SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI

SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI
WANITA SHOLEHAH.


┈••✾•◆❀💗 Kalam Hadits.💗 ❀◆•✾••┈


Rasulullah ﷺ bersabda:


"Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri yang sholehah”


___( HR. Muslim)___


•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀💗❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•


Mendengar perkataan Azkha, yang terdengar tegas membuat Azzam tersentak kaget. Karena dia tahu bagaimana sifat Azkha, membuat ia sedikit cemas. Sedangkan Zumiran mendengar itu, ia langsung tersenyum seringai, nampak sekali ia puas. Namun ia masih belum puas, sehingga ia ingin memastikannnya kembali.


"Besok? Apakah Lo yakin, dengan perkataan Lo, anak muda?" tanya Zumiran Ingin kepastian dari Azkha.


"Iya yakin! Kenapa, apa jangan-jangan Lo ingin merubah pikiran Lo hah?! Dan gue pastikan sekali lagi sama Lo! Kalau besok gue akan ijab anak Lo! Apakah sekarang Lo sudah puas hah?!" Kalau sudah puas mendingan Lo cepat pergi sekarang! Karena gua udah muak lihat muka Lo itu!" hardik Azkha, yang lagi-lagi ia tidak menyadari dengan apa yang dia katakan.


"Hehehe, lo benar sekali anak muda, gue memang puas mendengar perkataan lo!" balas Zumiran sambil terkekeh, dengan wajah terlihat penuh dengan kemenangan.


"Oke kalau begitu, sesuai keinginan Lo Anak muda, gue akan pergi! Tapi sebelum gue pergi Gue ingin mengingatkan Lo! Kalau seorang laki-laki hebat itu, yang di percaya adalah ucapannya! Jadi gue harap Lo jangan kabur besok ya?" kata Zumiran lagi. Membuat Azkha kaget mendengarnya. Dan bahkan ia seperti tersindir oleh perkataannya. Mengingat ia pernah melakukan hal tersebut, saat ia hendak menikahi Naisha.


Melihat perubahan wajah Azkha, Zumiran menjadi heran. "Kenapa Lo kaget begitu Anak muda? Apakah Lo pernah melakukan itu hah? Jadi Anda langsung ter..." tanya Zumiran penasaran. Namun langsung di potong oleh Azzam. Karena ia tak ingin mengingatkan kejadian masalalu dia dan Azkha.


"Sepertinya itu bukan urusan Anda! Dan sebaiknya Anda segera pergi dari sini! Dan ini cek seratus juta Anda. Sekarang pergilah dari sini! Sebelum Sersan Ridho datang dan menangkap Anda!" potongnya sembari ia menyerahkan sebuah kertas kecil, pada Zumiran, yang terlihat ia begitu senang saat menerima cek dari Azzam.


"Baiklah, sesuai dengan keinginan Anda pak Ustadz. Kalau begitu saya langsung permisi saja," pamit Zumiran sembari ia ingin berjabatan tangan pada Azzam dan Azkha namun keduanya tak mau meresponnya.


"Cih! Sombong sekali kalian!" katanya sembari ia membalikkan badannya, lalu ia pun berlalu, meninggalkan Azzam dan Azkha, yang masih terpancar kekesalan di wajah keduanya.


Azzam, langsung bernafas lega setelah, Zumiran tak terlihat lagi. "Huuft..! Ya sudah ayo kita pergi dari sini!" ajaknya sambil ia mulai melangkahkan kakinya.


"Eh! Mau kemana Bang?" tanya Azkha sambil mengikuti langkah Azzam dari belakangnya.


"Ya mau mempersiapkan pernikahan kamulah! Emang mau ngapain lagi hm? Lagian bukankah kamu bilang akan dilakukannya besokkan? Jadi untuk itu kita harus secepatnya mempersiapkan acara pernikahan Lo dari sekarang! Karena waktu kita sudah mepet, jadi jangan buang waktu lagi!" ujar Azzam, terdengar tegas, walaupun dalam berjalan yang menuju ke ruangannya Zahra.


"Emang iya! Dan ingat gue tadi sudah mengeluarkan seratus juta, karena gue lihat tadi Lo begitu yakin dengan perkataan Lo! Jadi sekarang jangan berdalih lagi, paham!" tegas Azzam, membuat Azkha menjadi bingung.


"Tapi Bang Lo kan tahu kalau gue melakukan itu, hanya supaya orang tua brengsek itu, tidak menjual anaknya sama kambing bandot, tua jelek itu! Intinya gue hanya sekedar membantu dia saja bang! Jadi bukan benar-benar ingin menikahinya Bang," jelas Azkha.


"Ooh, begitu? Hmm jadi benaran nih Lo nggak mau menikahi dia hah?" tanya Azzam menatap tajam adiknya itu.


"Ya nggak maulah Bang! lagian Lokan tahu gue belum mengenalnya! Dan gue nggak mau menikah tanpa adanya cinta! Yang artinya gue nggak mau menikahi wanita yang tidak gue kenalin titik!" tegas Azkha


"Ooh oke! Gue hargai keputusan Lo! Dan gue juga baru ingat kalau Nicko, meminta gue mencarikan calon istri yang shalihah untuknya, dan kebetulan bangetkan? Zahra juga wanita shalihah, bahkan ia murid bini gue, jadi sudah pasti dia seperti bini gue. Baiklah gue akan menghubungi Nicko kalau begitu. Thanks ya sudah mengurangi tugas gue," kata Azzam yang kemudian ia berlalu meninggalkan Azkha yang terlihat seperti sedang mencerna perkataan Abangnya. Dan entah kenapa hati sedikit sakit.


"Oh iya, gue lupa! Karena tadi gue sudah mengeluarkan seratus juta akibat perkataan Lo, maka itu gue jadikan hutang Lo sama gue! Jadi ingat untuk membayarnya dengan cepat yaa!" kata Azzam lagi, sebelum ia benar-benar menjauh.


"Apa kenapa jadi gue yang bayar? Lo gila ya Bang?" teriaknya Azkha, yang kemudian ia mengejar Azzam. "Bang tadikan gue nggak nyuruh Lo bayar sama orang tua Zahra! Kenapa gue yang jadi disalahkan?" tanya Azkha saat ia sudah mendekati.


"Iya itu karena gue sempat senang, saat Lo mengatakan akan menikahi Zahra. Jadi berapa pun yang diminta oleh orang tuanya, gue nggak akan merasa rugi. Karena yang akan di nikahi Adikku adalah wanita yang shalihah. Asal kamu tahu dek, wanita shalihah itu adalah perhiasan yang paling berharga dimuka bumi ini. Jadi untuk itu gue nggak masalah harus mengeluarkan duit Lima ratus juta itu, tapi karena kamu tidak mau, ya sudah Lo harus bayar, yang itu, sisanya nanti tinggal gue minta sama Nicko. Lo paham sekarang!" pungkas Azzam, lalu ia kembali melanjutkan langkahnya.


Sebelum menjauh Azzam sengaja bergumam berharap, agar adiknya mendengarnya dan bisa mengambil keputusan yang benar. "Ah, sebaiknya gue secepatnya menghubungi Nicko, pasti dia akan senang kalau gue beritahu ada calan istri Sholehah" gumamnya terdengar sedikit keras. sambil ia berpura-pura mengambil benda pipihnya.


Dan benar saja Azkha memang mendengarnya. Seketika jantungnya berdetak kencang, bahkan hatinya seperti tak rela saat Azzam sedang menghubungi sahabatnya.


"Jangan Bang! Jangan hubungi dia Bang!"


┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰


Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.


dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.


"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊🙏