
"Bagaimana mentri Long apakah kau telah mengingat sesuatu setelah melihat mereka semua" ucap seorang wanita yang menggunakan penutup wajah dengan nada suara yang dipenuhi amarah.
"Aku tak mengerti apa yang kau katakan selain itu aku juga tak punya kewajiban untuk menjawab pertanyaan mu itu" ucap mentri Long dengan santainya meski jauh di dalam lubuk hatinya dia mulai merasa khawatir.
Mendengar apa yang dikatakan mentri Long tersebut wanita itu pun tertawa "Baiklah jika begitu sekarang lihat lah wajah ini" ucap Caca Hong sembari membuka penutup kepalanya.
"Bagaimana bisa itu kau, bukankah seharusnya kau telah mati" ucap Sa Long dengan penuh amarah ketika melihat Caca Hong dalam keadaan baik-baik saja.
Mentri Long pun terlihat sangat marah karena dia tak menyangka jika orang yang ingin disingkirkannya dengan mengeluarkan koin emas yang sangat banyak malah tak terluka sedikit pun.
Melihat wanita yang ada dihadapannya itu baik-baik saja mentri Long pun menatap para pembunuh bayaran itu dengan penuh amarah "Apakah kalian ingin mencoba bermain-main dengan ku, kenapa wanita itu masih hidup bahkan dia tak terluka sedikit pun" ucap mentri Long dengan penuh amarah dan suara yang keras.
"Mana mungkin kami akan bermain-main dengan pekerjaan yang telah diberikan kepada kami, asal kau tau saja gara-gara pekerjaan yang kau berikan itu banyak anak buah ku yang telah kehilangan nyawanya" ucap ketua pembunuh bayaran tersebut dengan kesal karena disalahkan oleh mentri Long.
Melihat keributan yang terjadi Caca Hong pun tertawa "Mentri Long, sebenarnya mereka telah berhasil melaksanakan apa yang kau minta namun karena dewa kematian masih belum menginginkan aku mati aku pun selamat dari pembunuhan yang mereka lakukan meskipun dengan keadaan yang sangat mengenaskan, untunglah aku beruntung karena bertemu dengan orang yang begitu kuat juga hebat dalam hal pengobatan sehingga kau bisa melihat kondisi ku saat ini bahkan jauh lebih baik dari pada sebelumnya" ucap Caca Hong sembari menahan amarahnya.
"Karena aku masih hidup dan berdiri dihadapan kalian semua, sudah saatnya kita membicarakan hukuman apa yang pantas untuk kalian yang telah berani melukai aku" ucap Caca Hong dengan mengeluarkan aura kebencian yang pekat.
Mendengar apa yang dikatakan wanita itu mentri Long pun mengernyitkan alisnya "Hei wanita sialan, kau itu bukan siapa-siapa disini jadi jangan membicarakan hukuman untukku, apa kau tak tau siapa aku dengan kekuatan yang aku miliki aku lah yang akan memberikan hukuman mati padamu karena telah berani menculik seorang mentri dari kekaisaran Long" ucap mentri Long tersebut dengan sombongnya.
"Hahahaha, tentu saja aku tau siapa kau, bukankah dari tadi aku memanggil mu dengan namamu mentri Long namun sayang kekuatan yang kau banggakan itu tidak akan berpengaruh padaku" ucap Caca Hong sembari tersenyum sinis.
"Seharusnya kau mencari tau lebih dahulu siapa orang yang akan kau jadikan lawan mu" ucap kembali Caca Hong sembari duduk di tempat yang baru saja disediakan oleh penjaga penjara kekaisaran itu.
Sa Long sangat marah dia sangat ingin sekali mencekik leher orang yang kini berada di depannya itu "Hei wanita murahan, berani sekali kau berkata seperti itu seharusnya kau itu sadar jika wanita murahan seperti mu itu lebih baik mati saja bukannya malah mengganggu aku dan juga keluarga ku" ucap Sa Long dengan suara yang keras sembari menunjuk-nunjuk ke arah Caca Hong.
"Turunkan tangan kotor mu itu berani-beraninya kau menunjuk putri dengan tangan itu" ucap pengawal itu dengan penuh amarah.
"Aku rasa sudah saatnya aku memberi tahukan identitas asli ku pada kalian, nama asli ku adalah Caca Hong dan aku rasa kalian telah tau siapa aku setelah mendengar nama belakang ku" ucap Caca Hong kembali dengan wajah begitu sinis.
Mendengar kata-kata itu semua orang yang ada disana baik itu mentri Long, Sa Long atau pun parah pembunuh bayaran itu wajah mereka menjadi sangat pucat.
Jika mereka mengganggu seorang putri dari sebuah kekaisaran akan mendapat hukuman yang mengerikan ditambah lagi mereka telah melakukan perbuatan yang hampir membuat nyawa seorang putri melayang yang sialnya lagi orang yang ada dihadapan mereka ini adalah orang yang hampir saja mereka bunuh dan ternyata merupakan seorang putri bahkan dari kekaisaran barat yaitu kekaisaran terkuat di benua tengah itu.
"Tidak, itu tidak mungkin, ayah pasti wanita murahan itu berbohong agar kita semua takut padanya" ucap Sa Long dengan suara gelisah.
Berbeda dengan Sa Long, mentri Long kini mulai merasa cemas karena dia sangat yakin jika apa yang dikatakan wanita yang kini ada dihadapannya itu benar karena jika wanita itu berbohong tidak mungkin ada para penjaga penjara istana ditempat itu ditambah lagi mentri Long sangat mengetahui dimana dia berada saat ini.
"Putri, tolong maafkan kami, kami hanya menjalankan perintah saja jika kami tau orang yang akan kami bunuh adalah putri dari salah satu kekaisaran sudah pasti kami akan menolaknya putri, kami mohon putri tolong ampuni kami" ucap para pembunuh bayaran tersebut sembari bersujud kepada Caca Hong.
Para pembunuh bayaran tersebut merasa sangat menyesal, mereka tau karena tindakan yang pernah mereka lakukan itu akan membuat nyawa mereka melayang namun mereka tetap memohon pengampunan, sebenarnya pengampunan yang mereka minta itu bukanlah untuk diri mereka sendiri tetapi untuk keluarga mereka yang ada dirumah.
"Hei pembunuh bayaran, apakah kalian begitu bodoh hingga kalian percaya dengan apa yang dia katakan, wanita murahan itu hanya mencoba menakut-nakuti kita saja" ucap Sa Long yang sangat kesal karena melihat wanita yang ada didepannya itu.
Mentri Long menjadi marah hingga tanpa sadar dia menampar pipi anak kesayangannya itu dengan sangat kuat "Diam, dasar anak bodoh apakah kau masih tak menyadari situasi saat ini hah" ucap mentri Long dengan muka memerah karena amarah yang semakin memuncak.
"Lihatlah disekeliling mu, lihat juga para penjaga itu, apakah kau tak melihat jika simbol kekaisaran ini ada di baju yang mereka kenakan" sambung mentri Long lagi masih dengan amarahnya.
Mendengar apa yang dikatakan ayahandanya Sa Long pun mulai melihat sekelilingnya dan memperhatikan dengan sesama baju yang dikenakan para penjaga penjara itu, setelah melihat beberapa saat dia pun sangat terkejut hingga tanpa sadar terjatuh kelantai.
"Ayahanda bagaimana ini, bagaimana bisa kita telah menyinggung putri dari kekaisaran ini" ucap Sa Long dengan wajah yang sangat pucat dan juga takut.