
"Tempat ini benar-benar masih sama seperti dulu" ucap Maeli Su sembari tersenyum menatap ke arah gua yang menjadi tempat perjanjian antara dia dan para bawahannya.
Setelah beberapa saat menatap lekat ke arah gua, Maeli Su pun mengetahui jika di dalam gua itu keempat bawahannya sedang berkumpul bersama sehingga dia pun terpikirkan sebuah ide untuk muncul secara fantastis di hadapan mereka.
"Sepertinya sudah saatnya mengejutkan mereka" ucap Maeli Su sembari membuka jepit rambutnya dan sengaja membuat seluruh wajahnya tertutup rambut panjangnya.
Maeli Su pun membuka pintu gua itu, para bawahannya pun dengan segera mendengar suara pintu gua yang sedang terbuka dan membuat mereka semua berjalan menuju ke arah sumber suara sedangkan Maeli Su dengan menggunakan kemampuan teleportasinya kini dia telah duduk dengan sangat manis di tempat dimana para bawahannya tadi berkumpul.
"Kenapa tidak ada siapa pun, bukankah seharusnya pintu ini hanya bisa terbuka ketika ada orang yang membukanya, dan yang mengetahui cara membukanya hanyalah kita berempat beserta nona saja" ucap Lili sembari melihat sekelilingnya.
"Jujur saja, tadi aku sudah merasa sangat senang karena aku pikir nona yang telah membuka pintu guanya tapi ternyata malah tidak ada siapa-siapa" ucap Nana dengan sangat kecewa sembari berjalan kembali ke tempat mereka duduk sebelumnya, sedangkan yang lainnya masih memeriksa sekeliling pintu gua itu.
"Huaaaaaaaaaaa, hantu, ada hantu" teriak Nana sembari menutup matanya dan bersembunyi di belakamg sebuah kursi.
Mendengar suara teriakan Nana teman-temannya yang lain pun dengan segera berlarian ke arah sumber suara "Nana, ada apa? kenapa kau berteriak dengan suara yang begitu nyaring" ucap Lili yang dengan segera menghampiri Nana yang dia lihat tengah sembunyi di balik kursi, sedangkan Leo dan Alan langsung saja memeriksa sekeliling hingga tanpa sadar mereka berdua pun melihat sosok yang membuat Nana berteriak dengan sangat kencang.
"Leo, apakah kau melihat apa yang aku lihat?" ucap Alan dengan nada suara yang agak sedikit bergetar.
Leo pun dengan segera menganggukkan kepalanya "Bagaimana ini, apa yang harus kita lakukan sekarang? Bukankah hantu hanya akan muncul pada malam hari?" ucap Leo dengan nada suara yang sedikit bergetar pula.
"Hei, kenapa kalian diam saja, apakah kalian sudah menemukan sesuatu?" tanya Lili dengan nyaring sembari menatap ke arah Alan dan Leo, namun sama sekali tak ada jawaban dari keduanya.
Lili yang geram karena tak kunjung mendapatkan jawaban pun dengan segera berjalan ke arah ke dua temannya itu sembari menggandeng tangan Nana yang bersembunyi di belakangnya.
"Kenapa kalian tak berbicara dan hanya mematung saja" tanya Lili sembari menatap keduanya, mereka yang di tanya pun dengan serentak menunjuk ke arah dimana Maeli Su dengan rambut yang menutup wajahnya berada.
Lili pun dengan segera menatap ke arah yang mereka tunjuk, Lili pun kaget sehingga dia pun mengusap matanya beberapa kali untuk memastikan apa yang baru saja dia lihat "hantu, itu benaran hantu?" ucap Lili tanpa sadar dengan tangan yang bergetar menunjuk ke arah dimana Maeli Su berada.
Melihat hal itu, Maeli Su pun tertawa dengan sangat kencang sehingga membuat Leo, Alan juga Nana menatap ke arahnya "Nona, ini benar-benar nonakan?" ucap Nana dengan penuh haru sembari berlari ke arah Maeli Su.
"Iya, ini benar-benar aku, maaf karena telah membuat kalian takut" ucap Maeli Su sembari membenarkan rambutnya yang berantakan melihat hal itu Nana pun dengan segera membantu merapikan rambut nonanya itu.
Dengan wajah gembira Maeli Su berkata "Aku sangat senang melihat kalian berempat baik-baik saja, maaf karena aku telah membuat kalian melewati masa-masa yang sulit" ucap Maeli Su sembari menatap ke arah mereka dengan penuh rasa bersalah.
"Mungkin kedepannya akan lebih banyak lagi bahaya yang akan kalian hadapi jika kalian terus bersama dengan ku, karena itu aku ingin memberikan kebebasan kepada kalian agar kalian dapat hidup dengan nyaman dan tak berada dalam bahaya lagi seperti saat itu" ucap Maeli Su dengan dipenuhi kesedihan disetiap katanya.
Maeli Su pun dengan segera membungkukkan badannya ke arah mereka sembari berkata "Terima kasih karena selama ini kalian telah berada di sisiku" ucap Maeli Su dan tanpa sadar satu air matanya menetes keluar.
Lili yang sedari tadi hanya mendengarkan pembicaraan antara nonanya dengan teman-temannya dari balik dinding karena sebelumnya ia berlari keluar karena ketakutan dengan segera berkata "Nona, apa yang baru saja kau katakan? lalu apa yang sedang kau lakukan sekarang?" Lili pun dengan segera berlari ke arah Maeli Su dan memeluk erat nonanya itu.
"Nona, tolong jangan pernah berkata seperti itu aku dan juga yang lainnya tidak ingin mendengar kata-kata itu dari nona, karena kami semua menganggap nona bukan hanya sebagai majikan yang harus kami ikuti tapi juga sebagai keluarga yang sangat kami sayangi" ucap Lili sembari meneteskan air matanya dipelukan Maeli Su.
"Kami tidak keberatan jika harus terus berada di dalam kesulitan asalkan kami masih tetap bisa berada di samping nona" ucap Leo yang kemudian disetujui oleh yang lainnya dengan cara menganggukkan kepala mereka.
"Nona kami hanya akan mengikuti mu saja dan kami juga akan selalu berada di samping mu, karena nonalah kami dapat menjadi kami yang sekarang ini" ucap Nana sembari berjalan ke arah Maeli Su dan memeluknya bersama Lili.
Maeli Su pun merasa penuh haru hingga tanpa sadar meneteskan air matanya kembali lalu dia pun meminta maaf kepada para bawahannya itu karena telah mengatakan hal seperti itu dan para bawahannya sama sekali tak menyalahkan Maeli Su karena mereka tau jika nonanya itu hanya ingin melihat mereka hidup dengan nyaman serta bahagia namun Maeli Su tidak mengetahui jika kenyaman serta kebahagian para bawahannya itu adalah ketika bisa bersama dengannya.
Setelah itu mereka pun duduk bersama sembari menceritakan hal-hal apa saja yang telah mereka lalui selama setahun lebih ini setelah itu Alan dan juga Leo pun menceritakan perubahan besar yang terjadi di kekaisaran itu selama mereka tidak ada, mereka juga mengatakan jika adik laki-laki nonanya yaitu Bryn Su akan menikah dengan putri Nara yang merupakan satu-satunya putri dari kekaisaran mereka.
Mendengar hal itu Maeli Su pun tersenyum dengan sangat senang "Aku sudah tak sabar menanti pernikahan adik laki-laki ku itu" ucap Maeli Su.
"Nona benar kami pun juga tak sabar menantikan pernikahan tuan muda setelah mendengar kabar gembira itu, namun sayang baru-baru ini tersebar kabar jika tuan muda akan segera mengirimkan surat pembatalan pernikahan pada putri Nara karena kekaisaran terus menerus mendesak tuan muda untuk segera menikahi putri Nara, sedangkan tuan muda sendiri sedang tidak ingin melangsungkan pernikahan karena nona belum ditemukan" ucap Alan dengan sangat serius.