Permaisuri Jadi Rebutan

Permaisuri Jadi Rebutan
Menundukkan Kepala


"Nona aku tak sabar ingin melihat nona bertanding" ucap Lili kepada Maeli Su dengan wajah penuh semangat dan mata yang berbinar-binar.


Maeli Su pun tersenyum lebar di balik maskernya melihat sikap Lili yang begitu imut menututnya "Sabarlah Lili tak lama lagi giliran ku pun akan tiba" ucap Maeli Su dengan santai sembari memperhatikan pertandingan para peserta arena petarung yang sedari tadi telah dimulai.


"Wah aku tak menyangka jika peserta yang mengikuti pertandingan ini paling rendah berada di tingkat master akhir bahkan ada beberapa yang telah mencapai tingkat mytic akhir" ucap Maeli Su di dalam hatinya.


Mendengar hal itu Momo pun menjadi sangat tertarik "Apakah itu benar, jika begitu aku ingin ikut menyaksikan pertandingan itu secara langsung pasti akan sedikit mendebarkan" ucap Momo yang hanya dapat di dengar oleh Maeli Su dan juga Mumu dengan segera Momo pun telah berada di pangkuan Maeli Su tak lupa pula Mumu pun ikut serta dengan merubah wujudnya menjadi burung kecil dengan warna merah yang menyala sedangkan Momo sendiri berwarna permata.


Di sisi lain masih ditempat yang sama semua hewan spritual yang terikat kontrak dengan pawa samonir yang berada di tempat itu pun tiba-tiba keluar dari ruang dimensi mereka, begitu pun dengan naga milik kaisar Hong, hewan spritual milik guru besar akademi meteor bahkan juga hewan spritual milik Alan.


Semua hewan kontrak itu tiba-tiba menundukkan kepala seolah-olah seperti memberi hormat pada raja mereka dan hal itu membuat semua orang yang berada disana pun terheran-heran dengan apa yang baru saja terjadi.


"Apa yang terjadi, kenapa semua hewan spritual menundukkan kepala, bahkan naga milik kaisar Hong juga bukankah naga itu merupakan salah satu dari empat hewan dewa" ucap guru besar akademi meteor tersebut di dalam hatinya sembari memperhatikan kejanggalan yang sedang berada disekelilingnya itu dengan sesama.


Bukan hanya guru besar itu saja yang kaget melihat kejadian tersebut namun juga seluruh orang yang berada disana bahkan kaisar Hong sendiri pun sangatlah terkejut dengan hal itu dimana dia melihat naganya yang merupakan salah satu hewan dewa menundukkan kepala terhadap sesuatu yang tidak diketahuinya apa itu.


Berbeda dengan orang-orang yang tengah kebingungan Momo pun hanya merebahkan dirinya malas sembari menganggukkan kepalanya sebagai tanda bahwa penghormatan yang diberikan kepadanya oleh seluruh hewan spritual lainnya telah dia terima, dengan begitu semua hewan spritual itu pun kembali ke ruang dimensi mereka masing-masing dalam sekejap mata seolah-olah seperti tak terjadi apa pun.


Maeli Su sendiri sangat syok melihat apa yang baru saja terjadi dan itu membuat dia semakin sangat yakin jika Momo bukanlah sosok yang sederhana dan biasa saja seperti apa yang pernah di pikirkannya.


Sedangkan para bawahan Maeli Su yang telah mengetahui jika Momo merupakan tingkatan tertinggi di dunia hewan spritual pun semakin merasa tak ada apa-apanya setelah melihat apa yang terjadi barusan "Aku sangat beruntung dapat berlatih dengan maha dewa aku tak menyangka maha dewa benar-benar begitu luar biasa" batin Leo dengan perasaan senang.


Setelah kejadian itu berlalu, pertandingan pun kembali dilangsungkan hingga tibalah kini giliran Maeli Su untuk bertanding "Nona semangat, nona pasti menang" ucap para bawahan Maeli Su dengan pelan sebab tak ingin menimbulkan kegaduhan.


Maeli Su pun kini telah berada di tempat dimana pertandingan akan dilaksanakan "Wah aku bertemu dengan lawan yang menarik" batin Maeli Su setelah melihat lawannya memiliki kultivasi pada tingkat mytic bintang dua dan juga merupakan orang yang memiliki kemampuan dalam hal racun.


"Matilah kau" ucap lawan Maeli Su tersebut sembari mengayunkan pedang kearah Maeli Su sedangkan Maeli Su pun hanya menghindari ayunan pedang tersebut dengan mudahnya tanpa perlu beranjak dari tempatnya berdiri.


Semua orang pun melihat pertempuran tersebut dengan sangat mendebarkan sebab jika pedang tersebut berhasil meninggalkan luka gores pada kulit Maeli Su walau hanya sedikit saja sudah pasti akan ada hal yang tidak terduga akan terjadi, lain halnya dengan lawan Maeli Su dia merasa hanya dipermainkan saja oleh Maeli Su karena tak menyerangnya sama sekali dan hal itu membuatnya emosi.


"Apakah kau tak memiliki keterampilan untuk menyerang hingga hanya dapat menghindar saja" ucap lawan Maeli Su tersebut dengan nada mengejek.


Mendengar perkataan tersebut, Maeli Su pun sama sekali tidak terganggu atau bahkan tersinggung dengan apa yang telah dikatakan lawannya itu, malahan Maeli Su hanya semakin bersikap acuh tak acuh kepada lawannya tersebut hingga membuat lawannya semakin emosi.


"Jika kau hanya bisa menghindar tanpa ada kemampuan maka terima saja pedangku ini, anggap saja itu sebagai sebuah kehormatan untuk mu karena mati di bawah pedangku yang hebat ini, jangan hanya membuang-buang waktu ku saja" ucapnya kembali dengan suara yang begitu lantang dan juga dipenuhi dengan amarah.


Maeli Su pun terdiam seperti seolah-olah memikirkan sesuatu "Sepertinya apa yang kau katakan barusan benar, tidak seharusnya aku membuang-buang waktuku dengan bermain-main dengan mu" ucap Maeli Su dengan tatapan yang begitu tajam.


Melihat tatapan Maeli Su yang begitu tajam lawannya itu pun mulanya bergidik ngeri namun setelah mengingat kembali jika Maeli Su hanya mampu menghindari serangannya tanpa mampu menyerang dia pun dengan penuh keberanian kembali menyerang Maeli Su bahkan serangan kali ini begitu membabi buta.


Melihat hal itu Maeli Su pun tak lagi menghindari serangan lawannya tersebut, dia pun menggunakan ujung jubahnya untuk menghalau serangan tersebut dan dengan sangat mengejutkan pedang itu pun patah menjadi beberapa bagian, kejadian itu berhasil membuat semua orang yang berada disana menganga tak percaya dengan apa yang baru saja mereka lihat.


Setelah berhasil mematahkan pedang tersebut hingga menjadi beberapa bagian, Maeli pun dengan segera mengibaskan ujung jubahnya ke arah lawannya itu hingga membuat lawannya terpental keluar dari arena pertarungan dengan begitu Maeli Su pun menjadi pemenang pada perlombaan itu dia pun berhasil maju ke babak selanjutnya.


Semua orang yang melihat hal itu pun mengagumi kehebatan Maeli Su namun disisi lain kaisar Hong pun memerhatikannya dengan sesama "Apakah aku mengenalnya? Entah mengapa aku seperti merasa tak asing dengannya, dan kenapa dijubahnya bersimbolkan mawar" batin kaisar Hong dengan bingungnya sembari mengingat-ingat semua kenalannya.


Beberapa pertandingan telah diikuti Maeli Su namun tak berselang lama para lawannya itu pun kalah dengan telak hingga akhirnya dia pun kini hanya perlu mengalahkan satu orang lagi saja untuk dapat menjadi salah satu dari enam orang yang nantinya akan bertanding di final.


"Aku sangat senang dapat bertarung dengan mu, jujur saja aku kagum dengan serangan yang sedari tadi kau berikan kepada semua lawan mu itu, namun perlu ku ingatkan jika aku berada dilevel yang tak sama dengan mereka" ucap seorang laki-laki yang kini akan menjadi lawan Maeli Su selanjutnya.