Permaisuri Jadi Rebutan

Permaisuri Jadi Rebutan
Bisakah?


"Sudahlah jangan terlalu dipikirkan, aku sudah mulai bosan mendengar pembahasan kalian yang sama sekali tak penting itu" ucap Momo dengan mulai menguap sembari merebahkan badannya dengan santai.


Mendengar apa yang baru saja dikatakan Momo semua orang pun hanya bisa menganga karena tak percaya jika hal yang sepenting itu sama sekali tak dianggap olehnya.


Mereka semua berfikir demikian karena ditempat yang mereka tinggali saat ini amatlah sangat menjunjung tinggi kekuatan bahkan kekuatan lebih diutamakan dari pada kekuasaan hingga tak ada yang tidak mungkin jika seorang kaisar akan menunduk hormat pada seseorang yang memiliki tingkat kekuatan yang berada lebih tinggi darinya.


"Benar-benar kalah, aku sudah lebih dahulu kalah dari seekor kelinci yang sangat menyebalkan itu bahkan jauh sebelum aku bertanding dengannya, pantas saja dia dengan sombongnya menyuruhku segera menaikkan tingkatan kultifasi ku" ucap Maeli Su di dalam hatinya sembari memandang kearah Momo dengan tatapan pasrah.


Momo yang melihat Maeli Su menatapnya dengan tatapan seperti itu pun sama sekali tak melakukan apa-apa bahkan Momo bersikap seperti tak melihat hal itu sama sekali.


Sedangkan Mumu dengan segera berkata "Baiklah senior, karena senior telah berkata demikian saya pun tidak akan lagi mengatakan apapun mengenai hal tersebut".


Momo pun dengan segera menatap ke arah Mumu lalu kemudian Momo pun bangun dan berjalan ke arah Maeli Su "Hei cepatlah katakan apa tujuan mu hingga membuat kami semua berada disini" ucap Momo dengan acuh.


Maeli Su yang tengah merenung pun segera tersadarkan "Ah sial, kenapa aku jadi sebodoh ini hingga tak bisa mengukur kekuatannya, aku rasa ini semua terjadi karena selama ini aku terlalu santai hingga tanpa sadar hal sepenting ini tidak terpikirkan oleh ku, namun kedepannya aku ingin menjadi lebih kuat dari dirinya, bisakah?, " ucap Maeli Su di dalam hatinya.


"Sebelumnya aku ingin meminta maaf pada kalian semua karena keputusan ku ini kalian tak dapat ikut menikmati pesta penyambutan turnamen benua tengah itu" ucap Maeli Su sembari menatap ke arah mereka satu persatu.


Mendengar Maeli Su berkata seperti itu Leo pun dengan segera berkata "Nona tidak perlu minta maaf dan semua ini nona lakukan juga untuk kebaikan kami semua, ini semua terjadi karena kami yang terlalu lemah nona" yang lain pun ikut menatap ke arah Maeli Su sembari menganggukkan kepala sebagai tanda jika mereka setuju dengan apa yang dikatakan Leo.


Maeli Su pun menjadi sedikit lega setelah mendengar apa yang dikatakan para bawahannya itu, lalu dia pun kembali berkata "Baiklah aku akan langsung menjelaskan apa tujuan ku hingga membawa kalian kemari, aku ingin kalian semua mencapai tingkat Mytich dan juga level kemampuan khusus kalian pun sudah harus berada di tingkat ketujuh".


"Baiklah nona kami akan berusaha sekuat tenaga bahkan kami juga tidak akan segan-segan dalam berlatih nantinya dengan begitu kami akan segera dapat naik tingkat dan nona hanya perlu mengatakan kepada kami apa yang harus kami lakukan nantinya" ucap Leo dengan penuh percaya diri.


"Baiklah jika begitu, Leo kamu akan berlatih dengan Momo sebab dia dapat membantu mu dalam menaikkan level samonir mu, sedangkan Alan akan berlatih dengan Mumu" ucap Maeli Su yang kemudian langsung disetujui oleh mereka berdua tanpa ada penolakan atau bahkan pertanyaan sama sekali.


"Sedangkan kalian berdua akan berlatih dengan ku" sambung Maeli Su kembali sembari menatap ke arah Lili dan Nana.


Leo yang telah mengetahui jika dia akan dilatih langsung oleh Momo yang merupakan hewan maha dewa merasa sangat senang meskipun juga jauh dilubuk hatinya yang terdalam dia juga merasakan kecemasan.


Kini di ruangan itu hanya tersisa Maeli Su dan kedua pelayannya saja, tanpa basa basi dengan segera Maeli Su pun meminta mereka berdua untuk mengerahkan seluruh kekuatan yang mereka miliki untuk menyerang Maeli Su.


Awalnya mereka sempat menatap ragu namun dengan segera Nana pun mengeluarkan kekuatannya dan langsung mengarah ke Maeli Su tapi dengan mudahnya serangan itu pun dapat dihentikan oleh Maeli Su hanya dengan satu tangan saja.


Melihat hal itu Nana dan Lili pun tersadar jika kemampuan nona mereka itu melebihi dari apa yang pernah mereka bayangkan.


Dengan segera Lili mengambil sebuah ramuan dan lalu menyerahkannya kepada Nana yang nantinya akan mereka gunakan untuk menyerang Maeli Su.


Dengan sigap Nana mengambil ramuan itu dan mencampurnya dengan racun yang dapat membuat seseorang kehilangan setengah kekuatan mereka, setelah keduanya dicampurkan maka akan memiliki efek yang lebih mengerikan lagi selain kehilangan setengah kekuatan juga dapat mencangkau jarak yang lumayan jauh dan juga racun itu akan berpengaruh kepada siapa saja selama mereka berada di bawah level mytich dan semakin rendah level kultifasi mereka maka efek yang akan mereka dapatkan akan semakin mengerikan lagi bahkan dapat berujung dengan kematian.


"Maafkan kami nona, kami berjanji pasti akan menyembuhkan nona setelah ini" ucap Nana sembari melemparkan botol yang berisi campuran itu kesamping Maeli Su.


Botol itu pun pecah, Maeli Su pun mulai merasakan sesuatu yang aneh pada tubuhnya dengan segera dia pun berusaha untuk pergi dari tempat itu, namun semuanya percuma karena efek percampuran ramuan dan racun itu telah lebih dahulu menyebar.


"Nona maafkan aku, aku akan segera membuat penawarnya" ucap Nana dengan raut wajah yang begitu khawatir lalu dia pun dengan segera mengambil beberapa tanaman racun yang selalu dibawanya.


Melihat Nana yang mulai lengah dengan segera Maeli Su berjalan kearahnya "Terima kasih karena telah mengkhawatirkan aku, namun seharusnya kau lebih mengkhawatirkan dirimu sendiri" ucap Maeli Su sembari menaburkan sebuah bubuk ramuan yang langsung membuat Nana tak dapat bergerak sama sekali.


Lili yang melihat hal itu sangatlah terkejut karena dia tak pernah tau jika ada ramuan yang dapat membuat orang lain menjadi patung, hingga dia pun kembali tersadar setelah Maeli Su berkata "Sampai kapan kau akan terus bengong sepertiga itu".


"Maafkan saya nona, saya sangat terpukau dengan apa yang baru saja nona lakukan, saya akan lebih serius lagi kedepannya" ucap Lili yang kemudian menyerang Maeli Su dengan menggunakan seluruh kekuatannya.


Namun semua serangan yang dilakukannya dapat dihindari Maeli Su dengan mudahnya, setelah Maeli Su merasa cukup untuk menghindar dengan segera Maeli Su pun mengeluarkan kekuatannya hingga mampu membuat Lili terhempas sangat jauh sembari mengeluarkan darah segar disamping bibirnya.


"Baiklah sudah cukup untuk ku menguji kemampuan kalian berdua, kini saatnya aku melatih kalian dengan sangat keras" ucap Maeli Su sembari berjalan ke arah Nana dan menaburkan bubuk lainnya dan hal itu membuat Nana kembali dapat bergerak sebagai mana mestinya, tak lupa pula Maeli Su memberikan sebuah pil obat kepada Lili untuk menyembuhkan luka dalamnya, Lili pun dengan segera meminum pil itu dan tak berselang lama Lili pun kembali memuntahkan begitu banyak darah namun kondisi tubuhnya jauh menjadi lebih baik dari sebelumnya.