
"Bagaimana dia bisa mengetahui hal itu, bukankah seharusnya sihir pencuci otak itu tidak akan dapat dideteksi kecuali oleh ahli sihir tingkat delapan" batin kaisar Dulo sembari menatap ke arah Mimi dengan tatapan yang rumit.
Mimi pun seakan tau apa yang kini ada di pikiran kaisar Dulo "Aku tau kau pasti berpikir jika sihir pencuci otak tingkat tinggi itu tidak akan diketahui oleh nonaku kan? Namun sayang apa yang kau pikirkan itu salah, dari awal kau memberikan liontin giok itu, kepada nonaku, nonaku sudah mengetahui jika ada hal yang tak beres di dalamnya namun belum sempat nonaku mengembalikannya padamu kau malah lebih dahulu pergi, sehingga nonaku hanya bisa menyimpan liontin giok mu itu di dalam ruang dimensinya saja" ucap Mimi dengan wajah kesal.
Sesuai dengan apa yang dikatakan Mimi, alasan Maeli Su setuju dengan Momo untuk menyimpan liontin itu karena Maeli Su telah merasakan hawa buruk yang ada di dalamnya lebih dahulu namun ketika ingin melihat lebih dalam lagi Momo pun mengejutkan Maeli Su dan juga menyuruh Maeli Su untuk segera menyimpannya.
"Tidak, itu tidak mungkin pasti kau hanya berbohongkan, iya walaupun apa yang kau katakan benar itu juga tak akan menjadi masalah untukku karena orang-orang kepercayaanku sudah pasti akan membawa nonamu itu kehadapan ku secepatnya" ucap kaisar Dulo dengan penuh percaya diri.
Mimi yang mendengar apa yang baru saja dikatakan kaisar Dulo pun tertawa dengan sangat kencang "Memang benar-benar orang yang sangat bodoh" batin Mimi.
"Apakah kau yakin jika orang-orang kepercayaan mu itu dapat membawa nonaku kemari, sepertinya kau terlalu meremehkan kemampuan nonaku" ucap Mimi dengan tatapan sinisnya.
Mendengar perkataan tersebut kaisar Dulo pun dengan segera menganggukkan kepalanya "Tentu saja aku sangat yakin jika orang-orang kepercayaan ku itu dapat membawa nonamu kemari, selain itu bukan hanya nonamu saja yang akan dibawa oleh mereka tetapi juga para bawahannya karena dengan menggunakan semua kemampuan yang mereka miliki aku akan segera dapat menguasai benua ti ini" ucap kaisar Dulo dengan wajah senang sembari mengkhayalkan dirinya menjadi penguasa dari sebuah benua.
"Selain itu kau juga tak perlu khawatir aku memang benar-benar menyukai nonamu sehingga aku akan menjadikannya permaisuriku hanya saja aku tau untuk mendapatkan nonamu itu sudah pasti tak akan mudah karena ada banyak sekali orang-orang yang ingin memilikinya, karena itulah aku menggunakan cara seperti itu agar lebih mudah memilikinya" ucap kembali kaisar Dulo.
Mimi pun mulai muak mendengar semua perkataan kaisar Dulo itu "Berhentilah bermimpi karena nonaku itu tak akan pernah menjadi permaisurimu selain itu semua orang-orang kepercayaan yang kau kirim untuk menculik nonaku beserta para bawahannya telah mati tanpa meninggalkan apa pun di tangan seniorku" ucap Mimi dengan wajah yang arogan.
Kaisar Dulo sangat terkejut mendengar perkataan itu, Mimi yang mengetahui keterkejutan kaisar Dulo pun dengan segera berkata kembali "Apakah kau terkejut dengan apa yang baru saja aku katakan? Aku juga yakin dengan sikap mu yang sombong itu sudah pasti kau akan sulit percaya dengan kata-kata ku, namun aku akan memberikan kepadamu satu kesempatan untuk menghubungi orang-orang kepercayaan mu itu" ucap Mimi dengan senyum jahatnya.
Kaisar Dulo pun dengan segera mengambil artefak yang akan digunakan olehnya untuk menghubungi orang-orang kepercayaannya namun tak ada yang merespon sama sekali padahal kaisar Dulo sudah berulang-ulang kali menghubungi mereka.
"Kenapa sama sekali tidak ada respon, padahal aku sudah berkali-kali menghubungi mereka, jangan-jangan apa yang baru saja dikatakan hewan spritual ini benar, sepertinya aku harus lebih waspada karena jika semua yang dikatakannya benar sudah pasti dia datang kemari ingin membuat perhitungan denganku" batin kaisar Dulo sembari memikirkan cara untuk mengalahkan hewan spritual yang kini ada dihadapannya.
"On keluarlah dan ikuti aba-aba dariku" ucap kaisar Dulo, Mimi yang melihat hal itu pun tersenyum sinis "Sepertinya laki-laki bodoh ini telah paham dengan kondisinya saat ini sehingga dia pun telah dapat menebak tujuan ku datang kemari" ucap Mimi di dalam hatinya.
"Aku tau kau pasti datang ke istanaku untuk membuat perhitungan denganku kan, tapi sayang hewan kontrak yang berada jauh dari samonirnya sudah pasti tidak akan dapat bertempur dengan waktu yang lama selain itu kekuatannya juga sudah pasti akan menurun" ucap kaisar Dulo dengan tatapan yang begitu meremehkan, lalu kaisar Dulo pun dengan segera memerintahkan hewan kontraknya untuk menyerang Mimi.
Pertempuran di antara kedua hewan spritual itu pun terjadi, kaisar Dulo yang melihat pertempuran itu sudah sangat yakin jika On yang merupakan hewan kontraknya akan menang namun tak berselang lama On telah jatuh ke lantai dan dipenuhi dengan luka-luka yang parah, melihat hal itu kaisar Dulo pun menganga tak percaya.
"Bukankah seharusnya On yang menang, bukankah sewaktu turnamen benua tengah dulu On kalah karena orang yang melakukan kontrak dengan kuda terbang ini memberikan kekuatan padanya sehingga dia pun dapat menang melawan On lalu kenapa sekarang On malah kalah padahal hewan spritual itu sedang berada jauh dari nonanya" batin kaisar Dulo yang dipenuhi dengan begitu banyak lagi pertanyaan.
Momo yang seolah mengerti dengan kebingungan yang sedang dialami kaisar Dulo dengan segera berkata "Apakah kau masih tidak sadar perbedaan kekuatan antara aku dengan badak tua itu, coba kau lihat baik-baik apakah badak bodoh itu dapat berbicara dengan mu seperti apa yang aku lakukan sekarang, selain itu saat aku bertanding dengannya dulu aku masih berada dalam masa pemulihan akibat racun python berbeda dengan saat ini aku sudah berada pada kondisi terbaikku".
"Oh ya, apakah di kekaisaran mu ini tak ada ilmu pengetahuan dasar tentang hewan-hewan spritual? Jika ada seharusnya kau tau siapa aku yang sebenarnya" ucap Mimi kembali.
Kaisar Dulo pun dengan segera mengingat-ingat apa yang pernah dipelajarinya hingga tak berselang lama dia pun mengingat siapa sebenarnya Mimi "Ah, aku benar-benar bodoh, kenapa aku bisa melupakan hal yang penting seperti ini, sudah pasti On dan aku tak akan berhasil mengalahkannya karena dia merupakan salah satu dari keempat hewan dewa" ucap kaisar Dulo di dalam hatinya sembari tak henti-hentinya mengutuk kebodohan dirinya.
"Aku rasa kau sudah paham dengan situasi mu saat ini, sekarang saatnya kau menerima hukumanmu karena telah berani mengusik nonaku" ucap Mimi sembari menaburkan bubuk racun penghancur tulang ke arah kaisar Dulo.
"Membusuklah dan nikmati saja setiap detik penderitaan mu, selain itu aku akan memporak porandakan istana mu ini sebagai hadiah pertemuan kita" ucap Mimi sembari menatap para pengawal kaisar Dulo yang telah masuk ketempat dimana mereka kini berada setelah mendengar suara yang mencurigakan.
Di depan kaisar Dulo Mimi pun membunuh dengan sadis seluruh bawahannya tanpa terkecuali selain itu istananya yang megah pun telah mengalami kerusakan yang sangat parah akibat dari pertempuran itu, melihat hal itu kaisar Dulo hanya bisa menyesali seluruh perbuatannya dan tak henti-hentinya berteriak menahan rasa sakit yang sangat menyiksanya.