata melihatnya, seorang yang berpenampilan anggun menawan mengenakan fashion full color pink dengan tubuh yang ramping .


"kuy... nganga aja tuh mulut ntar ke masukan lalat loh." kejut wanita itu kepada Naisha .


spontan Naisha tersadar dari kagumnya


" Irma, ? " gumamnya dengan nada terharu dan mata yang berbinar.


" hai...!" ucap wanita yang ternyata ia adalah Irma yang sembari ia berjalan menghampiri Naisha, yang masih terpaku di ranjangnya.


Merasa tidak percaya dengan apa yang ia lihat, Naisha mencubit kedua pipinya agar merasa bahwa ini bukan mimpi " Aww!!... sakit banget huuh...ternyata ini bukan mimpi" Gerutu Naisha sembari mengusap pipinya yang masih terasa sakit " Anti beneran Irma ?!" tanyanya lagi pada Irma yang masih tersenyum-senyum Melihat tingkah lucu Sahabatnya itu.


"iyalah ana Irma, soalnya tadi ada yang kepengen mpek-mpek kapal selam jadinya ana datang. tapi siapa ya?, yang kepengen mpek-mpek kapal selamnya, ya?" tanya Irma dengan mata memutar keatas, "Tapi ana sedih kayaknya dia rindu hanya pada mpek-mpek, bukan rindu sama ana ." lanjut Irma lagi dengan mimik wajah di buat sedih.


" heuuum...iya sih ana lagi kepingin mpek-mpek kapal selam, tapi siapa bilang ana hanya rindu mpek-mpeknya saja? Ana tuh kangen banget tau sama Anti " Ujar Naisha sembari ia merentangkan tangannya agar Sahabatnya itu mau memeluknya.


"Benarkah itu, hum, Ana juga kangen sama anti" bales Irma yang langsung menyambut rentangan tangan Naisah dan akhirnya mereka saling berpelukan melepaskan rindunya masing-masing.


"Oh iya, tapi ngomong-ngomong anti kok bisa tahu ana kepingin mpek-mpek sih?" tanya Naisha setelah melepaskan pelukannya.


" Ya tahulah, secara antikan sahabat terbaik ana dan lagian ana juga rindu anti Nai, makanya ana datang bawain mpek-mpek kapal selam deh sebagai oleh-oleh buat anti yang secara antikan paling sukakan sama tuh mpek-mpek" tutur Irma sembari ia mengeluarkan sesuatu dari kantongan plastik yang di dalamnya terdapat sebuah kotak makanan.


"Ini untuk anakan,?" kata Naisha yang langsung merampas kantongan plastik berisikan mpek-mpek tersebut.


Irman tersentak kaget saat Naisha merampas kantongan plastik yang tadi ia pegang.


"Haii, main rampas aja sih non?" protes Irma kaget.


"Yee kan Lo Bawak ini untuk anakan,?, ya sudah seharusnya dong ini berpindah tangan ke gue" bales Naisha yang tak mau di salahkan


" Ck, iya sih, tapi apa nggak bisa basa-basi dulu kek?!"


"Ah, kelamaan pake basa-basi segala, udah keburu kemecer tau kepinginnya!" jawab Naisha apa adanya, dan ia langsung membuka kotak berisi mpek-mpek itu, dengan mata yang sudah sangat berbinar Melihatnya, setelah ia menuang bumbunya, tanpa basa-basi pada Irma ia lantas melahap mpek-mpek tersebut dengan semangat, membuat Irma terpelongo Melihat Naisha yang tak biasa baginya.


"Maa syaa Allah, Anti emang lagi kepingin atau emang lagi lapar?, segitu amat makannya tanpa nawarin ana bagai?" protes Irma lagi sembari ia menggelengkan kepalanya melihat Naisha yang makan begitu lahap sekali.


"Kalau nawarin Anti nggk bakalan cukup buat ana tahu" kata Naisha yang mulutnya sedang di penuhi oleh mpek-mpeknya.


"Hehehe, soalnya enak mah" kata Naisha Sambil Cengengesan dengan mulut yang masih penuh, Irma hanya menggelengkan kepalanya saja, dan tak ingin membalas perkataan Naisha, karena ia ingin membiarkan Naisha menghabiskan dahulu makanannya agar ia tidak tersedak.


Irma hanya diam tersenyum memandangi Naisha makan yang sangat lahap, ia jadi teringat dengan masa-masa saat mereka bersama.


Naisha telah menyelesaikan makannya dan ia langsung menatap Irma dengan tatapan seribu pertanyaan yang ingin ia ketahui, dan setelah ia menyelesaikan minumnya juga tak menunggu lama " Mah, gimana caranya Anti, bisa langsung kempes begini? dan anti kemana saja selama ini tanpa kabar? " tanyanya sembari ia menaruh gelas ke atas nakas yang ada di samping ranjangnya.


"Kempes?, emang ana balon apa!" protes Irma kesal, "Ana tuh selama ini pergi ke kota p Nai, ketempat orang tua umi ana, ya kenapa ana jadi seperti ini mungkin ana terlalu capek kali, secara di sana ana harus membantu andung ana berladang, dan banyak banget kegiatan di sana, Nai, tapi ana sangat menikmatinya, sekaligus melupakan peristiwa itu Nai" tutur Irma menceritakan saat-saat ia menghilang dulu.


"Oh, tapi maa syaa Allah banget loh mah, hikmah di balik peristiwa itu, karena anti yang dulu telah kembali," kata Naisha penuh rasa syukur.


Irma bingung akan perkataan Naisha


" Maksudnya ana yang dulu apa Nai?" tanyanya penasaran.


"Ya, Irma nan cantik telah kembali, selamat datang sayang" kata Naisha yang langsung memeluk Irma Sahabatnya itu dengan penuh kerinduan.


"Syukron Nai, cuma anti sahabat ana, yang selalu menerima ana apa adanya" bales Irma dalam pelukan Sahabatnya itu.


"Sama-sama Imah, kita akan selalu menjadi sahabat hingga akhirat ya " kata Naisha juga yang nampak bahagia akan kembalinya Sahabatnya itu.


"Aamiin, in syaa Allah Nai," ucapnya sambil ia melihat Jam di tangannya. "Eh dah sore nih Nai, ana pulang ya," Lanjut Sambil ia bangkit dari ranjangnya Naisha.


"Eh, kok cepat banget sih mah?," protes Naisha.


"Sudah sore Nai, besok ana datang lagi deh, hari ini Abi ana minta ana datang kerumahnya jadi ana harus kesana Nai" Ujar Irma memberi Alasan.


"Oh, ya sudah deh, tapi anti janji ya akan datang besok"


"Iya loh non, ana janji ya udah ayo antar ana kedepan" bales Irma sembari menarik tangan Naisha, dan Naisha pun mengikuti Sahabatnya itu, namun sebelumnya ia memakai cadarnya dulu lalu mereka pun langsung melangkah menuju pintu rumah Thafidz tersebut.


Dan Di saat mereka keluar dari Rumah tahfidz, ternyata Azzam dan Frans baru turun dari mobilnya, membuat Irma sedikit tersentak saat melihat ada Frans di sana juga, sedangkan Azzam dan Frans secara bersamaan melihat Irma sedikit kaget.


"Loh, bukankah ini Irma?" tanya Azzam heran.


"Eh, bang Azam, i.iya a.ana Irma" jawab Irma dengan gugup karena ia mendapatkan tatapan mata yang tajam dari Frans, yang sebenarnya ia sedang terkesima oleh kecantikan Irma.


Saking gugupnya Irma ia pun tak mau membuang waktu lama ia langsung pamit.


"Kalau begitu Ana langsung pamit saja ya bang Nak, Assalamu'alaikum " Pamit Irma dan ia langsung melangkah menuju mobilnya tanpa menunggu jawaban salamnya dari mereka.


Sementara Frans hanya memperhatikan Kepergian Irma dengan tatapan yang tak bisa di artikan.


******


Hayokan Bang Frans, pasti menyesal telah menghina Irma😏


Terus dukung Author terus ya guys πŸ™πŸ˜‰


jangan lupa tinggalkan jejaknya Ok.


VOTE, LIKE DAN KOMENTAR


SELALU AUTHOR TUNGGU JADI JANGAN LUPA YA GUYS πŸ˜‰πŸ™ SYUKRON πŸ™πŸ˜Š