
"Setelah aku pikir-pikir kembali sepertinya lebih baik aku bersama Mumu saja, memang menang dalam waktu singkat akan terlihat luar biasa tetapi juga akan sangat berbahaya selain itu juga akan menjadi perhatian banyak orang dan aku sangat tidak menyukai itu" ucap Maeli Su yang beralasan.
Momo yang mendengar hal itu pun berdecak kesal "Baiklah jika itu keputusan mu, aku rasa juga tidak ada lagi kan yang akan dibicarakan kalau begitu aku akan pergi lebih dahulu" ucap Momo sembari menghilang dan kembali keruang dimensinya untuk berendam.
Setelah kepergian Momo Maeli Su pun menarik napas lega "Untung saja dia tidak marah, jika dia marah benar-benar akan sangat merepotkan" ucap Maeli Su yang kemudian dianggukkan oleh semua yang berada disana.
"Karena apa yang ingin kukatakan telah kukatan kalian boleh kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat" ucap Maeli Su sembari menuju ke kamarnya.
Para bawahannya yang melihat Maeli Su telah pergi, mereka pun langsung menuju ke kamar mereka masing-masing sebab besok akan ada banyak pertandingan yang lebih mendebarkan dari hari-hari sebelumnya.
***
"Apakah semuanya telah siap, jika sudah ayo kita segera berangkat karena tak lama lagi pertandingannya akan segera dimulai" tanya Maeli Su.
"Sudah nona" jawab para bawahannya dengan bersama - sama dan mereka pun dengan segera pergi ketempat dimana pertandingan akan dilaksanakan.
"Tung... Tung... Tung..."
Bunyi gong sebagai tanda pertandingan akan segera dimulai pada hari ini ada sekitar enam pertandingan yang akan dilakukan namun hanya empat pertandingan saja yang di dalamnya terdapat perwakilan dari kekaisaran timur yaitu pertandingan memanah yang diwakili oleh Bryn Su, pertandingan alat musik yang diwakili oleh Lira Su, pertandingan puisi yang diikuti oleh Mira Su serta pertandingan seni tari yang diikuti oleh Eli Su juga putri Nara.
Karena jumlah peserta yang tak terlalu banyak para pemenang pun dengan cepat telah di dapatkan, dimana dari kelima peserta yang berasal dari kekaisaran timur empat orang berhasil berada pada urutan pertama yaitu Bryn Su, Lira Su, Eli Su juga Mira Su sedangkan putri Nara sendiri harus merasa puas berada diurutan ketiga.
Namun sebelum perlombaan Eli Su sempat mendapatkan masalah dimana ada seseorang yang sengaja mendorongnya dengan begitu kuat hingga membuatnya terjatuh dan menyebabkan pergelangan kakinya cedera sehingga membuat dia kesusahan untuk berjalan, namun karena ada tabib ditempat itu dia pun mampu kembali ikut perlombaan meskipun setelah itu pergelangan kakinya akan mengalami cedera yang semakin parah.
Sedangkan Lira Su sendiri mendapatkan masalah ketika sudah berada di atas tempat perlombaan, dimana dia baru saja mengetahui jika salah satu senar pada kecapinya telah putus padahal saat itu dia akan segera tampil, hingga dia pun terpaksa harus mengubah musik yang akan ditampilkannya dan dia pun tak pernah menyangka jika dia berhasil membawakan musik yang lebih sulit dari pada musik sebelumnya, akhirnya dia pun berhasil menjadi pemenang pada perlombaan yang diikutinya.
Dari kejauhan Maeli Su pun menatap semua anggota keluarganya dengan perasaan senang sebab semua adik-adiknya berhasil mendapatkan juara pertama pada turnamen kali ini dan itu membuktikan bahwa adik-adiknya merupakan orang-orang berbakat dibenua tengah ini.
"Ah, aku rasa aku harus memberikan mereka hadiah yang pantas dan sepertinya aku sudah tau harus memberikan apa, lalu bagaimana dengan selir Su itu apakah aku juga harus memberinya hadiah, lebih baik ku pikirkan nanti saja untuknya karena hadiah untuknya juga tak terlalu susah untuk ditentukan" batin Maeli Su yang kemudian langsung mengajak para bawahannya kembali ke penginapan mereka.
Sedangkan ditempat Ray Su berada datanglah seseorang dengan wajah bahagia "Hai tuan selamat atas kemenangan yang di dapatkan oleh kekaisaran mu dan sepertinya kau hanya tinggal memerlukan dua kemenangan saja untuk memenangkan taruhan kita, namun sayang tuan peserta dari kekaisaran mu hanya tersisa satu orang saja yaitu pangeran kedua" ucap mentri kekaisaran selatan dengan wajah bahagia sebab dia berfikir taruhan yang telah mereka lakukan sudah pasti akan dimenangkan oleh dirinya.
Mendengar perkataan tersebut Ray Su pun tersenyum "Terima kasih tuan atas ucapan selamat anda dan soal taruhan kita bukankah perlombaannya masih belum selesai lebih baik kita sama-sama menunggu hingga penyerahan hadiah nanti tuan dan juga tuan jangan khawatir aku pasti akan menepati janjiku" ucap Ray Su yang kemudian langsung pergi kembali ke kediamannya.
Ray Su sama sekali tak marah ataupun tersinggung dengan kata-kata yang diucapkan mentri kekaisaran selatan itu dia hanya tak ingin lebih lanjut berdebat dengan mentri kekaisaran selatan itu sebab pikirannya kini tengah dipenuhi dengan anaknya Maeli Su.
"Lancang sekali bagaimana bisa bangsawan kelas menengah sepertinya begitu angkuh, apakah dia lupa jika aku ini adalah seorang mentri atau jangan-jangan dia telah menyadari kekalahannya hingga dia pun tengah sibuk memikirkan cara apa yang nantinya dia gunakan untuk mempertemukan aku dengan panglima perang dari kekaisaran timur ini, aku yakin pasti seperti itu" batin mentri kekaisaran selatan tersebut yang tak suka ditinggalkan begitu saja oleh Ray Su.
Kini Ray Su pun telah sampai dikediamannya sembari memikirkan cara apa yang nantinya akan dia gunakan untuk mencari keberadaan putri pertamanya, sebab dia tak mau jika ada orang luar yang bukan dari kediaman Su mengetahui hal itu karena nantinya akan ada orang-orang yang mencari keuntungan dari kemalangan yang tengah dideritanya.
"Ayahanda, kenapa ayahanda tampak begitu gelisah" ucap Bryn Su yang langsung masuk keruangan dimana ayahandanya kini berada yang juga diikuti oleh Eli Su dan juga Mira Su.
Mendengar pertanyaan dari anak laki-lakinya itu Ray Su pun tersenyum "Ayahanda tidak apa-apa nak mungkin ayahanda hanya kelelahan saja kau juga tau sendirikan bagaimana sibuknya ayahanda akhir-akhir ini, lalu bagaimana dengan kondisi putri ketiga ayahanda ini apakah cedera yang ada di pergelangan kakimu telah sembuh" tanya Ray Su sembari menatap kearah Eli Su.
"Ayahanda sepertinya cedera ku ini semakin parah bahkan tabib yang memeriksa pergelangan kakiku setelah selesai pertandingan tadi berkata jika dia tak mampu mengobatinya bahkan dia berkata jika cedera ku semakin parah maka aku akan menjadi orang yang cacat" ucap Eli Su dengan penuh kesedihan sembari menundukkan kepalanya.
Mendengar apa yang dikatakan Eli Su Ray Su beserta Bryn Su pun sangat terkejut karena mereka tak pernah menyangka jika cedera yang dialami Eli Su akan berakibat sepatal itu, sedangkan Mira Su sendiri tidak terkejut karena dia telah lebih dahulu mengetahui hal itu dan ketika dia mengetahui hal itu dia pun tak henti-hentinya menangis sembari memeluk Eli su dengan begitu erat.