
"Ingatlah baik-baik jika nanti ada hal buruk yang menimpa kita hingga membuat kita semua terpisah kalian cukup memikirkan keselamatan diri kalian sendiri, fokuslah untuk bertahan hidup dan ingatlah tempat ini karena tempat hanya kita saja yang mengetahuinya selain itu tempat ini jugalah yang nantinya akan menjadi tempat dimana kita akan bertemu kembali" ucap Maeli Su dengan tegas karena dia sangat mengetahui bagaimana kekuatan kedua pelayannya itu ditambah lagi Maeli Su juga tau jika mereka akan siap mati untuk melindungi dirinya sedangkan Maeli Su sendiri tidak menginginkan hal itu.
"Aku hanya ingin kalian semua terus hidup begitu juga dengan ku, aku tak ingin ada yang mati hanya karena menolong ku, jika begitu untuk apa juga aku terus menerus berlatih dengan keras namun tak dapat melindungi diri ku sendiri, ingatlah hal ini jika aku berada di ujung kematian maka cukuplah aku saja yang mati tidak dengan kalian karena kalian harus terus hidup untuk melanjutkan ambisi kalian sendiri" ucap Maeli Su kembali yang entah kenapa Maeli Su seperti dapat merasakan jika sesuatu yang buruk cepat atau lambat akan menimpa dirinya.
Semua yang dikatakan Maeli Su juga telah diketahui oleh Leo juga Alan karena sebelumnya Maeli Su telah meminta Momo dan Mumu untuk dapat menyampaikan perkataannya langsung pada Leo juga Alan saat itu juga.
Mereka berempat pun dengan serta merta terduduk kelantai sebab mereka tak pernah membayangkan akan menjalani hidup tanpa adanya Maeli Su bahkan selama ini perkataan Maeli Su lah yang menjadi ambisi bagi mereka untuk terus menerus meningkatkan kemampuan mereka, bagaimana mereka akan menjalani hidup tanpa Maeli Su nantinya, sedangkan selama ini mereka selalu mengikutinya.
"Nona, apakah ada sesuatu yang akan terjadi kedepannya? Jika seperti itu aku akan berusaha meningkatkan kekuatan ku melebihi apa yang nona harapkan sehingga aku dapat dengan mudah membantu nona kedepannya" ucap Leo di dalam hatinya dengan penuh keyakinan selain itu dia juga menyadari ada hal yang tak biasa yang dapat membuat nonanya itu berkata seperti itu pada mereka berempat.
Leo pun segera berdiri dan langsung membungkukkan tubuhnya sembari berkata "yang terhormat sang pemimpin para hewan spritual, boleh kah aku bertanya sesuatu?".
Mendengar Leo memanggilnya dengan penuh hormat Momo pun dengan segera berkata "Silahkan katakan saja apa yang ingin kau tanyakan dan cukup panggil aku maha dewa saja tidak usah terlalu panjang seperti tadi".
"Ternyata dengan kata-kata pujian dan penghormatan benar-benar dapat memudahkan sesuatu" batin Leo yang tak pernah menyangka jika apa yang baru saja dikatakannya dapat membuat Momo membolehkannya bertanya padanya.
Dengan segera Leo berkata "Maha dewa dapatkah kau membantu ku menaikkan tingkat kekuatan ku hingga mencapai tingkat legend dan juga membantu ku mencapai samonir tingkat delapan.
Mendengar apa yang dikatakan Leo, Momo pun hanya menganggukkan kepalanya saja karena baginya hal itu tidaklah sulit "Tentu aku bisa melakukannya namun aku tak yakin jika tubuh mu itu dapat menahannya" ucap Momo dengan seketika.
"Aku yakin jika tubuh ku dapat menahannya jika pun tubuh ini tidak dapat menahannya aku pun tak akan menyesal jika harus bertemu dengan kematian karena aku ingin terus berada disamping nona, dengan kekuatan ku saat ini berada disamping nona hanya akan membuat nona terbebani saja" ucap Leo dengan penuh tekad.
Momo yang mendengar hal itu pun merasa sedikit terharu dengan apa yang baru saja dikatakannya namun dia hanya menunjukkan ekspresi yang datar sebab dia tak mau jika Leo mengetahui sisinya ini.
"Baiklah jika kau berkata demikian, selanjutnya kau harus dapat menahan penyiksaan yang akan dilakukan untuk meningkatkan kemampuan mu itu" ucap Momo yang kemudian menyuruh Leo untuk duduk bersilah.
***
Di tempat lain tepatnya di ruang penjamuan makan malam, kaisar Hong tidak berselera makan hingga dia pun tak menyentuh makanannya sama sekali, Caca Hong yang melihat hal itu pun merasa heran.
"Kakak kenapa kau tak menyentuh makanan mu sama sekali? Apakah ada sesuatu yang membuat mu kehilangan nafsu makan?" tanya Caca Hong sembari menatap lekat kakak laki-lakinya itu.
Kaisar Hong yang disuguhkan pertanyaan seperti itu pun awalnya hanya cuek, namun karena Caca Hong terus menerus menatapnya dengan lekat mau tak mau dia pun harus menjawab apa yang baru saja ditanyakan oleh adiknya itu, jika tidak maka adiknya itu tidak akan berhenti melakukan hal-hal yang lebih menyebalkan lagi kedepannya.
"Aku masih kenyang, lebih baik kau segera habis kan saja makanan mu itu dari pada sibuk menanyakan hal-hal yang tidak bermutu seperti itu dan aku rasa lebih baik kau mengkhawatirkan diri mu sendiri saja sebab aku yakin kau saat ini tengah kesusahan kan makan dengan menggunakan kain penutup wajah itu" ucap kaisar Hong yang berhasil membuat Caca Hong merasa sangat kesal hingga dia pun memalingkan wajahnya dari kaisar Hong dan dengan perasaan marah langsung menatap makanan itu dengan sangat cepat.
"Benar-benar manusia es, jika terus bersikap seperti itu kedepannya tak akan ada satupun wanita yang ingin hidup bersama mu untung saja kau memiliki adik yang sangat pengertian seperti aku ini namun tetap saja kau tak pernah menghargainya, ah benar-benar kakak yang sangat menyebalkan" batin Caca Hong yang terus menerus mengutuk kakaknya itu.
Setelah acara makan malam selesai mereka yang ingin menampilkan bakat pun dipersilahkan mendaftarkan diri, hal itu dilakukan agar penampilan nantinya berjalan tertib.
Setelah selesai mendaftarkan diri, mereka pun mendapatkan nomor untuk tampil nantinya, begitu banyak yang ikut berpartisipasi karena pada saat itu merupakan peluang yang sangat baik untuk mencari ketenaran atau pun yang lainnya ditambah lagi pada saat ini semua orang-orang penting dari seluruh kekaisaran yang berada di benua tengah tengah berkumpul.
Beberapa penampilan pun telah disaksikan hingga kini tibalah dimana Eli Su dan juga Mira Su akan menampilkan sebuah tarian gabungan antara tarian lotus dengan tarian pedang yang mana tarian tersebut mereka pelajari dari kakak pertama mereka Maeli Su.
Ketika mereka berdua telah berada ditempat yang telah dipersiapkan dengan segera banyak sorak suara yang memberikan semangat untuk mereka berdua, dan hal itu berhasil membuat banyak wanita cemburu.
Walaupun cemburu mereka tak dapat melakukan apa-apa karena saat ini keluarga Su bukanlah keluarga yang dapat ditindas dengan mudah lagi, itu semua terjadi karena ayahanda mereka telah mencapai tingkat epic bintang dua dan hal itu merupakan pencapaian yang sangat langka di kekaisaran timur hingga membuat keluarga mereka semakin begitu di hormati bahkan kini kaisar pun tak ingin bersinggungan dengan mereka.
Selain karena faktor tersebut, para nona keluarga Su juga sangat terkenal dengan bakat yang mereka miliki dan bukan hanya itu bahkan tuan muda keluarga Su pun sangatlah berbakat.